<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344</id><updated>2011-07-28T17:40:01.764-07:00</updated><category term='Die Hard Translator'/><category term='Own'/><category term='Uncivilized'/><title type='text'>bangkainomuspanoptikanubis</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-8245937562965238322</id><published>2011-04-23T12:46:00.001-07:00</published><updated>2011-04-23T12:50:23.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Die Hard Translator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uncivilized'/><title type='text'>Seize The Day</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-bLgCJI8RM14/TbMs29MqjWI/AAAAAAAAAF0/w-lRaMTmKCw/s1600/Seize%2BThe%2Bday.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 354px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-bLgCJI8RM14/TbMs29MqjWI/AAAAAAAAAF0/w-lRaMTmKCw/s400/Seize%2BThe%2Bday.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598868084403899746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;John Zerzan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang sangat cepat dari kehidupan modern lebih buruk dari pada yang dapat kita bayangkan. Metamorfosis semakin menjadi, mengubah tekstur kehidupan, bahkan keseluruhan rasa. Belum begitu lama, hal ini masih berupa modifikasi bagian; sekarang mesinlah yang mengumpulkan kita, merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan kita, dan tidak ada jalan keluar terhadap logikanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelanjutan yang stabil hanyalah yang terjadi pada tubuh dan hal ini bahkan menjadi sasaran dalam cara belum pernah terjadi. Menurut Ferudi (1997), kita sekarang menganut budaya gelisah yang mendekati keadaan panik. Wacana sesudah zaman modern menekankan pada artikulasi penderitaan, segi akomodasinya terhadap pentingnya kemajuan, merupakan penghancuran yang sistematik. Keunggulan dari kemunduran penyakit kronis membuat parallel pendinginan dengan erosi permanen terhadap semua yang sehat dan hidup dalam budaya industri. Kemungkinan penyakit tersebut dapat diperlambat pergerakannya, tetapi tidak ada pengobatan sepenuhnya yang dapat dipikirkan dalam konteks ini—yang menempatkan kondisi pada tempat pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan kita terhadap komunitas bukanlah hal yang lain selain kematian. McPherson, Smith-Lovin dan Brashears (American Sociological Review 2006) menyampaikan kepada kita 19 tahun yang lalu bahwa cirri khas orang Amerika memiliki 2 teman karib; sekarang jumlahnya tinggal dua. Penelitian nasionalnya juga menunjukkan bahwa setelah jangka waktu tertentu, jumlah orang tanpa satu orang teman pun atau yang percaya dengan diri sendiri meningkat tiga kali lipat. Daftar sensus menunjukkan peningkatan yang tajam pada orang yang lajang, ketika budaya teknologi dengan jaringan penghubung ini berkembang lebih terisolasi, sendiri, dan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang “masyarakat tidak berhubungan sex” (Kitamura 2006) dan tingkat bunuh diri meningkat tajam. Hikikimori atau pengisolasian diri mendapatkan lebih dari berjuta generasi muda yang yang tinggal hanya di dalam kamarnya selama bertahun-tahun. Sementara budaya teknologi berkembang pesat, tingkat stress, depresi dan kekhawatiran pun juga meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dan usulan menjadi arus dalam dunia ini hanyalah sebagai realitas, eksternal dan internal, membuat yang masuk akal. Negara kita sekarang, beralih pada bencana, memerlihatkan realitas dalam istilah yang jelas. Kita berada pada keadaan bentrok antara pertanyaan penting baru dan totalitas-peradaban global yang sama sekali tidak menyediakan jawaban. Dunia yang tidak menjanjikan masa depan, tetapi tidak memerlihatkan pengakuannya terhadap fakta ini, membahayakan masa depannya sendiri mengenai kehidupan, kesehatan, dan kemerdekaan dari seluruh makhluk hidup di bumi ini. Peranan peradaban selalu hilang dengan sia-sia di setiap kesempatan yang mereka persiapkan menjelang akhir hidup sebagaimana yang mereka tahu, dengan memilih untuk naik ke puncak dominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menjadi jelas bagi sebagian orang bahwa kedalaman krisis yang berkembang yang sama besarnya dengan ketidakmanusiaan bagaikan hanyalah ekosidal, batang pokok lembaga dari peradaban itu sendiri. Penghilangan kepercayaan mengenai masa pencerahan dan modernitas mewakili puncak dari kesalahan yang dikenal dengan nama peradaban. Tidak ada prospek dari golongan ini yang akan menurunkan yang telah didefinisikan dan dirawat, serta nampak seperti pendukung ideologi yang beragam dapat melihatnya sebagai fakta. Jika keruntuhan peradaban telah dimulai, prosesnya sekarang secara tidak resmi tetapi secara luas diperkiran bahwa mungkin merupakan dasar dari penolakan yang tersebar luas dari keadaan tertinggal dari totalitas yang memerintah. Memang, ketegaran dan penyangkalan mungkin mengatur tingkat perubahan budaya pada skala yang tidak dapat diprediksi, yang dapat dibuka dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, paradigma berubah dari kubu ini, tetapi sistem yang mudah diserang dan bercacat yang fatal ini tidak dapat dielakkan. Kemungkinan utama lainnya yaitu terlalu banyak masyarakat, dalam alasan yang sama (ketakutan, kelambanan, ketidakmampuan pabrik, dll) secara pasif menerima realita sebagai hal tersebut, sampai semuanya terlambat untuk berbuat sesuatu selain mencoba berhubungan dengan kegagalan. Hal ini patut diperhatikan bahwa kesadaran yang berkembang mengenai hal yang berubah menjadi hal yang salah, bagaimanapun dalam taraf permulaan dan beda dari yang lain, didukung oleh kedalaman, ketidaksenangan serta pada banyak kasus merupakan penderitaan yang akut. Keadaan inilah dimana kesempatan terletak. Dari perspektif baru yang berkembang inilah, kita menemukan bagaimana menghadapi apa yang sedang kita hadapi sebagai manusia, dan memindahkan rintangan pada tingakat kelangsungan hidup. Sekarang telah tiba masanya tuduhan besar-besaran terhadap peradaban dan massa masyarakat. Hal yang memungkinkan bahwa, dalam mode yang beragam, beberapa keputusan dapat melepaskan mesin pembunuh sebelum penghancuran dan penjinakkan menguasai semua hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun apa yang sebelumnya membantu kita dalam memahami keadaan terakhir kita, kita sekarang hidup dalam penundukkan yang nyata, pada skala yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Pembungkus teknologi – dunia yang menyebar dengan cepat menganjurkan pergerakan pada kontrol yang lebih dalam dari segala aspek kehidupan kita. Penaksiran Adorno pada tahun 1960 terbukti sekarang: “Pada akhirnya sistem akan mencapai titik - kata yang menyediakan isyarat sosial yaitu “integrasi” yang mana kepercayaan universal dari segala pergerakan dari semua pergerakan lainnya membuat perbincangan mengenai hubungan sebab akibat menjadi kuno. Merupakan hal yang omong kosong mencari penyebabnya dalam masyarakat monolitik. Hanya masyarakat itu sendiri yang menjadi penyebabnya.” (Negative Dialectics,p. 267).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totalitas menyerap setiap “alternatif” dan terlihat sebagai hal yang tidak dapat diubah. Hal ini merupakan pembenaran dan ideologinya sendiri. Penolakan kita, keinginan kita untuk membongkar semua hal ini, merupakan pertemuan dengan fungsi argumen dan protes yang lebih sedikit. Respon paling bawah lebih kepada “Yes, pandangan anda bagus, betul, valid; tetapi kenyataan ini tidak akan menghilang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada dari kemenangan terhadap hal yang tak berperikemanusiaan membuat dunia lebih aman, bukan hanya bagi spesies kita. Semua revolusi diperkuat hanya bagi mereka yang mendominasi dengan memperbaharuinya. Meskipun peningkatan dan penurunan bujukan politik yang beragam, hal ini selalu menciptakan kemenangan; sistem teknologi tidak mundur, mereka hanya meningkat. Kita telah bebas atau sejauh ini otonomi semenjak Mesin menuntut untuk berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, penilaian idiotik berlanjut. “Kita seharusnya bebas menggunakan teknologi spesifik sebagai alat tanpa mengadopsi teknologi sebagai gaya hidup.” (Valovic 2000). “Dunia dibentuk melalui teknologi digital nyata pada tingkat yang kita pilih untuk memainkan permainan mereka.” (Downs 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan kekuatan mencengkram, dan beberapa ilusi mengenai bagaimana modernitas bekerja, Mesin menghadapi prospek yang makin buruk. Hal ini membentur fakta bahwa mereka yang mengatur organisasi dominan dari kehidupan tidaklah berusaha menjawab atau memproyeksikan hal positif. “Isu” yang paling menekan contohnya Global Warming diabaikan, dan propaganda mengenai Komunitas (pasar dengan pemisahan), Kebebasan (pengawasan total masyarakat), mimpi Amerika sangatlah salah bahwa hal ini tidak dapat diharapkan untuk ditangani secara serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikemukakan Sahlin (1977), semakin rumit suatu masyarakat, semakin kecil kemungkinan mereka bisa menghadapi tantangan. Kekhawatiran umum dari setiap Negara adalah pada pemeliharaan; karena ketika kapasitas ini gagal, begitu pula kesempatan untuk negara bertahan. Ketika janji keamanan menurun, begitu pun dukungan yang nyata hilang. Banyak penelitian mengikutsertakan beragam ekosistem yang terlihat menderita lebih mendadak oleh malapetaka, dibandingkan keadaan biasa, yang merupakan penurunan yang dapat diprediksi. Peranan mekanismenya mungkin hanya menjadi subjek bagi perkembangan parallel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya terdapat 2 ruangan untuk mengatur siasat. Pergerakan peradaban ditemani oleh katup yang aman: garis perbatasan. Ekspansi dengan skala yang besar dari kerajaan Romawi Suci ke arah timur selama abad 12-14, penyerbuan dari Dunia Baru sesudah 1500, pergerakan kearah barat di Amerika Utara selama akhir abad 19. Tetapi sistemnya menjadi “hipotek dalam menyusun pengumpulan berdasarkan cara tersebut” (Sahlins). Kita merupakan sandera, dan begitu pula keseluruhan rakitan hirarki. Keseluruhan sistem sibuk, selalu berubah terus-menerus; transaksi terjadi pada angka yang cepat pergerakannya. Kita telah sampai pada tahap dimana struktur bersandar pada hamper keseluruhan serangan yang lebih atau kurangnya diluar kontrolnya itu sendiri. Contoh utama yaitu pertolongan sebenarnya yang diberikan oleh rezim beraliran kiri di Amerika Selatan. Isunya tidak selalu berupa hasil dari ekonomi neo-liberal, tetapi kesuksesan aliran kiri ini dalam kuasanya terhadap pembangunan ibu kotanya selanjutnya, serta kelanjutan pribumi dalam orbitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi taktik ini tidaklah lebih berat dibandingkan fakta dari keseluruhan kekerasan yang menempatkan masa depan kota teknologi pada resiko kematian. Nama dari krisis tersebut adalah modernitas itu sendiri, kesatuannya, berat kumulatifnya. Rezim apapun sekarang merupakan situasi dimana setiap “solusi” hanya bergantung pada masalah yang melanda. Teknologi yang lebih dan forsa koersif merupakan satu-satunya sumber untuk memaksanya kembali. “Sisi gelap” dari kemajuan memerlihatkan sebagai wajah yang pasti dari masa modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para teoretis seperti Giddens dan Beck mengakui bahwa batasan luar dari modernitas telah dicapai, sehingga bencana tersebut sekarang merupakan karakteristik laten dari masyarakat. Dan juga mereka meminta pengharapan, tanpa memprediksi perubahan dasar, bahwa segala sesuatunya akan baik-baik saja. Beck contohnya, mencari demokratisasi dari industrialisme dan perubahan tekhnologi – menghindar dengan hati-hati terhadap pertanyaan mengenai mengapa hal ini tidak pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada perdamaian, tidak ada pula akhir yang bahagia dalam totalitas ini, dan secara transparan hal ini salah untuk diklaim sebaliknya. Sejarah terlihat menghapuskan kemungkinan penyelamatan; hal ini tentu saja merusak apa yang sudah dilalui sebagai pemikiran kritis. Pelajarannya menekankan seberapa banyak yang harus diubah untuk membangun semangat yang baru dan asli. Tidak ada waktu untuk memilih; bidang atau dasar pergantian kehidupan tidak dapat diketahui dengan banyak cara, tanpa drama, tetapi pada efek yang sangat luas. Jika solusinya terdapat pada teknologi, hal ini hanyalah memperkuat peran dari dominasi modern; bagian utama dari tantangan yang menghadapi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernitas telah menurunkan bidang yang mengizinkan aksi etis, memotong hasil yang berpotensi berhasil. Tetapi dalam kenyataan, menyerang kita dalam puncak krisis, menjadi lebih dekat dan bertubi-tubi. Berpikirlah mengenai semuanya, karena situasi ini merusak segalanya yang kita inginkan. Kita menyadari bahwa hal ini memang terserah pada kita. Bahkan kemungkinan keruntuhan dari struktur teknologi global seharusnya tidak memikat kita untuk jauh dari pengakuan mengenai potensi peran kita, tanggung jawab kita untuk menghentikan mesin penghancur. Kepasifan, seperti penaklukan sikap, tidak akan membawa pada pelepasan yang mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua terluka, dan secara bertentangan, pengasingan ini menjadi dasar dari peguyuban. Pertemuan dengan hal yang membuat trauma mungkin terbentuk, pertalian spiritual menuntut pemulihan. Karena kita masih bisa merasa akut, para penguasa kita tidaklah dapat beristirahat semudah yang kita lakukan. Kebutuhan kita terhadapa penyembuhan berarti bahwa sebuah penggulingan harus terjadi. Hal itu sendiri dapat selanjutnya mengobati. Hal seperti “lanjutkanlah”, dapat menciptakan malapetaka di setiap level. Masyarakat mencari tahu: bahwa hal yang sedang terjadi, kenyataannya, malapetaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mellisa Holbrook Pierson (The Place You Love is Gone 2006) mengekspresikannya sebagai berikut: “Tiba-tiba hal itu menjadi sukses, yang anehnya sangat mudah untuk dipahami. Tidak dapat dielakkan bahwa kita menghadapi Big Goodbye. Hal ini resmi! Hal yang tidak mungkin patutlah untuk dipikirkan. Hal ini akhirnya nampak, setelah semua sejarah manusia yang ada dibelakang kita. Dalam lubang yang ketinggalan dari jiwa yang menderita anda merasakannya tiba, kehilangan rumah, lebih besar dari penyebab seseorang mengeluarkan air mata. Milik anda dan saya, tangisan pribadi, akan berkumpul menjadi tangisan massal….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesengsaraan. Penyesalan. Inilah waktunya bagi kita untuk kembali ke masa dimana kita tidak pernah menyerah untuk menjadi sesuatu. “Terus meregangkan pada batas elastis sampai tidak bisa dibelokkan lagi,” dalam frasa Spangler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran masa pencerahan, sejalan dengan revolusi industri, dimulai pada akhir abad 18 di Eropa, saat modernitas dimulai. Kita menjanjikan kemerdekaan berdasarkan kontrol kesadaran terhadap takdir kita. Tetapi masa pencerahan mengklaim bahwa hal tersebut belumlah direalisasikan, dan keseluruhan proyek berubah menjadi penaklukan diri sendiri. Elemen dasarnya termasuk alasan, hak universal dan hukum mengenai sains dirancang secara sadar untuk membuang muatan pra-ilmiah, jenis mistik mengenai pengetahuan. Gotong royong yang mendukung cara hidup dikorbankan dalam nama kesatuan dan keseragaman, pemaksaan pola hukum terhadap kehidupan. Kant menekankan pada kemerdekaan terhadap aksi moral yang merupakan akar dari konteks ini, sejalan dengan program ahli ensiklopedi Perancis untuk mengganti keahlian tradisional dengan sistem teknologi yang terkini. Kant, yang sifatnya tidak lebih suci dari kategori pentingnya, dengan baik dibandingkan dengan universitas modern pada mesin industrial dan produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam pencerahan memerlihatkan perdebatan mengenai pro dan kontra mengenai kemunculan perkembangan modern, dan kata-kata ini nyatanya tidak dapat dianggap sebagai topik pencerahan. Bagaimanapun, hal ini mungkin berhasil untuk menyimpan sejarah penting dalam pikiran: kelahiran yang serempak dari pemikiran progresif modern dan produksi massal. Kecenderungan dari penghargaan ini dilihat oleh Min Lin (2001): “Merahasiakan keaslian sosial dari wacana kognitif dalam rangka membenarkan atau mensahkan posisinya dengan menguniversalkan dasar intelektual dan menciptakan kuasi-transendan suci baru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernitas selalu berusaha melampaui dirinya sendiri pada bagian yang berbeda, bergerak meluncur seperti hendak menemukan kembali keseimbangan yang telah lama hilang. Ini merupakan tekad untuk mengubah masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penekanan modernitas terhadap kebebasan, lembaga pencerahan modern memiliki tidaklah memiliki fakta-fakta kesuksesan selain hanya penyesuaian. Lyotard (1991) mengumpulkan keseluruhan hasil: “Kebiadapan yang baru, buta huruf dan pemiskinan bahasa, kemiskinan yang baru, perubahan bentuk opini tanpa ampun oleh media, perasaan tidak menyesal dari pikiran, serta keusangan jiwa.” Mengumpulkan massa, menstandardisasikan mode, dari setiap sendi kehidupan, dengan kejam telah menghidupkan kembali program pengaturan yang sesungguhnya dari modernitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapitalisme tidaklah menciptakan dunia kita; tetapi mesinlah yang melakukannya. Penelitian Painstaking merancang pembuktian dari pertentangan yang tertimbun secara nyata dibawah cetakan yang berton-ton jumlahnya.” (Ellul 1964). Tidak dapat dipungkiri adanya pemusatan peran kelas, tetapi sekedar mengingatkan kita bahwa pembagian masyarakat dimulai dengan pembagian tenaga kerja. Pembagian itu sendiri mengarah langsung kepada pembagian masyarakat. Pembagian tenaga kerja merupakan tenaga kerja yang dibagi. Memahami apa karakterisasi dari kehidupan modern tidaklah lebih jauh dari usaha untuk mengetahui peranan teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti yang sudah ada. Lyotard (1991) menilai bahwa “teknologi tidaklah ditemukan oleh manusia. Tetapi oleh yang mengetahui jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Faust Goethe, tragedi awal dari perkembangan industri, melukiskan horror terdalamnya sebagai bendungan dari tujuannya yang mulia. Pembangun yang luar biasa dari Faust ikut serta dalam gerakan endemik ke arah modernisasi, yang dapat mengancam jejak perbedaan dalam jumlah pergerakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berfungsi dalam bidang yang lebih homogen, dasar yang selalu menjalani bentuk utuh untuk mengenalkan jaringan teknologi global yang tunggal. Merupakan hal yang mungkin untuk menghindari kesimpulan ini dengan tetap fokus pada permukaannya, pada apa yang diizinkan nyata pada batas. Beberapa melihat Indymedia sebagai kemenangan penting dari desentralisasi, dan software gratis sebagai tuntutan yang radikal. Sikap ini mengabaikan dasar industri dari penggunaan dan pengembangan teknologi yang canggih. Segala “Alat yang menakjubkan” termasuk telepon selular yang beracun dan ada di mana-mana, lebih terhubung pada bencana ekosistem dari industrialisasi di Cina dan India, contohnya, dari pada pembersihan, halaman licin dari majalah Weired. Sang penyelamat mengklaim Weird luar biasa sebagai keputusan mereka, yang merupakan fantasi bersifat kekanak-kanakan. Penganutnya hanya dapat dipertahankan pada khayalan hebat yang berarti pembutaan dengan sengaja tidak hanya pada penghancuran sistematik teknologi alam, tetapi juga kerugian masyarakat global juga termasuk: hidup dipenuhi dengan racun, pekerjaan yang menjemukan, serta kecelakaan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang muncul fenomena protes melawan seluruh hal yang menyangkut sistem universal, seperti “makanan yang lambat,” kota yang lambat, “jalan yang lambat”. Masyarakat lebih memilih kebutuhan yang memberikan jedah dan tidak melahap susunan kehidupan. Tetapi penurunan yang sebenarnya mengambil kecepatan. Hanyalah perubahan radikal yang merintangi lintasannya. Lebih banyak misil di banyak negara nyata merupakan bagian lain dari pergerakan umum dari teknologi yang penting. Momok dari kematian massa merupakan hasil yang sempurna, kondisi modernitas, sementara manusia berada pada kondisi teknologi dari subjeknya. Kita merupakan kendaraan mesin Mega, bukanlah pewaris, menjadi sandera dari setiap lompatan ke depan. Kondisi manusia teknologi menjadi nampak pada akhirnya. Tidak ada yang dapat diubah sampai dasar dari teknologi diubah, yaitu dihapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi kita diperkuat oleh mereka yang ada – pada mode klasik sesudah masa modern – dimana alam / budaya merupakan binarisme yang salah. Dunia yang alami diusingkan, diratakan, pada tegangan dari logika penyerahan yang mana alam selalu menjadi budaya, selalu tersedia untuk penaklukan. Koert van Mensvoort dalam “Exploring Next Nature” (2005) membongkar dominasi dari logika alam, yang begitu popular: “Alam kita yang selanjutnya akan terdiri dari apa yang seharusnya menjadi kebudayaan.” Selamat tinggal, realitas yang tidak ada. Setelah semuanya itu dia dengan gembira menyatakan bahwa alam berubah bersama dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan kehilangan bagi konsep alam – dan bukan hanya konsepnya! Tetapi tanda “alam” pasti menikmati kepopuleran, ketika substansinya dihancurkan: “eksotik” produk budaya dunia ketiga, bahan-bahan makanan alami, dsb. Sayangnya, pengalaman alami berhubungan dengan pengalaman alam. Ketika yang terakhir dikurangi menjadi kehadiran yang tidak substansial, penciptanya dilecehkan. Paul Berkett (2006) menempatkan Marx dan Engels pada efek dengan masyarakat komunisme yang “tidak hanya akan merasakan tetapi juga mengetahui keutuhannya dengan alam,” komunisme itu merupakan “kesatuan manusia dengan alam.” Penanggulangan teknologi industri sebaliknya – merupakan sampah dari penciptanya. Mengenyampingkan orientasi komunisme, seberapa banyakkah ketidaksetujuan yang tersisa dengan syair Marx pada produksi massa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengabaian terhadap pemahaman Freud dalam Civilization and its Discontents merupakan saran yang mendalam, “perasaan bersalah yang ditimbulkan oleh peradaban” menyebabkan ketidakpuasan dan rasa yang tidak enak. Adorno (1966) melihat bahwa hal ini relevan pada “bencana yang akan terjadi merupakan perkiraan dari bencana irasional pada awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslinya, kualitatif, menyampaikan kegagalan dalam hidup terhadap planet ini yang merupakan perencanaan gerakan peradaban. Masa pencerahan, -- sama seperti abad Axial agama dunia 200 tahun sebelumnya – menyiapkan transedensi untuk level berikutnya dari dominasi, sebuah dukungan yang sangat dibutuhkan untuk modernitas industri. Tetapi dimanakah sekarang seseorang mendapatkan sumber transendansi, membenarkan kerangka proses untuk level terbaru dari perkembangan yang serakah? Sungguh suatu dunia baru dari ide dan nilai dapat dipikirkan pada pengesahan semua reruntuhan yang mencakup modernitas terakhir? Hanyalah sistem yang memiliki kelembaman; tidak ada jawaban, dan juga masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, konteks kita adalah pada keramahan atas ketidakpastian. Tambatan stabilitas dari hari ke hari mencadi lambat, semnjak sistem mulai menampilkan kelemahan yang ganda. Ketika tidak lagi dapat menjamin keamanannya, maka hal ini akan berakhir dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milik kita merupakan tempat yang menguntungkan sejarah yang tidak ada bandingannya. Kita dapat dengan mudah merengkuh sejarah dari penyakit peradaban universal. Pemahaman ini kemungkinan merupakan sinyal kekuatan yang memungkinkan pergantian paradigma, satu-satunya yang dapat sejalan dengan peradaban dan membebaskan kita dari keinginan untuk mendominasi. Tantangan yang berani, pada akhirnya; merupakan pengingatan kembali terhadap anak-anak yang mulai berbicara dengan wajah penyangkalan. Sang penguasa tidak memakai apapun; kata-katanya omong kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Manually Translated | Konspirasi tinjabersayap [The Die Hardest Translator Of The World] (Januai 2010)&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-8245937562965238322?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/8245937562965238322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/seize-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/8245937562965238322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/8245937562965238322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/seize-day.html' title='Seize The Day'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-bLgCJI8RM14/TbMs29MqjWI/AAAAAAAAAF0/w-lRaMTmKCw/s72-c/Seize%2BThe%2Bday.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-7164779212605465122</id><published>2011-04-23T12:42:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T12:45:59.185-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Die Hard Translator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uncivilized'/><title type='text'>Tak Adakah Jalan Keluar?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-g7mW2NZE-sc/TbMr6LSl-iI/AAAAAAAAAFs/Ng3CeGSObyE/s1600/Tak%2BAdakah%2BJalan%2BKeluar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 311px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-g7mW2NZE-sc/TbMr6LSl-iI/AAAAAAAAAFs/Ng3CeGSObyE/s400/Tak%2BAdakah%2BJalan%2BKeluar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598867040214841890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;John Zerzan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Agrikultur mengakhiri suatu periode panjang dari keberadaan umat manusia yang secara luas (keberadaan umat manusia-penj) ditandai dengan kebebasan/kemerdekaan dari kerja, alam yang tidak dieksploitasi, kesetaraan dan otonomi gender, serta tidak adanya kekerasan yang terorganisir. Agrikultur mengambil banyak dari bumi ketimbang apa yang ia berikan pada bumi dan ini merupakan pondasi dari kepemilikan pribadi. Agrikultur melingkupi kontrol, ekploitasi, pembangunan hirarki dan kebencian. Chellis Glendinning (1994) menggambarkan agrikultur sebagai suatu ‘trauma’ yang telah merusak jiwa manusia, kehidupan sosial, dan biosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun agrikultur/domestikasi tidaklah muncul dengan tiba-tiba, 10.000 silam. Kemungkinan terdekatnya, adalah suatu titik kulminasi dari adaptasi yang sangat lambat pada pembagian kerja dan spesialisasi yang dimulai secara sungguh-sungguh di zaman Paleolitik Tertinggi, kira-kira 40.000 tahun yang lalu. Proses semacam ini adalah apa yang dibalik Adorno dan Horkheimer istilahkan sebagai “instrumental reason” dalam “Dialektika Pencerahan” mereka. Meskipun masih dipuji sebagai prakondisi bagi “objektivitas,” alasan manusia tidaklah netral. Entah bagaimana hal itu berubah, dengan dampak yang menghancurkan: alasan kita memenjarakan sisi kemanusian kita yang sebenarnya saat menghancurkan alam. Bagaimana cara bertanggung-jawab pada kenyataan bahwa aktifitas manusia telah menjadi sangat bertentangan dengan manusia itu sendiri, seperti yang dilakukannya pada semua spesies di dunia? Sesuatu telah mulai membawa kita ke arah negatif sebelum agrikultur, stratifikasi kelas, negara dan industrialisme menginstitusionalkan kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak ini adalah alasan yang salah, yang menginterpretasi realitas sebagai penggabungan atau peleburan instrumen-instrumen, sumber daya, dan alat-alat, membuat dominasi menjadi sesuatu yang lebih buruk yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Sama halnya dengan teknologi, yang alasannya berreinkarnasi atau termaterialkan setiap saat, alasan mengenai “netralitas’ teknologi telah salah dari awal. Sementara itu, kita belajar untuk menerima kondisi kita saat ini. Ini adalah ‘sifat manusia’ yang “kreatif,” masuk ke dalam bagian yang terus berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian kerja memberikan kekuasaan yang efektif bagi beberapa orang, pada saat yang sama membatasi atau mereduksi segala cakupannya. Hal ini bisa dilihat dalam pembuatan seni yang sama halnya seperti dalam inovasi-inovasi teknologikal. Kerja yang sebenarnya dari para individu-individu telah jelas terlihat pada seni atau pun ukiran gua yang paling awal, dan spesialisasi keterampilan adalah suatu aspek esensial dari perkembangan masyarakat yang ‘kompleks’ (atau bisa dikatakan terstratifikasi) saat ini. Penetapan peran-peran memudahkan suatu pemutusan kualitatif pada bentuk sosial manusia yang sudah berlangsung sejak lama, yang jelas-jelas terjadi hanya dengan periode yang singkat. Setelah dua atau tiga juta tahun mode kehidupan egalitarian foraging (Pemburu dan Pengumpul), hanya dalam 10.000 tahun, secara drastis menurun menjadi cara hidup yang beradab. Sejak saat itu, percepatan kerusakan bagian sosial dan ekologikal terus menerus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga menarik bahwa seberapa lengkapkah pengalaman sebuah peradaban pada tingkatan pertamanya. K. Aslihan Yener’s dalam Domestication of Metal (2000) mendiskusikan industri yang ‘kompleks’ dalam peradaban awal manusia, pada zaman perunggu awal. Ia menggambarkan organisasi serta manajemen pada tambang dan peleburan timah di Anatolia, yang dimulai pada 8.000 tahun sebelum masehi. Bukti arkeologikal ini jelas menunjukkan bahwa erosi, polusi dan penebangan hutan merupakan konsekuensi yang logis, seperti yang terjadi pada awal peradaban yang banyak terdapat di Timur-Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan peradaban, bagaimana hal itu adalah bagaimana ia harus selalu terjadi. Novel Russell Hoban’s (1980), Riddley Walker, menyediakan analisis yang tajam dalam logika peradaban. Narator dalam novel ini mengidentifikasi Apa yang biasa disebut kemajuan sebagai kekuasaan:&lt;br /&gt;“Ia muncul dihadapanku dan aku tahu bahwa kekuasaannya takkan pernah menghilang. Ia ada dan akan terjadi. Kekuasaan menginginkan anda mendatanginya dengan kekuasaan. Kekuasaan menginginkan apa yang pernah terjadi untuk terjadi lagi. Kekuasaan menginginkan segala hal yang bergerak ke depan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat dari proyek peradaban sudah jelas dari awalnya. Semenjak kemunculan produk agrikultur yang sangat cepat, intensifikasi dominasi menjadi mantap dan pasti. Hal ini menjelaskan bahwa monumen pertama dari manusia adalah bersamaan dengan tanda pertama dari domestikasi (R. Bradley dalam Mither, 1998). Linearitas yang menyedihkan dari penghancuran peradaban dunia alami telah disela oleh gejala dari penghancuran diri sendiri dalam bidang sosial, dalam bentuk peperangan. Dan ketika kita mengingat kembali mengenai B.D. Smith (1995) bahwa domestikasi adalah “penciptaan bentuk baru dari tumbuhan dan hewan,” hal ini menjadi jelas bahwa keahlian teknik genetik dan kloning hanyalah merupakan penyimpangan aneh dari norma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan dengan kehidupan beribu generasi Pemburu-Peramu merupakan hal yang mengejutkan. Tidak ada perselisihan bahwa para leluhur ini berbagi dalam pusat kehidupan mereka. Melalui literatur antropologi, berbagi dan merasa sama dalam hak merupakan sinonim dengan organisasi sosial pemburu-peramu, dikarakterisasikan sebagai gerombolan dari 50 atau beberapa orang. Dengan ketidakhadiran mediasi atau kewenangan politik, masyarakat menikmati pertalian ekspresif yang kuat berhadapan satu sama lainnya dan dalam kerukunan bersama alam.&lt;br /&gt;Hewlett dan Lamb (2000) mengeksplorasi tingkat kepercayaan dan kasih dalam kelompok pemburu-peramu Aka di Afrika Tengah. Kedekatan fisik dan emosional antara anak-anak dan remaja Aka, merupakan hubungan yang erat dalam orientasi mereka terhadap dunia. Sebaliknya, masyarakat Aka melihat lingkungan mereka sebagai hal yang baik dan mendukung, karena ikatan yang tidak tertutup di antara mereka. Colin Turnbull mengamati realitas yang serupa dengan Mbuti di Afrika, yang biasa menujukan salamnya pada “Hutan Ibu, Hutan Ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agrikultur merupakan model pertama dari segala bentuk otoritarianisme sistematik yang mengikutinya, termasuk kapitalisme dan penginisiasian penaklukan terhadap wanita. Perkampungan pertanian awal memiliki jumlah “sebanyak 400 orang” (Mithen, 2000). Kita tahu bahwa perkembangan populasi bukanlah merupakan penyebab dari agrikultur tetapi merupakan hasil darinya; saran-saran semacam ini menjadi dasar dinamis dalam masalah populasi. Hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat diorganisir pada jumlah manusia yang betul-betul merasa menjadi korban bagi kepentingan domestikasi. Hal ini mungkin berarti bahwa kita hanya bisa menyelesaikan masalah kelebihan penduduk dengan menghapus akar permasalahan yang menjadi dasar pemisah satu dengan lainnya. Dengan datangnya domestikasi, reproduksi tidak hanya dihargai secara ekonomi; tetapi juga ditawari kompensasi atau konsolasi dari apa yang telah dihapuskan oleh peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah pen-standarisasi-an, efek disipliner dari sistem teknologi dan kapital masa kini, kita dihadapkan pada rintangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya tentang imaji dan representasi. Simbol telah secara luas berkumpul dengan yang nyata dan yang langsung, baik dalam interaksi perseorangan setiap hari dan dalam percepatan akan punahnya alam. Hal ini secara umum diterima sebagai hal yang mutlak, terutama semenjak menerima diktat kebebasan bahwa pembuatan simbol merupakan hal yang utama, melukiskan kualitas dari manusia. Kita belajar semenjak kecil bahwa semua tingkah laku dan budaya bergantung pada manipulasi simbol; karakteristik inilah yang membedakan kita dari hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi melihat lebih dekat pada Homo di antara kita, di banyak milenia menantang “kewajaran” dari dominasi simbol dalam hidup kita. New discoveries membuat berita utama dengan frekuensi yang meningkat. Para arkeolog menemukan bahwa lebih dari jutaan tahun yang lalu, manusia sama pintarnya dengan kita–disamping itu fakta bahwa bukti paling awal pada penanggalan aktifitas simbolik (arca, pahatan di gua, artefak, catatan waktu, dll) tercatat hanya pada 40.000 tahun yang lalu. Manusia menggunakan api untuk memasak sekitar 1.9 juta tahun yang lalu; dan membangun serta berlayar dengan kapal sekitar 800.000 tahun yang lalu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang ini pasti sangatlah cerdas; mereka tidaklah meninggalkan jejak nyata dari ide-ide simbolik. Demikian juga walau pun nenek moyang kita semenjak jutaan tahun yang lalu memiliki I.Q. untuk memperbudak sesamanya dan menghancurkan planet, tetapi mereka menahan diri untuk melakukan hal tersebut. peradaban menganjurkan membuat usaha bersama untuk menemukan bukti bahwa simbol digunakan pada awal masa, yang diparalelkan dengan usaha yang gagal dalam dekade terkini untuk menemukan bukti yang akan menjatuhkan paradigma baru antropologi mengenai harmonisasi dan keadaan yang baik dari pra-agrikultur. Sejauh ini, penelitian mereka belum membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat celah waktu yang cukup besar antara sinyal kapasitas mental dan sinyal simbolis. Ketidakcocokan ini membuat keraguan yang serius pada kecakapan definisi manusia sebagai pembuat simbol. Kecocokannya antara permulaan gambaran dan permulaan dari apa yang tidak sehat mengenai spesies kita terlihat lebih penting. Pertanyaan mendasar lebih banyak merumuskan tentang diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti satu pertanyaan yang menyangkut gambaran alam. Foucault memerlihatkan bahwa penggambaran selalu mengikutsertakan kekuasaan. Mungkin terdapat hubungan antara representasi dan kekuasaan yang tidak seimbang tercipta ketika pembagian kerja mengambil alih aktifitas manusia. Pada kasus yang sama, sangat susah untuk melihat sistem sosial yang besar muncul dalam ketiadaan budaya simbolis. Pada tahap minimum, hal ini memang tak dapat dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack Goody (1997) menyebutnya “penekanan terus-menerus pada representasi”. Sejalan dengan impuls yang mudah dalam berkomunikasi, apakah tidak ada hal positif yang juga terjadi? Pada seluruh generasi sebelum peradaban, dongeng menguasai pikiran Pemburu-peramu–termasuk dalam berkomunikasi–akan tetapi mereka tidak menemukan simbol mengenai hal tersebut. Untuk mewakili realitas termasuk pergerakan menuju kesempurnaan, sistem yang tertutup, yang mana bahasa merupakan contoh yang nyata dan mungkin contoh paling asli. Dari mana hal ini akan menciptakan sistem, menamakannya serta menghitungnya? Mengapa dimensi yang mencurigakan ini terlihat seperti alasan instrumental, dengan inti yang secara esensial mendominasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa secara rutin dilukiskan sebagai hal yang alami dan juga merupakan bagian yang tak dapat dielakkan dari evolusi kita. Seperti pembagian tenaga kerja, ritual, domestikasi dan agama? Menyelesaikan kemajuan dan kita dapat melihat akhir dari biosfer serta alienasi total terlihat seperti “alami” dan “mutlak”. Hal ini dapat merupakan jalan keluar dari tatanan simbolik yaitu pertanyaan yang menjadi penekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada awalnya adalah kata”–pengumpulan ranah simbolik. Setelah kebebasan dalam Taman Eden dicabut, maka Adam menamakan hewan dengan nama hewan. Dengan cara yang sama, Plato mempertahankan bahwa ‘kata’ yang menciptakan benda. Terdapat satu momen penyesuaian linguistik, dan semenjak itu dalam mengategorikan bingkainya ditentukan dari seleruh fenomena. Penyesuaian ini berusaha untuk mengesampingkan “dosa yang sebenarnya” dari bahasa, yang merupakan pemisahan antara bercakap dan dunia, kata-kata dan benda-benda.&lt;br /&gt;Banyak bahasa dimulai dengan kayanya kata kerja, tetapi secara gradual tidak dilaksanakan melalui banyaknya imperialisme dari kata benda. Hal ini memparalelkan pergerakan pada pembendaan bumi dengan lebih mantap, berfokus pada objek dan tujuan-tujuan sebagai pengeluaran dari proses. Dengan gaya yang sama, naturalisme yang hidup dari seni pahatan di dinding gua memberikan jalan bagi kemiskinan, penyesuaian estetika. Pada kedua kasus, deal simboliknya dipermanis dengan janji kesempurnaan yang sangat menggiurkan, tetapi pada setiap kasus, hasil dalam jangka panjangnya adalah mematikan. Mode-mode simbolis mungkin dimulai dengan kesegaran dan vitalitas, tetapi pada akhirnya memunculkan kembali kemelaratan mereka yang sebenarnya, logika yang sangat tua dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas bawaan ketajaman sensual dari janin manusia mengalami atrofia semenjak mereka tumbuh dan berkembang dalam interaksi dengan budaya simbolik yang berlanjut pada infiltrasi dan monopoli pada kebanyakan aspek dari kehidupan kita. Beberapa yang tersisa yang tidak termediasi, sebenarnya masih bertahan. Permainan cinta, hubungan kedekatan, tercelup dalam sifat alami, serta pengalaman kelahiran dan kematian membangkitkan pikiran sehat dan intelegensi kita, menstimulasi suatu kelaparan yang tidak biasa (tak dikenal). Kita merindukan sesuatu dibandingkan kekurangan, dunia tiruan dari representasi, dengan with its second-hand pallor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi masih terbuka pada apa yang menghidupkan kilasan terdahulu, secara non-verbal, antar manusia. Segala kemarahan, saluran-saluran yang terkondisikan mungkin akan dibuang, karena kita tidak bisa hidup dengan apa yang tersedia. Sebagaimana tingkatan penderitaan, kehilangan, dan kekosongan meningkat, aparat yang berkuasa memompa lebih banyak ketidakpuasan dan kebohongan-kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada telepati, Sigmund Freud menulis dalam karyanya yang berjudul New Introductory Lectures on Psychoanlysis, “Seseorang telah terdorong untuk curiga bahwa ini adalah orisinil, metode kuno dalam komunikasi.” Freud tidaklah merayakan kecurigaan ini, dan terlihat takut terhadap kelangsungan hidup manusia yang disertai oleh dinamika non-kultural. Lauren van der Post (The Lost World of the Kalahari, 1958) berhubungan dengan beberapa pengamatan mengenai komunikasi telepatik, melalui jarak, masyarakat yang dikenal dengan nama “Bushmen”. M. Pobers dan Richard St. Barbe Baker, juga menulis pada tahun 1950, menyaksikan telepati oleh masyarakat pribumi sebelum mereka dikolonisasikan oleh peradaban. Saya menyebutkan hal ini sebelumnya sebagai satu pandangan mengenai realita dari non-simbolis, koneksi langsung yang sebenarnya telah ada sejak lama, dan hal ini dapat dihidupkan kembali di antara reruntuhan representasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa dan seni mungkin sebenarnya telah muncul dan menyatu dalam ritual, inovasi budaya bermaksud menjembatani pemisahan antara manusia dengan dunianya. Istilah “animisme” sering digunakan, bahkan terkadang direndahkan, untuk menjelaskan suatu kepercayaan bahwa sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan keberadaan manusia dan bahkan objek-objek yang tak memiliki hunian dengan “roh-roh”. Sama halnya istilah “anarkisme” adalah gambaran singkat dari penggambaran anarki, sudut pandang atau keadaan yang menolak hirarki, “animisme” gagal menangkap kualitas transformatif dari kesadaran yang dibagi bersama. Dalam pembahasan mengenai anarki, terdapat kesadaran untuk hidup bersama dalam kesetaraan dengan manusia lain yang mengharuskan penolakan terhadap segala bentuk dominasi, termasuk representasi kepemimpinan dan perwakilan politik. “Animisme” merujuk pada perluasan kesadaran dalam bentuk kehidupan lainnya dan bahkan “memercayai” bahwa ada kehidupan dalam bebatuan, awan, dan sungai. Fakta bahwa tidak ada kata yang berhubungan dengan animisme, sejalan dengan anarki, merupakan indeks atau daftar petunjuk mengenai bagaimana seberapa jauh jarak kita dari kesadaran ini. Green Anarchy secara eksplisit mengatakan bahwa anarki haruslah merangkul komunitas yang ada dalam kehidupan, dan dalam pengertian ini mengambil langkah menuju pembangunan kembali kesadaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah manusia telah kehilangan kesadaran akan keterlibatannya pada komunitas hidup dengan kedatangan domestikasi, pembagian kerja dan agrikultur? Pembangunan monumen-monumen serta awal mula pengorbanan hewan dan manusia akan cenderung untuk mendukung hipotesis ini. Secara karakteristik, korban dari hal ini memegang tanggung jawab terhadap kemalangan dan penderitaan bersama, sementara alasan fundamental dari kehilangan komunitas menjadi tidak dikenali. Ritual yang termasuk “jumlah besar dari energi” (Knight in Dunbar, Knight and Power, 1999); juga sering disuarakan, dimultimediakan, emosional, dan berlebihan, memberi kesaksian pada rasa mendalam atas krisis yang mendasarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan dari animisme ke ritual memarelelkan transformasi hal-hal yang kecil, dari kelompok yang bertatap muka ke kelompok yang besar, yaitu masyarakat yang lebih kompleks. Budaya mengambil alih, dengan profesional ter-spesialisasi yang bertanggung jawab atas dunia yang kudus. Kerinduan akan perasaan sebenarnya mengenai kekerabatan dengan manusia lainnya serta keintiman yang egaliter dengan manusia lain tidaklah dapat diredakan dengan aktifitas ritual yang dikembangkan dalam sistem sosial hirarki. Kecenderungan ini memuncak dalam pengajaran mengenai agama-agama transeden, semenjak arti kehidupan kita di dunia terasa ada kejanggalan, kita seharusnya melekatkan harapan kita pada imbalan surgawi. Sebaliknya, seperti yang digambarkan Aka dan Mbuti di atas, perasaan yang menyatu dengan bumi serta semua penduduknya, dan perasaan bahagia serta eksistensi yang penuh arti, terlihat berjalan dengan baik ketika kita manusia hidup dalam egalitarian, kelompok yang saling bertatap muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada bahasa, suatu persetujuan terhadap hal yang dangkal merupakan realita yang secara inheren tersingkap melalui bahasa–yang pada kenyataannya realita dengan jelas dimediasi oleh bahasa. Posmodernisme mengangkat hal ini dalam dua cara. Karena bahasa pada dasarnya merupakan sistem penunjuk diri, penegasan oleh posmodernisme, bahasa tidaklah sepenuhnya melibatkan peng-arti-an. Lebih jauh, hanya ada bahasa (sebagaimana hanya ada peradaban); tak ada jalan keluar dari dunia yang didefinisikan melalui permainan bahasa (dan domestikasi). Namun bukti arkeologi dan etnografi menunjukkan dengan jelas bahwa kehidupan manusia ada di luar representasi, dan tidak ada yang dapat menghalangi manusia untuk hidup seperti itu lagi—bagaimanapun dengan dengan kesalehan para posmodernis dalam penyesuaian diri mereka pada sistem, berdoalah agar hal ini tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dalam representasi pada “the society of spectacle” saat ini digambarkan dengan jelas oleh Guy Debord. Kita sekarang mengonsumsi imaji dari kehidupan: kehidupan telah beralih menjadi suatu bagian dari representasinya, sebagai spectacle. Pada saat yang sama semenjak teknologi menawarkan realitas virtual pada individu, ensemble media elektronik menciptakan komunitas virtual, simbol tahap lanjut dari kepasifan konsumsi dan keadaan yang tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi neraca bagi tatanan yang berkuasa menunjukkan ramalan yang kacau. Untuk satu hal yang jelas, representasi dalam sektor politik bertemu dengan skeptimisme dan apatis yang similiar yang ditunjukkan melalui representasi secara umum. Pernahkah ada terdapat begitu banyak keluhan yang terus menerus mengenai demokrasi, dan dan juga dalam taraf kecil yang tertarik mengenai hal ini? Untuk mewakili atau diwakili oleh penurunan, pengurangan, baik dalam budaya simbolis maupun dalam kaitannya dengan kuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi, tentu saja merupakan bentuk dari aturan. Partisipan anarki haruslah mengetahui mengenai hal ini, walaupun aliran kiri tidak mempunyai masalah dengan penguasaan. Para Anarko-sindikalis dan anarkis klasik lainnya gagal memertanyakan beragam institusi dengan lebih fundamental, seperti pembagian kerja, domestikasi, dominasi alam, kemajuan, masyarakat, teknologi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip kembali Riddley Walker, sebagai suatu penawar racun: “Saya dapat merasakan sesuatu tumbuh dalam diriku seperti gelombang laut yang mengatakan, HILANGKANLAH. Mengatakan, LUPAKANLAH, SATU-SATUNYA KEKUASAAN ADALAH KETIADAAN KEKUASAAN.” Inti dari anarki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heidegger dalam Discourse on Thinking, memberikan nasehat bahwa sikap yang “terbuka terhadap misteri” menjanjikan “bidang dan dasar baru atas apa yang dapat kita pertahankan dan pikul dalam dunia teknologi tanpa dibahayakan olehnya. “Orientasi anti-otoritarian tidaklah terdiri dari sikap pasif, yang berubah hanyalah kesadaran kita. Malahan, teknologi dan kaki tangannya, budaya, haruslah dipertemukan dengan otonomi yang tegas dan penolakan yang melihat pada seluruh rentang waktu kehadiran manusia dan menolak seluruh dimensi keterkurungan dan penghancuran. TOTAL!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Manually Translated | Konspirasi tinjabersayap [The Die Hardest Translator Of The World] (November 2009)&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-7164779212605465122?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/7164779212605465122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/tak-adakah-jalan-keluar_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/7164779212605465122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/7164779212605465122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/tak-adakah-jalan-keluar_23.html' title='Tak Adakah Jalan Keluar?'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-g7mW2NZE-sc/TbMr6LSl-iI/AAAAAAAAAFs/Ng3CeGSObyE/s72-c/Tak%2BAdakah%2BJalan%2BKeluar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-653190438681471788</id><published>2011-04-23T12:34:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T12:45:52.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uncivilized'/><title type='text'>Patriarki, Peradaban, Dan Asal-Usul Gender¹</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-D_Q1TQZa7y8/TbMq3UtKh8I/AAAAAAAAAFk/bDdU1K_MySo/s1600/Patriarki.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 343px; height: 324px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-D_Q1TQZa7y8/TbMq3UtKh8I/AAAAAAAAAFk/bDdU1K_MySo/s400/Patriarki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598865891690973122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;John Zerzan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Peradaban, pada dasarnya, merupakan sejarah dominasi terhadap alam dan perempuan. Patriarki berarti penguasaan terhadap perempuan dan alam. Apakah kedua institusi ini merupakan sinonim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat telah meninggalkan alam penderitaan yang luas ketika jalannya yang panjang, dalam pembagi-bagian divisi kerja, perlahan-lahan mulai terbuka. Hélène Cixous menyebut sejarah filsafat sebagai suatu “rantai ayah-ayah” (chains of fathers). Perempuan, seperti halnya penderitaan, selalu absen dari hal tersebut, dan tentunya (mereka: penderitaan dan perempuan) adalah saudara dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camille Paglia, seorang pemikir antifeminis, ketika ia merenungi peradaban dan perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika aku melihat seekor burung bangau besar melewati sebuah truk panjang, sejenak aku terdiam dan tertunduk takzim, seperti yang akan dilakukan orang-orang ketika sedang berada dalam ibadah gereja. Konsepsi kekuatan macam apa: kebesaran macam apa: yang dihubungkan oleh bangau-bangau ini dengan peradaban Mesir kuno, ketika arsitektur monumental pertama kali dibayangkan dan dicapai. Apabila peradaban diserahkan ke tangan perempuan, mestilah kita masih tinggal di dalam gubuk-gubuk jerami.”²&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemuliaan” peradaban dan bagaimana hal tersebut tidak menarik bagi perempuan. Bagi sebagian dari kita “gubuk-gubuk jerami” merepresentasikan untuk tidak mengambil jalan yang salah, yaitu penindasan dan pengrusakan. Di dalam kemajuan peradaban teknologi global yang mengarah pada kehancuran dan kematian, andai saja kita masih tinggal di dalam gubuk-gubuk jerami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dan alam secara universal telah dihilangkan nilainya oleh paradigma dominan dan siapa yang tak melihat penempaan dari ini? Ursula Le Guin memberikan kita koreksi yang tepat dari ketidakpercayaan Paglia akan keduanya (perempuan dan alam):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia beradab berkata: Aku adalah diri, aku adalah tuan, segala sesuatu diluar dari aku adalah yang lain -- berada di luar, di bawah, tak terlihat, bawahan. Aku memiliki, aku menggunakan, aku mengeksplorasi, aku mengeksploitasi, aku mengontrol. Apa yang kulakukan adalah yang penting. Apa yang aku inginkan adalah alasan mengapa semua ini ada. Aku adalah aku, dan selain dari itu adalah keperempuanan dan keliaran yang, harus digunakan sesuai kemauanku.”³&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang percaya bahwa peradaban yang kali pertama itu matriarkal. Namun, tak seorangpun ahli antropologi atau arkeologi, termasuk feminis, menemukan bukti atas masyarakat tersebut. “Pencarian akan sebuah budaya egalitarian genuin, taruhlah matriarkal, tak pernah membuahkan hasil,” terang Sherry Ortner.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, memang ada masanya, sebelum budaya lelaki menjadi sesuatu yang universal, ketika perempuan secara garis besar tidak selalu berada di bawah pria. Sejak 1970-an antropolog semacam Adrienne Zihlman, Nancy Tanner dan Frances Dahlberg5 membenarkan stereotip mula-mula era prasejarah di mana ”Lelaki adalah sang pemburu” dan ”Perempuan adalah sang peramu.” Kuncinya di sini adalah bahwa dari data-data yang secara general, komunitas-komunitas praagrikultur memperoleh 80 persen kebutuhan makan dari mengumpul (mengumpulkan makanan) dan 20 persen dari berburu. Sangat mungkin untuk mencurigai pemisahan antara berkumpul/berburu dan mengabaikan bahwa komunitas-komunitas tersebut, dalam tingkatan-tingkatan signifikan, dapat membuktikan bahwa perempuan yang berburu dan pria yang meramu.6 Namun otonomi perempuan di dalam masyarakat semacam ini mengacu pada fakta, melalui penilaian pola aktivitas mereka, bahwa sumberdaya untuk hidup bagi perempuan cukup setara dengan pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks umum, etos egalitarian masyarakat pemburu (hunter gatherer) atau peramu makanan (foraging society), ahli-ahli antropologi seperti Eleanor Leacock, Patricia Draper dan Mina Caufield telah menjelaskan, secara garis besar, adanya hubungan setara antara perempuan dan pria.7 Di dalam tatanan masyarakat semacam itu ketika seseorang memperoleh sesuatu, ia pula yang akan membagikannya, dan ketika perempuan memperoleh 80 persen makanan, maka mereka jugalah yang menentukan aturan bagi gerak kelompok serta lokasi-lokasi untuk menetap. Serupa dengan adanya bukti yang mengindikasikan bahwa perempuan dan pria yang membuat alat-alat dari batu yang digunakan oleh masyarakat-masyarakat praagrikultur.8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komunitas-komunitas matriarkal Pueblo, Iroquois, Crow dan kelompok-kelompok Indian Amerika lainnya, perempuan dapat memutuskan tali perkawinan kapan saja. Secara garis besar, pria dan perempuan di dalam masyarakat semacam ini lebih leluasa bergerak dengan bebas dan damai dari satu kelompok ke kelompok lainnya, seperti halnya juga ketika mereka berada di dalam atau di luar suatu hubungan.9 Menurut Rosalind Miles, pria tidak hanya tidak memerintah ataupun mengeksploitasi perempuan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...mereka memiliki sedikit atau sama sekali tidak memiliki kendali atas tubuh perempuan maupun anak-anak mereka, sehingga tidak ada yang namanya pengagungan akan suatu keperawanan atau kesucian, dan (kaum lelaki) tidak menuntut apapun dari eksklusivitas seksual perempuan.”10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zubaeda Banu Quraishy memberikan satu contoh dari Afrika: “Asosiasi-asosiasi gender suku Mbuti dikarakterisasikan oleh harmoni dan kerjasama.”11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, seseorang akan berpikir, benarkah situasinya semenyenangkan itu? Melihat terjadinya penghapusan makna atau devaluasi keperempuanan yang beragam bentuknya, namun tidak dalam esensinya, pertanyaan kapan dan bagaimana, cukup jelas berkata sebaliknya. Terdapat sebuah pembagian mendasar eksistensi sosial menurut gender, serta hierarki dari pembagian tersebut. Bagi filosof Jane Flax, dualisme yang paling mapan, termasuk pemisahan subjek-obyek serta pikiran-tubuh, merupakan suatu refleksi dari perpecahan gender.12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gender tidaklah serupa dengan pembedaan alamiah/fisiologis menurut jenis kelamin. Ia adalah suatu katagorisasi kultural dan tingkatan yang bersandar pada sebuah pembagian divisi kerja menurut jenis kelamin yang mungkin merupakan bentuk tunggal kultural yang terpenting. Apabila gender mengenalkan dan melegitimasi ketidaksetaraan serta dominasi, apa yang penting untuk dipertanyakan? Jadi dalam pengertian asal-usulnya—serta dalam pengertian masa depan kita—pertanyaan mengenai masyarakat manusia tanpa gender yang menjadi pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua mengerti bahwa pembagian divisi kerja memerlebar jalan terciptanya domestikasi dan peradaban yang menjadi penggerak sistem dominasi global sekarang ini. Juga terlihat bahwa bentukan-bentukan pembagian divisi kerja menurut jenis kelamin merupakan artifisialitas dalam bentuknya yang paling awal dan juga, sebagai efeknya, membentuk formasi gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling berbagi makanan telah lama dikenal sebagai suatu capaian terbaik dari cara hidup meramu bahan makanan (foraging life-way). begitu juga dengan membagi tanggung jawab untuk merawat keturunan, yang masih dapat dilihat dari sisa-sisa masyarakat semacam itu, dan pola semacam ini cukuplah berbeda dengan kehidupan keluarga dalam peradaban yang terisolasi dan terprivatisasi. Keluarga tidak dipandang sebagai suatu institusi abadi, begitupula dengan eksklusivitas peran “wanita sebagai pengasuh” (female mothering) yang dimaknai sebagai suatu hal yang tak terhindarkan dari evolusi manusia.¹³&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat terintegrasikan melalui pembagian divisi kerja dan keluarga, terintegrasikan melalui pembagian divisi kerja menurut jenis kelamin. Kebutuhan untuk integrasi memperlihatkan sebuah tegangan, sebuah keterpisahan yang mengundang suatu dasar kohesi atau solidaritas. Dalam pengertian ini, anggapan Testart cukup tepat: ”[hal yang] inheren di dalam hubungan kekerabatan adalah hierarki.”14 Dengan berdasar pada pembagian divisi kerja, hubungan di dalam keluarga menjadi hubungan produksi. ”Gender adalah sesuatu yang inheren di dalam sifat alami hubungan kekerabatan,” seperti yang dijelaskan oleh Cucchiari, ”yang tak dapat eksis tanpanya.”15 Di dalam wilayah inilah akar dari dominasi terhadap alam, sebagaimana juga dominasi terhadap perempuan, dapat dieskplorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah diketahui, suku-suku peramu makanan di dalam masyarakat semacam itu membuka jalan bagi peran-peran yang terspesialisasi, struktur hubungan kekerabatan membentuk infrastruktur hubungan yang akan berkembang menuju ketidaksetaraan dan pembeda-bedaan kekuatan. Perempuan secara tipikal menjadi imobilitas akibat suatu peran khusus menjaga anak; pola semacam ini selanjutnya semakin berkembang melampui kriteria-kriteria yang tadinya terbentuk sebagai peran gender. Pemisahan dan pembagian divisi kerja menurut gender ini mulai hadir selama transisi dari era Pertengahan sampai era Paleolitikum Lanjut.16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gender dan sistem hubungan kekerabatan merupakan konstruksi kultural yang dibentuk berdasarkan dan bertentangan dengan subjek-subjek biologis yang, menurut Juliet Mitchell, melibatkan “lebih dari apapun sebuah organisasi simbolik dari perilaku.”17 Seperti yang telah eksis di dalam masyarakat berbasis gender dan sistem hubungan kekerabatan, mungkin akan lebih menjelaskan apabila melihat langsung pada budaya simbolik itu sendiri, dengan melihat “kebutuhan untuk memediasi secara simbolis suatu pendikotomian kosmos yang hebat.”18 Pertanyaan siapa yang lebih dulu muncul, datang dengan sendirinya dan sulit untuk diketahui. Kendati demikian, cukup jelas bahwa tak ada pembuktian aktivitas-aktivitas simbolik (seperti misalnya yang terdapat di dalam lukisan-lukisan gua) sebelum sistem gender, yang didasari pembagian divisi kerja menurut jenis kelamin, terlihat berlangsung di era tersebut.19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki era Paleolitikum Lanjut, yang merupakan epos awalan dari Revolusi Neolitikum di mana terbentuknya peradaban dan domestikasi, revolusi gender telah mencapai masanya. Tanda-tanda maskulin dan feminin mulai hadir sekitar 35.000 tahun lalu di dalam seni-seni gua. Kesadaran gender bangkit sebagai pencapaian keseluruhan dualitas, suatu spektral atau momok dari masyarakat yang terpilah-pilah. Di dalam suatu polarisasi aktivitas baru ini, aktivitas menjadi relasi dan terdefinisikan oleh gender. Peran pemburu, misalnya, berkembang menjadi sesuatu yang diasosiasikan sebagai kelaki-lakian, kriteria-kriterianya diatributkan pada gender pria sebagai suatu sifat yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika telah menjadi sangat menyatu atau menyeluruh, aktivitas semacam kelompok-kelompok peramu makanan dan tanggung jawab komunal untuk merawat anak, sekarang ini menjadi bidang-bidang yang terpisah di mana kecemburuan seksual dan kepemilikan (posesifitas) mulai terlihat. Di saat yang bersamaan, hal-hal simbolis muncul sebagai suatu bidang ataupun realitas yang terpisah. Bukti-bukti ini bisa dilihat dalam praktik-praktik seni dan ritual. Sangatlah berisiko untuk mengandaikan masa lalu yang jauh menggunakan titik berangkat masa sekarang, meskipun budaya-budaya nonindustrial yang masih tersisa dapat menunjukan titik terang. Suku Bimin-Kushumin Papua Nugini, misalnya, mengalami pemisahan maskulin dan feminin sebagai sesuatu yang mendasar dan menegaskan. ”Esensi” maskulin, yang diistilahkan sebagai finiik, tidak hanya melambangkan kualitas-kualitas kekuatan ala ksatria perang, tapi juga berhubungan dengan ritual dan kontrol. ”Esensi” feminin, atau khaapkhabuurien, adalah sesuatu yang liar, impulsif, sensual, dan acuh pada ritual.20 Sama halnya dengan Mansi di daerah barat-daya Siberia yang memberlakukan aturan-aturan keras pada keterlibatan perempuan di dalam praktik-praktik ritual.21 Dengan bukti suku-suku seperti ini, bukanlah hal yang berlebihan untuk mengatakan bahwa, kehadiran atau absen peran ritual, merupakan sesuatu yang menentukan bagi subordinasi perempuan.22 Gayle Rubin menyimpulkan bahwa ”kekalahan dunia-historis (world-historical) perempuan terjadi melalui asal-usul budaya dan merupakan prasyarat budaya.”23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan simultan budaya simbolis dan kehidupan gender bukanlah suatu kejadian yang kebetulan. Kedua-duanya melibatkan suatu perubahan mendasar dari kehidupan yang tadinya tidak terpilah-pilah dan nonhierarkis. Logika perkembangan dan perluasan kedua hal tersebut merupakan sebuah respon dari tegangan-tegangan dan ketidaksetaraan yang mereka ciptakan; keduanya saling-terhubung secara dialektis dengan awal-mula pemisahan divisi kerja yang artifisial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara cukup relatif, “Lompatan Besar Menuju” era agrikultur dan peradaban mulai hadir ketika terjadinya alterasi gender atau budaya simbolik. Ini merupakan era yang menentukan bagi istilah ”rising above nature”, dengan mulai mengenyampingkan keintiman dan kecerdasan nondominatif dengan alam yang telah ada sebelumnya, selama dua juta tahun. Perubahan ini cukup menentukan bagi konsolidasi dan intensifikasi pembagian divisi kerja. Meillasoux mengingatkan kita tentang permulaannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alam sama sekali tidak menjelaskan mengenai pembagian divisi kerja menurut jenis kelamin, tidak pula dengan institusi semacam pernikahan, keterikatan suami-istri, maupun paternalitas. Semuanya dipaksakan kepada perempuan, oleh karena itu semua fakta-fakta peradaban haruslah dijelaskan, bukan malah menggunakannya untuk menjelaskan [secara sebaliknya].”24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelkar dan Nathan, misalnya, tidak banyak menemukan adanya spesialisasi gender pada kelompok-kelompok pemburu di India bagian barat, apabila dibandingkan dengan kondisi masyarakat agrikultur disana.25 Transisi dari pengumpul makanan menuju pada pemeroduksi makanan mengarah pada perubahan-perubahan radikal di dalam masyarakat mana saja. Cukuplah menjelaskan, apabila mencermati contoh yang mendekati jaman sekarang, bahwa suku Muskogee di Amerika Tenggara yang menjunjung tinggi nilai-nilai intrinsik dari hutan yang belum terjamah dan terdomestikasi; dijajah oleh kaum kolonial dan menggantikan tradisi Muskogee yang matrilineal dengan hubungan patrilineal.26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat terjadinya transformasi dari gaya hidup “liar” menuju yang berbudaya adalah ketika manusia mulai berdomisili secara tetap, sebagaimana perempuan mulai terbatasi horison-horisonnya. Domestikasi berangkat dari sini (secara etimologis, berasal dari kata Latin domus, atau rumah tangga): kerja-kerja membosankan—yang tidak sesulit seperti meramu bahan makanan—, reproduksi berlebihan, dan pengharapan hidup yang lebih rendah daripada kaum pria. Indikasi-indikasi ini hadir di dalam masyarakat agrikultur sebagai peran perempuan.27 Dari sini dikotomi yang lain lagi muncul, pembedaan antara kerja dan nonkerja, sesuatu yang bagi banyak generasi tidak pernah eksis. Melalui produksi gender ini beserta perluasannya yang konstan, mulai berkembanglah fondasi-fondasi budaya dan mentalitas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dibatas-batasi seperti ini, perempuan, meski belum sepenuhnya dipasifkan, mulai didefinisikan sebagai pasif. Seperti halnya alam, sebagai nilai yang dijadikan sumber untuk diproduksi; yang menunggu penyuburan dan pengaktifan dari luar tubuhnya. Perempuan mengalami pelepasan otonomi dan kesetaraan yang relatif di dalam suku-suku kecil yang bersifat nomadik dan anarkik menjadi kediaman-kediaman yang besar, kompleks, dan dikontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitologi dan agama, sebagai kompensasi-kompensasi dari masyarakat yang terpilah-pilah, bersaksi atas direduksinya posisi perempuan. Dalam cerita Yunani versi Homer, tanah kosong (yang belum didomestikasi oleh budaya bercocok-tanam), kediaman Calypso asal Circa, Sirens yang menggoda Odysseus untuk meninggalkan kerja-kerja peradaban, dikatagorikan sebagai feminin. Baik tanah dan perempuan, sekali lagi, menjadi subjek dominasi. Namun imperialisme semacam ini mengkhianati asal muasal rasa bersalah, sebagaimana hukuman bagi mereka yang berkaitan dengan domestikasi dan teknologi, di dalam dongeng-dongeng Promotheus dan Sisifus. Proyek agrikultur di banyak tempat, menjadi semacam pelanggaran; seperti halnya pemerkosaan di dalam cerita-cerita Demeter. Seiring lewatnya waktu dan kekalahan-kekalahan , hubungan-hubungan ibu dan anak perempuan di dalam mite Yunani—seperti cerita-cerita Demeter-Kore, Clytemnestra-Iphigenia, Jocastra-Antigone, misalnya—mulai hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Kitab Kejadian (Genesis), bagian awal dari Alkitab, perempuan lahir dari rusuk pria. Kejatuhan (baca: keterusiran) dari Taman Eden merepresentasikan kematian kehidupan berburu dan berkumpul, pemaksaan menuju agrikultur dan kerja-kerja keras. Tentunya, semua itu disalahkan pada Hawa (Eve), yang menjadi stigma dari Kejatuhan ini.28 Cukup ironis memang, di dalam cerita tersebut domestikasi terasa seperti rasa takut dan penolakan terhadap sifat alam dan perempuan, sementara mite Eden, dalam kenyataannya, justru menyalahkan korban utama dari skenarionya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agrikultur adalah penaklukan yang mengisi lahirnya formasi dan berkembangnya gender. Terlepas dari adanya figur-figur dewi-dewi, yang dijadikan sebagai lambang kesuburan, secara general budaya Neolitikum sangatlah menjunjung tinggi kejantanan. Melalui dimensi-dimensi emosional maskulinisme, sebagaimana yang dilihat Cauvin, domestikasi hewan-hewan mestilah datang, secara prinsipal, dari inisiatif kaum pria.29 Semenjak itu pemisahan dan tekanan pada kekuasaan mulai hadir bersama kita; ekspansi daerah-daerah, misalnya, di mana energi pria menundukan sifat alami perempuan mulai diperluas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini telah mencapai proporsinya yang dashyat, dan dari segala sisi kita diberitahu bahwa kita tidak dapat menghindari hubungan dengan teknologi yang sudah sangat menyeluruh. Namun patriarki, juga, ada di mana-mana, dan sekali lagi inferioritas alam dipertahankan. Untungnya, ”banyak kaum feminis”, menurut Carol Stabile, percaya bahwa “penolakan terhadap teknologi, secara fundamental, sangatlah identik dengan penolakan terhadap patriarki.”30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kaum feminis lain yang mengklaim bahwa bagian dari sumber-sumber teknologi, mengakui adanya suatu “pelepasan dari tubuh” secara virtual, cyborg (organisme sibernetik) dan sejarah penaklukan gendernya. Namun titik berangkat semacam ini salah kaprah, suatu pelupaan akan keseluruhan angkutan dan logika menindas dari institusi yang menciptakan patriarki. Masa depan high-tech yang mengoyak tubuh ini hanya merupakan unsur dan jalan yang sama destruktifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Freud, menganalisa orang menurut subjek gendernya merupakan sesuatu yang mendasar, baik secara kultural dan psikologis. Namun teori-teorinya mengasumsikan masa yang telah mengekspresikan subjektivitas gender, dan karenanya memicu banyak pertanyaan. Berbagai macam pertimbangan tetap tak terpetakan, seperti halnya gender sebagai suatu ekspresi relasi kekuasaan, dan fakta bahwa manusia datang di dunia sebagai mahkluk biseksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carla Freeman memiliki pertanyaan yang berkaitan di dalam esainya yang berjudul, “Is Local: Global as Feminine: Masculine? Rethinking the Gender of Globalization” .31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis umum modernitas berakar pada imposisi gender. Pemisahan dan ketidaksetaraan dimulai pada periode lahirnya budaya simbolik, yang pada tingkatan lanjutnya menjadi sesuatu yang menentukan seperti halnya dengan domestikasi dan peradaban: patriarki. Hierarki gender tidak dapat direformasikan seperti halnya sistem kelas atau globalisasi. Tanpa konsep pembebasan perempuan yang benar-benar radikal, kita akan terjebak di dalam pengecohan dan pengudungan yang sekarang ini telah menjadi hasil yang menakutkan di manapun. Keseluruhan orisinal ketiadaan gender (genderlessness) mungkin bisa menjadi prasyarat bagi penyelamatan kita. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak kaki:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;a. John Zerzan, lahir pada 1943 di Oregon. Ia menamatkan pendidikan B.A pada Universitas Stanford dalam disiplin Ilmu Politik (1962-1966), mendapatkan magister dalam bidang kajian Sejarah dari Universitas Negeri San Fransisco (1970-1972), dan menempuh pendidikan Ph.D di Universitas California Selatan (1972-1975). Zerzan merupakan seorang anarkis dan filosof primitivis, dan profilik dalam penulisan. Ada empat karya yang menjadi magnum opusnya, yakni Elements of Refusal (1988), Future Primitive and Other Essays (1994), Against Civilization: A Reader (1998) dan Running on Emptiness (2002). Kegiatannya banyak berkonsentrasi pada kritik peradaban. Ia mengkaji secara mendalam mengenai pola kehidupan manusia prasejarah. Selain, itu sangat aktif dalam gerakan-gerakan anarkis yang ada.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Naskah ini diterjemahkan oleh Ernesto Setiawan, kemudian diperiksa ulang serta disunting dengan merujuk naskah aslinya oleh Hardiansyah Suteja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Camille Paglia. 1990. Sexual Personae: Art and Decadence from Nefertiti to Emily Dickinson. New Haven: Yale University Press: New Haven. hal. 38.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ursula Le Guin. 1989. "Women/Wildness," dalam Judith Plant (ed.) Healing the Wounds. Philadelphia: New Society. hal. 45.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sherry B. Ortner. 1996. Making Gender: the Politics and Erotics of Culture. Boston: Beacon Press. hal. 24. Lihat juga Cynthia Eller. 2000. The Myth of Matriarchal Prehistory: Why an Invented Past Won’t Give Women a Future. Boston: Beacon Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Sebagai contoh, Adrienne L. Zihlman dan Nancy Tanner. 1978. "Gathering and Hominid Adaptation" dalam Lionel Tiger and Heather Fowler (ed.). Female Hierarchies. Chicago: Beresford); Adrienne L. Zihlman. 1978. "Women in Evolution," Signs 4; Frances Dahlberg. 1981. Woman the Gatherer New Haven: Yale University Press; Elizabeth Fisher. 1979. Woman’s Creation: Sexual Evolution and the Shaping of Society. Ga.rden City NY: Anchor/ Doubleday.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; James Steele dan Stephan Shennan (ed.). 1995. The Archaeology of Human Ancestry. New York: Routledge. hal. 349. juga M. Kay Martin and Barbara Voorhies. 1975. Female of the Species. New York: Columbia University Press, hal 210-211.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leacock merupakan salah satu yang paling ngotot di antara semuanya, dengan mengatakan bahwa apapun bentuk dari dominasi pria yang ada dalam masyarakat tersebut yang bertahan, disebabkan oleh efek dominasi kolonial. LIhat Eleanor Burke Leacock. 1978. "Women’s Status in Egalitarian Society" dalam Current Anthropology 19; dan Eleanor Burke Leacock. 1981. Myths of Male Dominance. New York: Monthly Review Press. Lihat juga "Powerful Women and the Myth of Male Dominance in Aztec Society" karya S. dan G. Cafferty Archaeology from Cambridge 7 (1988).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joan Gero dan Margaret W. Conkey (ed.). 1991. Engendering Archaeology. Cambridge MA: Blackwell; C.F.M. Bird. 1993. "Woman the Toolmaker" dalam Women in Archaeology. Canberra: Research School of Pacific and Asian Studies.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Claude Meillasoux. 1981. Maidens, Meal and Money. Cambridge: Cambridge University Press, hal. 16.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rosalind Miles. 1986. The Women’s History of the World. London: Michael Joseph. hal. 16.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zubeeda Banu Quraishy. 2000. "Gender Politics in the Socio-Economic Organization of Contemporary Foragers" dalam Ian Keen dan Takako Yamada (ed.). Identity and Gender in Hunting and Gathering Societies. Osaka: National Museum of Ethnology. hal. 196.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jane Flax. 1983. "Political Philosophy and the Patriarchal Unconscious " dalam Sandra Harding dan Merrill B. Hintikka (ed.), Discovering Reality. Dortrecht: Reidel. hal. 269-270.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lihat Patricia Elliott. 1991. From Mastery to Analysis: Theories of Gender in Psychoanalytic Feminism. Ithaca: Cornell University Press. e.g. hal. 105.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alain Testart. 1989. "Aboriginal Social Inequality and Reciprocity" dalam Oceania 60. hal. 5.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salvatore Cucchiari. 1984. "The Gender Revolution and the Transition from Bisexual Horde to Patrilocal Band" dalam Sherry B. Ortner dan Harriet Whitehead (ed.) Sexual Meanings: The Cultural Construction of Gender and Sexuality. Cambridge UK: Cambridge University Press. hal. 36. Essay ini sangatlah penting.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Olga Soffer. 1992. "Social Transformations at the Middle to Upper Paleolithic Transition" dalam Günter Brauer dan Fred H. Smith (ed.) Replacement: Controversies in Homo Sapiens Evolution. Rotterdam: A.A. Balkema. hal. 254.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Juliet Mitchell. 1984. Women: The Longest Revolution. London: Virago Press. hal. 83.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cucchiari. op.cit.. hal. 62.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Robert Briffault. 1931. The Mothers: the Matriarchal Theory of Social Origins. New York: Macmillan. hal. 159.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Theodore Lidz &amp;amp; Ruth Williams Lidz. 1998. Oedipus in the Stone Age. Madison CT: International Universities Press. hal. 123.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elena G. Fedorova. 2000. "The Role of Women in Mansi Society" dalam Peter P. Schweitzer pada Megan Biesele dan Robert K. Hitchhock (ed.) Hunters and Gatherers in the Modern World. New York: Berghahn Books. hal. 396.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Steven Harrall. 1997. Human Families. Boulder CO: Westview Press. hal. 89. "Contoh-contoh hubungan antarritual dan ketidaksetaraan di dalam masyarakat forager tersebar luas,” menurut Stephan Shennan pada "Social Inequality and the Transmission of Cultural Traditions in Forager Societies" dalam Steele and Shennan (ed.). op.cit.. hal. 369.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gayle Rubin. 1979. "The Traffic in Women" dalam Toward an Anthropology of Women. New York: Monthly Review Press. hal. 176.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meillasoux. op.cit.. hal 20-21.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disebut oleh Indra Munshi. 2003. "Women and Forest: A Study of the Warlis of Western India," dalam Govind Kelkar, Dev Nathan dan Pierre Walter (ed.) Gender Relations in Forest Societies in Asia: Patriarchy at Odds. New Delhi: Sage. hal. 268.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joel W. Martin. 1991. Sacred Revolt: The Muskogees’ Struggle for a New World. Boston: Beacon Press. hal 99, 143.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The production of maize, one of North America’s contributions to domestication, "had a tremendous effect on women’s work and women’s health." Women’s status "was definitely subordinate to that of males in most of the horticultural societies of [what is now] the eastern United States" by the time of first European contact. The reference is from Karen Olsen Bruhns and Karen E. Stothert. 1999. Women in Ancient America. Norman: University of Oklahoma Press. p. 88. Also, for example, Gilda A. Morelli. 1997. "Growing Up Female in a Farmer Community and a Forager Community" in Mary Ellen Mabeck, Alison Galloway and Adrienne Zihlman (ed.). 1997. The Evolving Female. Princeton: Princeton University Press: "Young Efe [Zaire] forager children are growing up in a community where the relationship between men and women is far more egalitarian than is the relationship between farmer men and women" (p. 219). See also Catherine Panter- Brick and Tessa M. Pollard. 1999. "Work and Hormonal Variation in Subsistence and Industrial Contexts" in C. Panter-Brick and C.M. Worthman (ed.). Hormones, Health, and Behavior. Cambridge: Cambridge University Press, in terms of how much more work is done, compared to men, by women who farm vs. those who forage.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Etoro people of Papua New Guinea have a very similar myth in which Nowali, known for her hunting prowess, bears responsibility for the Etoros’ fall from a state of well-being. Raymond C. Kelly. 1993. Constructing Inequality. Ann Arbour: University of Michigan Press. p. 524.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jacques Cauvin. 2000. The Birth of the Gods and the Origins of Nature. Cambridge: Cambridge University Press. p. 133.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Carol A. Stabile. 1994. Feminism and the Technological Fix. Manchester: Manchester University Press. p. 5.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Carla Freeman. 2001. "Is Local:Global as Feminine:Masculine? Rethinking the Gender of Globalization"dalam Signs 26.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-653190438681471788?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/653190438681471788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/patriarki-peradaban-dan-asal-usul_7355.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/653190438681471788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/653190438681471788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/patriarki-peradaban-dan-asal-usul_7355.html' title='Patriarki, Peradaban, Dan Asal-Usul Gender¹'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-D_Q1TQZa7y8/TbMq3UtKh8I/AAAAAAAAAFk/bDdU1K_MySo/s72-c/Patriarki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-5389117416476769113</id><published>2011-04-05T11:30:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T12:08:18.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uncivilized'/><title type='text'>Bagaimana Mengorganisir Insureksi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-sP-fb5BTO7I/TZtoI2fPYXI/AAAAAAAAAEc/5XwxBwwIRmI/s1600/P1270282.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-sP-fb5BTO7I/TZtoI2fPYXI/AAAAAAAAAEc/5XwxBwwIRmI/s400/P1270282.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592177863585390962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"\@MS Gothic";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Bagaimana aksi dikoordinasikan di dalam kota? Antar kota? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada ratusan kelompok affiniti yang kecil dan sangat dekat—kelompok-kelompok yang berdasarkan persahabatan yang sudah lama yang disertai dengan 100 persen kepercayaan—dan kelompok-kelompok yang lebih besar, seperti orang-orang yang berasal dari tiga squat besar di Athena dan tiga dari Thessaloniki. Ada lebih dari 50 &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;social centre &lt;/i&gt;(pusat sosial), dan ruang-ruang anarkis di universitas-universitas; juga, Antiauthoritarian Movement (Pergerakan Antiotoritarian) mempunyai grup di setiap kota besar, dan ada jejaring affiniti blok hitam yang aktif di setiap kota di Yunani, yang berdasarkan relasi personal dan berkomunikasi via surat dan telepon. Bagi mereka semua, Indymedia sangatlah penting sebagai titik strategis untuk mengumpulkan dan berbagi informasi yang berharga—di tempat terjadi konflik, di tempat polisi berada, di mana para polisi rahasia sedang melakukan penangkapan, apa yang sedang terjadi dimana saja tiap menit; juga berguna di level politis, untuk mempublikasikan pengumuman dan ajakan untuk melakukan demonstrasi dan aksi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tentu, kita tidak dapat melupakan bahwa di dalam praktiknya, koordinasi banyak dilakukan melalui kontak antar teman via telepon genggam; itu juga yang banyak dipakai oleh pelajar untuk mengkoordinasikan inisiatif, demonstrasi, dan aksi langsung. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Struktur-struktur macam apa yang tampak? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap jenis kelompok kecil yang berupa relasi pertemanan membuat keputusan-keputusan spontan di jalan-jalan, merencanakan aksi dan melakukannya sendiri dalam atmosfir yang rusuh dan tidak terkontrol; ribuan aksi terjadi di waktu yang bersamaan dimana saja di seluruh negeri…&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap sore ada Dewan Umum di setiap sekolah-sekolah yang diduduki, gedung-gedung yang diduduki, dan universitas yang diduduki…&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Indymedia digunakan untuk mengkoordinasikan aksi dan melakukan pemberitahuan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Partai-partai komunis juga mengorganisir konfederasi pelajar mereka&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan juga federasi yang berpengaruh diorganisir oleh teman-teman Alexis yang mengorganisir pelajar untuk melakukan demonstrasi dan aksi, pendudukan sekolah-sekolah, dan melakukan pemberitahuan dari perjuangan pelajar. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Apakah ada struktur-struktur yang sudah ada yang dipakai oleh orang-orang untuk mengorganisir? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi para pelajar baru yang baru pertama kali berada di jalanan, dan juga para imigran yang berpartisipasi, telepon sangatlah cukup; hal ini menghasilkan elemen yang rusuh dan tak terduga dari situasi-situasi. Di sisi lain, bagi kaum anarkis dan antiotoritarian, Dewan Umum (General Assembly) merupakan alat pengorganisiran yang telah digunakan selama 30 tahun di dalam setiap gerakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap kelompok affiniti, squat, pusat sosial, universitas yang diduduki, dan organisasi lainnya mempunyai Dewan Umum mereka sendiri juga. Partisipan-partisipan lainnya termasuk organisasi kiri dan ruang-ruang politis anarkis di universitas. Selama terjadinya pertempuran, banyak blog baru muncul, dan jejaring koordinasi antar pelajar Smu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Orang-orang dari latarbelakang apasaja yang berpartisipasi di dalam aksi? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mayoritasnya adalah anarkis, setengahnya orang-orang tua, beberapa dari mereka beresiko dipenjara akibat aksi-aksi mereka terdahulu. Disamping mereka terdapat ribuan anak sekolah yang berumur dari 16-18 tahun. Bersebelahan dengan mereka adalah kelompok imigran, ribuan mahasiswa, banyak dari anak-anak kaum gipsi melakukan balas dendam atas represi sosial dan rasisme terhadap mereka, juga kaum revolusioner tua yang berasal dari perjuangan-perjuangan sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Bentuk-bentuk berbeda macam apa yang dilakukan selama aksi? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menghantam kaca, menjarah, dan membakar merupakan aksi utama yang banyak digunakan oleh orang-orang. Mereka sering menyerang distrik pusat perbelanjaan mewah, membuka toko-toko mewah, mengambil segala sesuatu dari dalamnya, dan membakarnya guna melakukan tindakan kontra terhadap lemparan gas air mata. Banyak yang membalikkan mobil untuk dijadikan barikade, menjaga agar polisi berada di jarak yang cukup jauh hingga kemudian menciptakan area-area yang terbebaskan. Polisi menggunakan lebih dari 4600 bom gas air mata—hampir sebanyak 4 ton—namun orang-orang membuat banyak aksi membakar, cukup untuk menjaga area-area agar dapat bernafas ditengah negara yang sedang melancarkan peperangan kimia terhadap masyarakat. Ketika ribuan orang sadar kalau asap hitam dapat menetralkan asap putih dari gas air mata, mereka menggunakan taktik membakar apasaja sebagai perlindungan atas gas air mata. Taktik lainnya termasuk membongkar bata dari jalanan dengan palu, untuk menghasilkan ribuan batu bagi masyarakat sebagai bahan untuk dilempar; dan tentunya, inisiatif personal untuk menghasilkan dan melempar bom molotov. Taktik terakhir ini biasanya digunakan untuk memaksa agar polisi anti huru-hara takut dan menghargai para demonstran, dan juga sebagai cara untuk mengkontrol ruang dan waktu untuk menyerang dan melarikan diri. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menyerang dengan menggunakan tongkat, batu dan molotov dilancarkan terhadap banyak bank, kantor polisi, dan mobil-mobil polisi di seantero negeri. Di kota-kota yang lebih kecil, bank-bank dan polisi merupakan target utama, sebagaimana masyarakat yang tidak terlalu besar dan hubungan langsung melarang untuk menyerang toko-toko, dengan pengecualian beberapa franchise-nya perusahaan multinasional. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ratusan pendudukan simbolis dilakukan di berbagai bangunan publik, kantor-kantor pemerintahan, kantor layanan publik, teater-teater, stasiun tv, radio, dan bangunan-bangunan lainnya yang dilakukan oleh 50-70 orang. Juga terjadi banyak aksi sabotase simbolis dan blokade jalanan, jalan tol, kantor-kantor, stasiun metro, dan seterusnya, biasanya ditemani oleh distribusi ribuan pamplet untuk masyarakat di sekitar area tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap harinya ada protes-protes diam, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;art-&lt;/i&gt;happening, dan aksi-aksi nonkekerasan di depan parlemen dan setiap kota. Banyak dari aksi ini diserang secara brutal oleh polisi, yang menggunakan gas air mata dan menangkap orang-orang. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kaum kiri mengorganisir konser di ruang-ruang publik dengan partisipasi band-band bawah tanah juga beberapa bintang pop yang memiliki kesadaran politis. Yang terbesar di Athena melibatkan lebih dari 40 artis dan menarik sebanyak 10.000 orang. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demonstrasi pelajar yang terkontrol diorganisir oleh Partai Komunis. Banyak dari demonstrasi ini tidak terlalu menarik partisipasi dibanding dengan demonstrasi-demonstrasi pelajar yang rusuh dan spontan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Berapa banyak partisipan di dalam aksi ini yang terlibat dalam aksi-aksi serupa sebelumnya? Seberapa banyak menurutmu aksi ini merupakan yang pertama bagi mereka? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ribuan orang yang terlibat merupakan anarkis-insureksionis, antiotoritarian, dan otonomis libertarian; setengah dari mereka merupakan kaum anarkis yang lebih tua yang hanya turun ke jalan bila terjadi perjuangan yang penting; sebagaimana banyak dari mereka sudah pernah dikenai hukuman. Juga ada ribuan anak muda yang teradikalisasi selang tiga tahun terakhir dalam perjuangan-perjuangan sosial seperti tuntutan untuk Jaminan Sosial dan perjuangan menentang privatisasi pendidikan, dan juga demonstrasi spontan besar-besaran ketika terjadi pembakaran dari hampir 25 persen area alami di Yunani selama musim panas 2007. Kami memperkirakan ada sekitar 30 persen orang yang baru pertama kali melakukan kerusuhan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Tak-tik macam apa yang digunakan ketika aksi sebelumnya di Yunani? Apakah taktik semacam ini berjalan sehaluan dengan pemberontakan ini? Jika benar, bagaimana itu bisa terjadi? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Banyak taktik yang digunakan dalam perjuangan ini telah digunakan sejak lama di Yunani. Apa yang paling penting dari kebaharuan karakteristik dari perjuangan ini merupakan aksi-aksi yang muncul dengan tiba-tiba di seluruh negeri.&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembunuhan seorang anak muda di area terpenting bagi aktivitas anarkis memprovokasikan reaksi yang cepat; selang lima menit kematiannya, sel-sel kaum anarkis di berbagai penjuru diaktifkan. Dalam beberapa kasus, para polisi terlambat tahu dari kaum anarkis perihal alasan kenapa mereka menghadapi serangan dari orang-orang. Bagi masyarakat Yunani, merupakan suatu kejutan bahwa mayoritas anak muda di negeri ini mengadopsi taktik “kekerasan anarkis, memecahkan dan membakar,” namun ini merupakan hasil dari pengaruh aksi dan ide anarkis yang telah ditunjukan kepada masyarakat Yunani selama empat tahun terakhir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Apakah terjadi konflik antara partisipan aksi?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Partai Komunis memisahkan diri dari para anarkis dan kaum kiri, dan mengorganisir demonstrasi yang terpisah. Juga, pengumuman yang dilakukan oleh Partai Komunis di media koporat, pidato mereka di parlemen, propaganda negatif mereka terhadap setiap organisasi kiri membuktikan bahwa mereka merupakan musuh dari setiap usaha untuk perubahan sosial. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Apa opini dari “masyarakat umum” mengenai aksi ini? &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa yang disebut sebagai “masyarakat umum” selama suatu periode tele-demokrasi merupakan sesuatu yang butuh banyak didiskusikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara umum, bila berbicara, “masyarakat umum” ketakutan ketika TV berkata bahwa kami “membakar toko-toko orang miskin,” tapi orang-orang juga tahu toko-toko macam apa yang berdiri di distrik-distrik mahal tempat terjadi kerusuhan; mereka ketakutan ketika TV berkata bahwa kaum imigran yang marah turun ke jalan dan menjarah, tapi mereka juga tahu kalau imigran itu kaum yang miskin dan putus-asa, dan juga bahwa hanya sebagian kecil dari mereka yang turun ke jalan. Banyak seniman (artis), teoritisi, sosiolog, dan tokoh-tokoh publik lainnya yang menawarkan penjelasan mengenai pemberontakan yang terjadi, dan banyak dari mereka cukup bermanfaat bagi tujuan kami; beberapa diantara mereka barangkali terjebak oleh keinginan mereka untuk berpartisipasi dalam semangat jaman, sementara yang lainnya memanfaatkan situasi untuk secara jujur menyatakan ide-ide mereka. “Masyarakat umum” marah terhadap pembunuhan atas seorang anak muda berumur 15 tahun oleh polisi, dan mereka semakin membenci polisi, tak ada seorangpun yang menyukai polisi. Mayoritas orang “normal” Yunani tidak mempercayai pemerintahan sayap kanan sekarang ini atau pemerintahan sosialis yang kemarin (dan mungkin masa depan), dan mereka tidak menyukai polisi, toko-toko mahal, atau bank.&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekarang opini publik yang baru hadir menawarkan setiap justifikasi etis maupun sosial dari pemberontakan. Bila kemarin cukup sulit untuk memerintah Yunani, sekarang akan semakin sulit. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Seberapa penting konteks kejadian ini dengan kenangan kediktatoran yang pernah terjadi di Yunani? Bagaimana hal tersebut memengaruhi opini masyarakat luas dan aksi dalam kasus ini?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di 1973, anak muda merupakan satu-satunya yang mengambil resiko untuk memberontak melawan kediktatoran yang telah berjalan selama tujuh tahun; meski ini bukan merupakan satu-satunya perjuangan untuk mengakhiri kediktatoran, hal ini menjadi ingatan bersama bahwa pelajar menyelamatkan Yunani dari kediktatoran dan dominasi Amerika Serikat. Merupakan suatu kepercayaan umum bahwa anak muda akan mengambil resiko bagi manfaat semuanya, dan hal ini menghasilkan suatu harapan dan toleransi terhadap aksi-aksi pelajar. Sudah tentu, cerita ini sekarang sudah menjadi cerita usang dan meski telah menginspirasikan latarbelakang pertempuran, hal tersebut tidak disebut sebagai titik acuan dari konflik ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengaruh lainnya datang dari perjuangan pelajar 1991 dan 1995 yang menentang privatisasi pendidikan, yang sukses dalam merubah rencana pemerintah dan menyelamatkan pendidikan publik sampai sekarang ini. Juga, pemberontakan tahun 2007 barangkali merupakan puncak dari gerakan anarkis di Yunani sampai sekarang, sebagaiman itu menghadirkannya ke seluruh negeri dan dengan pengaruh yang besar bagi aksi-aksi dan slogan serta ide-ide dari mayoritas masyarakat; namun perjuangan pelajar sebelumnya, khususnya di Athena 1991 menunjukannya lebih tampak dan umum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Apa menurutmu kemerosotan ekonomi merupakan faktor yang penting dari kejadian ini sebagaimana yang didengungkan oleh media korporat? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak-anak muda dari area-area kaya di Athena juga menyerang stasiun polisi di area mereka, jadi bahkan kaum perang kelas (class war) Marxis memiliki kesulitan yang serius untuk menjelaskan apa yang terjadi: separasi antara yang kaya dan miskin tidak terlalu menjadi pengaruh selama solidaritas yang sudah ada sejak lama dan partisipasi dalam perjuangan akan kesetaran dan keadilan sosial. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sisi lain, orang Yunani antara umur 25 dan 35 tidak dapat memiliki anak dan keluarga, karena ekonomi. Yunani merupakan negara yang berpenduduk jarang di seantero Eropa. Namun kita tidak membicarakannya di sini sebagai penyebab pemberontakan. Anak muda marah dan mereka membenci polisi, sinisme kapitalis, dan pemerintahan dalam cara yang alamiah serta instingtual yang tidak perlu penjelasan maupun agenda politis. Media lokal berusaha tidak mendiskusikan kondisi sosialnya lebih dalam tidak seperti yang diberitakan oleh media-media Inggris, Perancis, atau Amerika. Stasiun tv lokal berusaha membuat kebohongan mengenai “pemakai topeng” tukang rusuh yang tidak punya ide maupun identitas sosial, disebabkan oleh pengaruh moral kaum anarkis yang sangat kuat di masyarakat ini dan bila mereka mulai untuk berbicara serius mengenai ide kami di televisi, masyarakat dapat meledak. Terkecuali beberapa program TV dan surat kabar-surat kabar, kebanyakan media massa berusaha untuk memisahkan isu ekonomi dari pemberontakan yang rusuh tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahkan kaum kiri yang berasal dari generasi Mei 68’, ketika mereka berbicara pada media, mereka berkata bahwa kerusuhan dan perusakkan tersebut bukanlah ekspresi politis dari kebutuhan dan harapan masyarakat—bahwa kaum anarkis dan anak muda tidak punya kemampuan untuk mengekspresikan agenda politis, dan masyarakat butuh perwakilan politis yang lain. Sudah tentu, semua itu tidak mempunyai pengaruh kuat terhadap anak muda yang akan berpartisipasi di dalam perjuangan sosial ke depan, sebagaimana setelah perjuangan ini eksis tegangan yang tinggi dan jarak yang begitu hebat antara anak muda dan setiap jenis otoritas kepemimpinan politis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Motivasi-motivasi apa, selain kemarahan terhadap polisi dan ekonomi, menurutmu yang membuat masyarakat berpartisipasi? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kebutuhan personal dan kolektif akan petualangan; kebutuhan untuk berpartisipasi membuat sejarah; kekisruhan negasi dari setiap bentuk politik, partai politik, dan ide-ide politik yang “serius”; gap kultural untuk membenci setiap jenis bintang TV, sosiolog, atau ahli yang mengklaim menganalisamu sebagai suatu fenomena sosial, kebutuhan untuk eksis dan didengar sebagai dirimu sendiri; antusiasme menghantam otoritas dan memperolok para polisi anti huru-hara, kekuatan di dalam hatimu dan api di genggaman tanganmu, pengalaman hebat dari pelemparan molotov dan batu kepada polisi di depan parlemen, di tempat-tempat perbelanjaan mewah, atau di kota kecilmu yang tenang, di desamu, di lapangan kampungmu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Motivasi-motivasi lainnya termasuk hasrat kolektif untuk merancang aksi dengan teman-teman baikmu, membuatnya menjadi nyata, dan selanjutnya mendengar orang-orang yang menuturkan aksi tersebut selayaknya cerita yang heat yang mereka dengar dari orang lain; antusiasme dari membaca aksi-aksi yang kau lakukan bnersama temanmu di koran atau program TV dari sisi planet lainnya; rasa bertanggung jawab yang kau miliki untuk menghasilkan cerita-cerita, aksi-aksi, dan perencanaan yang akan menjadi contoh global bagi perjuangan di masa datang. Juga sensasi berpesta dengan merusakkan toko-toko, mengambil produknya dan membakarnya, melihat janji palsu dan impian kapitalisme terbakar di jalanan; kebencian terhadap setiap bentuk otoritas; kebutuhan untuk mengambil bagian dalam seremoni pembalasan dendam kolektif atas kematian Alexis di seluruh negeri; kebutuhan untuk membuat pesan yang kuat terhadap pemerintah bahwa bila kekerasan polisi meningkat, kita memiliki kekuatan untuk melawan balik dan masyarakat akan meledak—kebutuhan untuk mengirim pesan langsung pada masyarakat bahwa segala sesuatu harus bangun, dan sebuah pesan pada otoritas bahwa mereka harus menganggap kami dengan serius karena kami ada di mana-mana dan kami datang untuk mengubah semuanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Apakah partai-partai politik sukses dalam mengkooptasi energi dari pemberontakan? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam angka yang “sebenarnya”, kaum sosialis suporternya meningkat di atas pemerintahan sayap kanan, memperoleh delapan persen; “kaum komunis Forum Sosial Eropa” kehilangan satu persen meski mereka menolong pemberontakan, namun mereka masih berada di posisi ketiga dengan suara 12 persen; Partai Komunis 8 persen, neo-fasis Nasionalis 4.5 persen, dan Partai Hijau stabil dengan 3.5 persen suara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menarik bila mengamati bahwa para pemimpin Sosialis sekarang tampaknya menjadi yang pertama dalam “kemampuannya untuk memerintah negeri” setelah bertahun-tahun kalah populer dari perdana menteri sayap kanan. Kerusuhan telah mempengaruhi kancah perpolitikan: partai-partai politik tampaknya susah untuk menjelaskan atau bereaksi pada kekerasan yang masif dan partisipasi dari setiap level masyarakat. Pengumuman-pengumuman mereka tampak tidak relevan dari apa yang telah terjadi. popularitas mereka menurun secara dramatis bagi generasi muda, yang tidak melihat logika dan politik dari partai politik dan tidak merasa direpresentasikan oleh mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Bagian apa yang dipegang oleh kaum anarkis di dalam memulai dan melanjutkan aksi? Seberapa jelas partisipasi mereka dilihat oleh masyarakat? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selang beberapa tahun terakhir, kaum anarkis telah menciptakan sebuah jejaring komunitas, grup, organisasi, squat, dan pusat sosial di hampir seluruh kota-kota besar di Yunani. Banyak yang tidak menyukai satu sama lain, sebagaimana banyak sekali perbedaan yang ada antar tiap grup dan individu. Meskipun begitu semua perbedaan tersebut membantu pergerakan, sebagaimana sekarang ini gerakan telah meliputi banyak subyek. Berbagai jenis orang menemukan kamerad-kamerad mereka di gerakan-gerakan anarkis yang berbeda dan semuanya saling mendorong—dalam cara yang positif, kadang antagonistik—untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Komunikasi ini termasuk dengan menciptakan dewan-dewan kampung, berpartisipasi dalam perjuangan sosial, dan merancang aksi yang memiliki arti bagi masyarakat luas. Setelah 30 tahun anarkisme anti-sosial, gerakan anarkis di Yunani sekarang ini, dengan segala problem, batasan, dan konflik internalnya, mempunyai kemampuan untuk melihat keluar dari mikrokosmos anarkis dan mengambil tindakan yang merubah masyarakat secara besar dengan cara-cara yang telah hadir. Sudah tentu, butuh banyak usaha untuk membuat hal ini menjadi umum, namun hari demi hari tak ada seorang pun yang bisa mengacuhkannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk peran dari kaum anarkis di dalam memulai dan melanjutkan aksi…khususnya pada awalnya—Sabtu dan Minggu, 6 dan 7 Desember—dan juga kelanjutannya setelah rabu 10 Desember, kaum anarkis merupakan mayoritas yang melancarkan aksi. Di hari-hari pertengahan, terutama hari senin ketika Armageddon destruktif mengambil tempat, pelajar dan imigran memainkan peranan penting. Namun mayoritas pelajar mendapatkan momen yang gampang setelah satu, dua, atau tiga hari perusakkan, dan kemudian pulang rumah atau menghadiri demonstrasi yang atmosfirnya lebih pasifis. Seperti biasa, kaum imigran harus menghadapi efek balik dari masyarakat lokal, dan mereka takut untuk kembali ke jalanan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi 20,000 anarkis di Yunani yang memulainya, dan melanjutkannya ketika setiap orang kembali ke normalitas. Dan kami harus memberitahu bahwa rasa takut untuk kembali menuju normalitas telah membantu kami untuk memperpanjang pertempuran hingga sepuluh hari lebih, menaruh diri kami dalam bahaya yang hebat sebagaimana aksi pembalasan dendam dari pembunuhan sahabat kami berubah, di dalam fantasi kami, menjadi persiapan untuk pemogokan umum. Sekarang masyarkat Eropa tahu sekarang bagaimana wajah dari insureksi sosial, dan bukanlah hal yang sulit untuk merubah dunia dalam beberapa bulan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun kamu butuh orang-orang untuk berpartisipasi dan memainkan peranan mereka. Kaum muda di Yunani mengirim pesan untuk seluruh masyarakat Eropa. Kami menanti respon mereka sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Seberapa tampak kaum anarkis di Yunani secara umumnya? Seberapa serius anarkisme diperlakukan oleh mayoritas masyarakat Yunani? &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kamu bisa bilang kalau baru tiga atau empat tahun sampai sekarang sejak kaum anarkis mulai memperlakukan diri mereka “secara serius” agar kita dapat dilihat serupa oleh masyarakat luas. Hanya sekitar beberapa tahun kami sukses memperluas melampaui batas-batas strategi anti-polisi yang telah mengkarakteristikan usaha kami selama 25 tahun. Menurut strategi tersebut, kami menyerang polisi, mereka menahan orang-orang, dan kami melakukan aksi solidaritas, dan selalu seperti itu. kami butuh 25 tahun untuk bisa lepas dari rutinitas tersebut. Sudah tentu, serangan-serangan anti-polisi dan pertempuran berlanjut, dan solidaritas bagi tahanan semakin kuat dari sebelumnya, dan elemen anti-sosial dalam gerakan anarkis berada dalam kontrol diri dan kami dapat berbicara, peduli, dan beraksi untuk manfaat seluruh masyarakat sekarang, melakukan aksi dan perencanaan yang dapat dipahami lebih jelas oleh setidaknya sebagian dari masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Banyak aksi-aksi, seperti penyerangan terhadap supermarket dan distribusi dari produk-produk yang dicuri kepada masyarakat, menjadi populer dan diterima. Penyerangan terhadap bank-bank, apalagi sekarang yang disertai krisis ekonomi, juga diterima, dan serangan terhadap kantor polisi telah diadaptasi dan digunakan oleh pelajar smu di seluruh negeri. Satu sisi, kami telah menjadi subyek berita 15 hari terakhir. Berbicara secara umum, dengan partisipasi dari perjuangan pelajar dan pekerja dan juga perjuangan ekologis, setiap minggu aksi yang dilancarkan kaum anarkis menarik perhatian dan menawarkan visibilitas pada gerakan anarkis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ini bukan berarti anarkisme telah dipahami dengan serius oleh mayoritas masyarakat Yunani, sebagaimana masih banyak orang percaya pada kebohongan televisi yang menggambarkan kami sebagai “pemakai topeng” dan kriminal, dan juga mayoritas ini tidak memiliki pemahaman bagaimana masyarakat anarkis dapat berfungsi—termasuk banyak anarkis, juga, yang menolak untuk berbicara tentang hal ini! Namun aksi, kritik, dan ide kami memiliki pengaruh yang kuat sekarang pada orang-orang progresif dan kiri. Tidak lagi mungkin untuk mengatakan bahwa kami tidak eksis dan eksistensi kami meradikalisasi mayoritas generasi muda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Apa peranan grup-grup subkultur—seperti punk, squatting, dan sebagainya—dalam membuat pemberontakan menjadi mungkin? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah tahun 93 kami punya kecenderungan yang kuat dalam gerakan anarkis Yunani—yang disertai dengan perkelahian internal yang serius—yang mengeliminasi pengaruh gaya-gaya subkultur di dalam gerakan. Ini berarti tak ada punk, rock, metal, atau apapun identitas anarkis di dalam gerakan anarkis Yunani—kamu bisa menjadi apa saja yang kau inginkan, kau bisa mendengar musik apapun yang kau suka, namun itu bukanlah identitas politis.&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam pertempuran bulan ini, banyak “anak emo” berpartisipasi, dengan kaum hippie dan anak rave, banyak punk, heavy metal, dan juga anak-anak trendy dan pelajar yang menyukai musik Yunani atau apa saja. Itu harus merupakan suatu kesadaran sosial dan politis, kritik sosial dan pemahaman kolektif yang membawamu untuk berpartisipasi dalam gerakan anarkis, dan bukan fesyen. Tentu, sejak 19 tahun terakhir Void Network dan kolektif-kolektif serupa telah memainkan peranan dalam menawarkan introduksi kultural pada ruang-ruang politis radikal. Grup-grup seperti ini mengorganisir even-even politis/kultural, pesta setiap tahun dan memiliki kekuatan untuk menarik ribuan orang dari kultur underground. Meski begitu, Void Network sendiri tidak menciptakan identitas-identitas subkultur, tidak memisahkan subkultur-subkultur yang berbeda, dan berusaha untuk mengorganisir acara-acara yang meliputi hampir semua kultur underground. Memang benar bahwa mayoritas orang di &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;scene&lt;/i&gt; menghadiri dan berpartisipasi dalam acara-acara d.i.y. budaya underground; banyak acara diorganisir setiap bulan di ruang-ruang yang dibebaskan. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Apa yang membuat gerakan anarkis sehat di Yunani? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemisahan identitas politis subkultur membuat orang mengerti bahwa kamu memanggil dirimu seorang anarkis butuh partisipasi, perencanaan, kreativitas, dan tindakan yang lebih serius daripada sekadar memakai baju antikris dan nongkrong di acara-acara punk minum bir dan mengkonsumsi pil-pil hipnotik. Sekarang ada pemahaman bahwa kamu memanggil dirimu anarkis maka kamu harus datang ke demonstrasi, turun ke jalan dengan bendera hitam dan merah-hitam, bersama-sama meneriakan slogan dan memanifestasikan kehadiran anarkis. Juga, kamu harus berpartisipasi dalam dewan-dewan yang berbeda-beda dengan orang-orang untuk merancang aksi-aksi, perencanaan, atau perjuangan yang berbeda untuk dapat memanggil dirimu anarkis. Kamu harus berteman dengan orang-orang yang kamu percaya 100 persen untuk merancang sesuatu yang berbahaya, kamu harus sadar akan apa yang terjadi di dunia agar dapat memutuskan tindakan tepat apa yang harus dilancarkan, kamu harus antusias dan gila, untuk merasakan bahwa kamu dapat melakukan hal-hal yang menakjubkan—kamu harus bersedia memberikan hidupmu, waktumu, tahun-tahunmu dalam perjuangan yang takkan pernah berakhir. Cukup sehat bila kamu tidak punya ekspektasi, karena kamu takkan menjadi kecewa. Kamu tidak berharap untuk menang. Kamu biasa untuk hadir, bertempur, lalu menghilang lagi; kamu mengerti bagaimana menjadi orang yang tak terlihat dan terlihat sebagai kekuatan kolektif; kamu tahu bahwa kamu bukanlah pusat alam semesta; namun kapansaja kamu dapat menjadi pusat dari masyarakatmu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Dalam cara bagaimana menurutmu gerakan anarkis di Yunani dapat&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;menjadi lebih baik dan lebih kuat? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami butuh cara-cara yang lebih bagus untuk menjelaskan ide-ide kami kepada masyarakat. Kami butuh teknik komunikasi politis pada seluruh masyarakat, cara-cara yang lebih baik dan kuat untuk membuat “terjemahan politis” dari aksi kami dan menaruh seluruh perjuangan dalam konteks sosial. Dalam tele-demokrasi, di mana politisi tidak lebih dari bintang televisi, penolakan kami untuk berkomunikasi melalui media massa merupakan sesuatu yang sehat, namun kami perlu cara-cara untuk melampaui “realitas konsensus” ini, propaganda media terhadap kami, dan menemukan cara untuk menjelaskan tujuan-tujuan aksi kami pada masyarakat. Selama acara-acara TV “eksis” dan apasaja yang tidak hadir dalam TV “tidak eksis”, kami akan senantiasa berada disitu dengan ide-ide gila kami, dan aksi-aksi berbahaya dan pertempuran jalanan untuk menghancurkan normalitas program TV, kami akan menggunakan iklan negatif dari aksi kami untuk menculik setiap fantasi dan impian dari masyarakat. Tapi bagaimana kami menjelaskan ide-ide positif ke semua orang? Bagaimana kami membantu orang-orang untuk tidak mempercayai media? Bagaimana kami melakukan kontak dengan jutaan orang? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Butuh jutaan poster dan pamplet gratis, yang disodorkan tangan ke tangan di jalan-jalan; butuh jutaan undangan untuk demonstrasi dan partisipasi dalam perjuangan sosial; butuh lebih banyak jasa layanan publik yang gratis di sektor-sektor yang tidak disediakan pemerintah—doktor-doktor dan guru anarkis gratis, makanan gratis, akomodasi gratis, informasi, budaya underground, dan seterusnya—yang dapat membawa orang lebih dekat kepada ide kami. Juga butuh lebih banyak squat dan pusat sosial. Jika kamu bisa membuat squat, maka itu lebih baik, bahkan bila itu tidak memungkinkan di kotamu, sewalah gedung dengan teman-temanmu, atasi masalah birokrasi, bangun kolektif, mulai membentuk dewan, dan taruh bendera merah-hitam atau hitam di pintu masuk. Mulai tawarkan pada orang-orang di kotamu suatu contoh hidup dari sebuah dunia tanpa rasisme, patriarki, atau homofobia, suatu rasa akan kesetaraan, kebebasan, dan respek terhadap perbedaan, sebuah dunia dengan kasih dan saling berbagi. Kami butuh lebih “Autonomia” di dalam insureksionisme gerakan anarkis Yunani, untuk membuatnya bersinar seperti suatu paradigma gelombang baru kehidupan sosial dan memperlihatkan metodologi bertahan hidup yang baik di metropolis ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Seberapa efektif represi polisi di dalam menghentikan gerakan anarkis? Bagaimana orang-orang melawannya? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Impian dan rencana dari kaum insureksionis telah terkabul: suatu gelombang partisipasi telah “melampaui” kaum anarkis, dan untuk hari-hari yang suruh orang-orang telah berjalan dan bertempur di kota tidak seperti yang sudah-sudah, dalam suatu eksistensi ruang dan waktu yang tidak terduga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di hari-hari yang sama, tentunya, mereka akan berhadapan dengan batasan-batasan dari insureksi. Sekarang ini banyak yang terlibat diskusi panjang dalam memperluas pemahaman popular dan menciptakan praktik-praktek, aksi-aksi, dan metode-metode yang akan mencukupi dan memperkaya perjuangan. Represi polisi tidak memainkan peranan penting dalam kesimpulan kerusuhan melainkan hanya kelelahan fisik. Semua dari kami berbagi suatu rasa penyelesaian dan permulaan, dan inilah perasaan yang tak dapat disentuh oleh polisi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Menurutmu apa hasil dari kejadian Desember ini? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perjuangan yang terus berlanjut! Pertempuran demi kesetaran politisi, sosial dan ekonomi yang takkan pernah selesai! Ekspansi konstan dari kebebasan! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ke depan nanti, pemerintah neoliberal Yunani dan seluruh Eropa akan berpikir dua kali sebelum mengimplementasikan setiap jenis perubahan ekonomi dan sosial. Kerusuhan di Athena dan krisis ekonomi mengakhiri sinisme otoritas, bank, dan korporasi, hingga meradikalisasi sebuah generasi baru di Yunani, dan memberikan masyarakat kami suatu kesempatan untuk membuka dialog tentang perjuangan sosial masif di waktu depan nanti. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagaimana slogan bulan Desember 2008 di Athena dan Exarchia berucap: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;KAMI ADALAH BAYANGAN DARI MASA DEPAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;“Jika sesuatu membuat kita takut, maka itu adalah kembali pada normalitas. Karena di setiap jalan-jalan yang telah dirusak dan dihancurkan dari kota kita yang terbakar kita tidak hanya melihat hasil yang lumrah dari kemarahan kita, tapi kemungkinan untuk memulai hidup. Kita tak lagi punya sesuatu yang harus dilakukan selain membuat diri kita berada di dalam kemungkinan ini dan merubahnya menjadi suatu pengalaman yang hidup: dengan berpijak pada keseharian hidup, kreativitas kita, kekuatan kita untuk mematerialisasi keinginan kita, kekuatan kita untuk tidak berpikir tapi untuk mengkonstruksikan yang nyata. Inilah ruang vital kita. Sisanya adalah kematian. “&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraph"  style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri;mso-fareast-font-family:Calibri;mso-hansi- mso-bidi-font-family:Calibri;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pernyataan dari pendudukan Sekolah Ekonomi dan Bisnis Athena&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-5389117416476769113?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/5389117416476769113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/5389117416476769113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/5389117416476769113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_05.html' title='Bagaimana Mengorganisir Insureksi'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sP-fb5BTO7I/TZtoI2fPYXI/AAAAAAAAAEc/5XwxBwwIRmI/s72-c/P1270282.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-7387922336792899719</id><published>2011-04-05T10:47:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T11:28:03.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Die Hard Translator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uncivilized'/><title type='text'>Ketika Tanpa Kekerasan Sama Dengan Bunuh Diri</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9b4-T2c3Uo0/TZtdr0wjZeI/AAAAAAAAAEU/5G76Xt3WfIw/s1600/civilizationdbb12c.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9b4-T2c3Uo0/TZtdr0wjZeI/AAAAAAAAAEU/5G76Xt3WfIw/s400/civilizationdbb12c.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592166369788650978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ted Kacynski&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekarang adalah&lt;span lang="IN"&gt; musim gugur 2025, sistem tekno-industrial telah runtuh s&lt;/span&gt;e&lt;span lang="IN"&gt;tahun yang lalu, tapi &lt;/span&gt;kau &lt;span lang="IN"&gt;dan teman-teman&lt;/span&gt;mu baik-baik saja&lt;span lang="IN"&gt;. Kebun&lt;/span&gt;mu&lt;span lang="IN"&gt; tumbuh dengan subur di musim panas ini dan di pondokmu&lt;/span&gt;,&lt;span lang="IN"&gt; kau memiliki persediaan sayur-sayuran, kacang-kacangan dan bahan makanan lainnya yang dapat dikeringkan akan menjadi bekalmu melalui musim dingin yang &lt;/span&gt;akan&lt;span lang="IN"&gt; tiba. Kini &lt;/span&gt;kau &lt;span lang="IN"&gt;sedang memanen kentang-kentangmu. Dengan sekop, kau dan teman-temanmu mencabut satu kentang setelah yang lainnya dan mecerabut akar umbi dari tanah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tiba-tiba saja temanmu menyikut lenganmu dan kau pun menoleh. Uh-oh. Sekelompok orang mendatangi jalan kecil menuju kebunmu. Mereka bersenjata. Sepertinya mereka sedang bermasalah tetapi kau tetap berdiri tegap. Pemimpin kelompok itu pun berjalan menghampirimu lalu berkata,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kentang-kentang yang kau miliki nampak bagus”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Yeah”, jawabmu. “Kentang-kentang ini memang bagus"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kami datang ke sini untuk mengambilnya” kata pemimpin kelompok tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Akh, persetan dengan kalian!” jawabmu. “Kami menghabiskan musim gugur yang panjang dengan bekerja keras untuk memelihara kentang-kentang ini…”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pemimpin kelompok mengarahkan senapannya tepat ke wajahmu lalu berkata, “---- kau, telaso”. Kepada anggotanya ia menambahkan, “Dick, Ziggy, periksa pondok mereka dan lihat makanan apa saja yang mereka miliki. Kami hanya pindah dan menghabiskan musim dingin di sini. Mick, tangkap wanita jalang ini sebelum ia pergi menjauh. Dia memiliki bokong yang indah. Kita semua akan menggilirnya malam ini”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kau menjadi murka dan mulai berteriak, “Anak sundala’ kau! Kau tak bisa......”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lalu senapan menyalak; BANG! Kau pun mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tanpa kekerasan hanya bekerja ketika kau memiliki polisi untuk melindungimu. Dalam hilangnya perlindungan polisi, tanpa kekerasan sangat dekat dan setara dengan bunuh diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tak &lt;/span&gt;dapat &lt;span lang="IN"&gt;dipungkiri &lt;/span&gt;bahwa &lt;span lang="IN"&gt;hal ini tidaklah begitu tepat pada semua waktu dan tempat. Di antara suku Pygmie di Afrika sebagaimana yang diuraikan oleh Colin Turnbull, kekerasan yang mematikan melawan manusia hampir tak diketahui. Dalam masyarakat pemburu dan peramu nomaden lainnya, orang&lt;/span&gt;-orang&lt;span lang="IN"&gt; kadang kala membunuh seorang lainnya dalam perkelahian, akan tetapi mereka tak pernah menaklukkan teritori atau suku lainnya secara sistematis. Dalam kondisi seperti ini, tanpa-kekerasan tidak inkonsisten dengan kelangsungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tetapi, secara realistis, kondisi tersebut bukanlah kondisi yang akan berlaku jika dan ketika sistem tekno-industrial menjadi kolaps. Terdapat beberapa bagian orang di luar sana: Nazi, Hell’s Angels, &lt;/span&gt;para &lt;span lang="IN"&gt;mafia Ku &lt;/span&gt;K&lt;span lang="IN"&gt;lux Klan… serta banyak kelompok lainnya yang tidak termasuk dan tak dikenali. mereka tidak lenyap saat sistem itu &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;runtuh. Mereka akan selalu berada di sekitar kita. Mereka mungkin berhasil saat menanam makanannya sendiri bahkan jika mereka tidak mencoba ataupun tidak ingin melakukannya oleh karena orang dari tipe yang semacam itu akan lebih banyak menemukan kesenangan untuk mengambil makanan daripada menanam makanan miliknya sendiri. Dan sejak meraka menjadi ganas, mereka mungkin akan membunuhmu atau memperkosamu hanya karena suatu kesenangan dari hal itu, bahkan mereka tidak membutuhkan makananmu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyak orang, bahkan terlalu banyak, yang berada dalam kondisi sekarang merasa tentram dan &lt;/span&gt;seolah-olah–&lt;span lang="IN"&gt;nyaman, mungkin dapat kembali menjadi ganas saat melakukan hal yang tidak-tidak terhadap makanan dan lahan agrikultur yang baik untuk menanam makanan. Kekurangan bahan pangan mungkin bukan menjadi hal penting yang disebut area “miskin” dunia dimana petani masih secara relatif memiliki ketercukupannya sendiri, namun di negara-negara industrial yang sepenuhnya bergantung pada pestisida, pupuk kimia dan bahan bakar bagi traktor (dan banyak hal-hal lain) dimana beberapa orang yang memiliki kemampuan untuk menanam secara efisien, kekurangan makanan pasti menjadi hal yang akut saat sistem ini kolaps.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mari lengkapi asumsi untuk berargumen bahwa negara yang terindustrialkan memilki cukup lahan yang baik untuk ditanami semua orang , dalam terori, akan dapat menanam makanan mereka sendiri dengan metode primitif. Dalam lenyapnya fungsi pemerintah, takkan ada cara untuk mendistribusi penghuni kota di daerah pedalaman dan secara sistematis menentukan bidang tanah sendiri setiap keluarga. Akibatnya, akan ada kekacauan dan kebingungan. Beber&lt;/span&gt;a&lt;span lang="IN"&gt;pa orang akan mencoba mengambil lahan yang terbaik menurut mereka, dan yang lain akan memusuhinya serta perkelahian yang mematikan akan muncul. Grup bersenjata akan mengorganisir dirinya sendiri demi keamanan mereka sendiri ataupun untuk tujuan-tujuan agresif. Jika &lt;/span&gt;kau&lt;span lang="IN"&gt; ingin bertahan hidup dikolapsnya sistem ini, lebih baik &lt;/span&gt;kau&lt;span lang="IN"&gt; mempersenjatai diri sendiri dan bersiap untuk menggunakan senjata dengan efektif. Artinya &lt;/span&gt;kau&lt;span lang="IN"&gt; menjadi siap secara psikis sebagaimana juga secara fisik.&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Bersenjata dan bersiap bertarung untuk pertahanan diri tidak hanya menjadi kondisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan hidupmu sendiri, hal ini akan menjadi tugasmu. Para Nazi’s Hell’s dan Ku Klux Klan tidak akan menjadi musuh yang paling berbahaya bagi kebebasan. Karena orang-orang tersebut tak memilki aturan, kacau dan tanpa hukum, mereka tidak mungkin dapat menciptakan organisasi yang besar dan efisein. Akan jauh lebih berbahaya dengan orang-orang yang menjadi tulang punggung sistem yang ada saat ini, orang yang bisa beradaptasi untuk hidup dalam organisasi-organiasi yang disiplin yaitu: ilmuan-ilmuan borjuis, eksekutif bisnis, birokrat, pegawai-pegawai militer, beberapa polisi dan seterusnya. Orang-orang ini akan berminat untuk mendirikan kembali tatanan dan organisasi serta sistem teknologi secepat mungkin. Metode mereka akan menjadi tidak terlalu kasar ketimbang para Nazi dan Hell’s Angles namun tidak segan-segan untuk mengunakan kekuasaan dan kekerasan saat hal ini menjadi kebutuhan bagi pencapaian tujuan mereka. Kau MESTI bersiap untuk mempertahankan diri secara fisik melawan orang-orang ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="arial" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="arial" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; "&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;Reprinted from Live Wild or Die #8 (2001)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-theme-font:minor-latin;mso-bidi-mso-ansi-language: EN-USfont-family:Arial;" &gt;Manually &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font:minor-latin;mso-hansi-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;Translated &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font:minor-latin;mso-hansi-theme-font:minor-latin;mso-bidi-mso-ansi-language:EN-USfont-family:Arial;" &gt;|&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:minor-latin;mso-hansi-theme-font: minor-latin;mso-bidi-font-family:Arial;"  lang="IN"&gt; Konspirasi Tinjabersayap &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-theme-font:minor-latin;mso-bidi-mso-ansi-language: EN-USfont-family:Arial;" &gt;(Januari 2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-7387922336792899719?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/7387922336792899719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/ted-kacynski-sekarang-adalah-musim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/7387922336792899719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/7387922336792899719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/ted-kacynski-sekarang-adalah-musim.html' title='Ketika Tanpa Kekerasan Sama Dengan Bunuh Diri'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9b4-T2c3Uo0/TZtdr0wjZeI/AAAAAAAAAEU/5G76Xt3WfIw/s72-c/civilizationdbb12c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-8032063572021929778</id><published>2011-04-05T10:32:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T10:44:27.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uncivilized'/><title type='text'>Berbahayanya Ideologi Kiri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-gsmSCugfCMU/TZtSqhPvGQI/AAAAAAAAAEE/7HOKUkXZ1jY/s1600/P1230847lenin.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-gsmSCugfCMU/TZtSqhPvGQI/AAAAAAAAAEE/7HOKUkXZ1jY/s400/P1230847lenin.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592154252742957314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;Karena kebutuhan mereka untuk memberontak dan keanggotaan dalam sebuah gerakan, kaum Kiri atau orang-orang yang memiliki tipe psikologis yang mirip seringkali tak tertarik pada sebuah gerakan pemberontakan atau pada para aktifis yang memiliki tujuan-tujuan dan syarat keanggotaan yang tak dapat dikategorikan Kiri. Hasil dari perilaku tipe-tipe Kiri ini yaitu bahwa mereka dapat dengan mudah menggeser gerakan non-Kiri menjadi gerakan Kiri, sehingga tujuan-tujuan kaum Kiri tersebut akan mengganti atau mendistorsikan tujuan-tujuan gerakan tersebut.Untuk menghindari hal ini, sebuah gerakan yang memuliakan alam dan menentang teknologi harus memiliki sikap anti-Kiri dan menghindari kolaborasi apapun dengan para kaum Kiri. Ideologi Kiri dalam jangka panjangnya bersikap tak konsisten dengan alam liar, dengan kebebasan manusia dan dengan pengeliminiran teknologi modern. Ideologi Kiri adalah kolektifis; ia berusaha mempersatukan seluruh dunia (baik alam maupun ras manusia) ke dalam satu kesatuan yang menyeluruh. Tetapi hal ini akan berdampak pada pengaturan alam dan hidup manusia oleh masyarakat yang terorganisir, dan hal tersebut membutuhkan teknologi maju. Engkau tak akan dapat memiliki sebuah dunia yang bersatu tanpa adanya transportasi dan komunikasi yang gencar, engkau tak dapat membuat semua orang saling mencintai tanpa adanya teknik-teknik psikologis yang mapan, engkau tak akan dapat memiliki sebuah “masyarakat yang terencana” tanpa mendasarinya dengan teknologi. Dalam kesimpulannya, ideologi Kiri digerakkan oleh kebutuhan akan kekuasaan, dan kaum Kiri mengupayakan kekuasaan dalam basis kolektif, melalui pengidentifikasian dengan sebuah gerakan massa atau sebuah organisasi. Ideologi Kiri biasanya tak akan menentang teknologi, karena teknologi adalah sebuah sumber daya yang sangat berguna bagi pendukung kekuasaan kolektif.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seorang anarkis juga mengupayakan kekuasaan, tetapi ia mengupayakannya dalam basis individual atau kelompok kecil; ia ingin agar para individual dan kelompok-kelompok kecil mampu mengontrol keadaan hidup mereka sendiri. Ia menentang teknologi karena hal tersebut membuat kelompok-kelompok kecil jadi sangat tergantung pada organisasi besar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa dari kaum Kiri mungkin akan menentang teknologi, tetapi mereka akan menentangnya sepanjang mereka tidak menjadi bagian di dalamnya dan sistem teknologi tidak berada di bawah kontrol kaum Kiri. Apabila ideologi Kiri menjadi dominan di tengah masyarakat, maka sistem teknologi akan menjadi sebuah alat di tangan kaum Kiri, mereka akan menggunakannya dengan antusias dan mempromosikan pertumbuhannya. Dalam melakukannya mereka akan mengulangi kembali alur yang dilakukan oleh kaum Kiri sebelumnya. Saat Bolshevik di Russia masih berada di luar masyarakat, mereka luar biasa menentang badan sensor dan polisi rahasia, mereka menyokong hak-hak kaum etnis minoritas untuk menentukan nasibnya sendiri, dan demikian seterusnya; tetapi begitu mereka mendapatkan kekuasaan bagi diri mereka sendiri, mereka menerapkan penyensoran yang lebih ketat dan menciptakan sebuah badan polisi rahasia yang lebih tak punya rasa kasihan dibandingkan dengan yang pernah eksis di bawah kekuasaan Tsar, dan mereka juga mulai menindas kaum etnis minoritas kurang lebih sama seperti yang dilakukan oleh Tsar. Di Amerika Serikat, beberapa dekade ke belakang saat kaum Kiri menjadi minoritas di universitas-universitas kita, para profesor Kiri adalah pendukung yang luar biasa atas kebebasan akademik, tetapi dewasa ini, di universitas-universitas di mana kaum Kiri menjadi dominan, mereka memperlihatkan bagaimana diri mereka siap mengambil kebebasan akademik dari setiap orang. (di sana hal ini dikenal sebagai “political-correct”). Hal yang sama akan terjadi dalam konteks kaum Kiri dan teknologi: mereka akan menggunakannya untuk menindas siapapun apabila mereka berhasil mendapatkan kontrol atasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dalam revolusi-revolusi sebelumnya, kaum Kiri dari tipe yang paling haus kekuasaan, secara berulang, adalah yang pertama melakukan kompromi dengan para revolusioner non-Kiri, sebagaimana dengan kaum Kiri yang memiliki kecenderungan lebih libertarian, dan selanjutnya mengkhianati diri mereka sendiri demi mendapatkan kekuasaan bagi mereka sendiri. Robespierre melakukan hal ini dalam Revolusi Perancis, para Bolshevik melakukannya dalam Revolusi Russia, para komunis melakukannya di Spanyol tahun 1938 dan Castro bersama para pengikutnya melakukannya di Kuba. Merunut pada sejarah ideologi Kiri, akan sangat tolol bagi para revolusioner non-Kiri dewasa ini untuk berkolaborasi dengan kaum Kiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa pemikir telah menunjukkan bahwa ideologi Kiri adalah sejenis agama. Ideologi Kiri memang bukan agama dalam artian baku karena doktrin kaum Kiri tersebut tidaklah berupa hasil dari eksistensi hal-hal supranatural. Tetapi bagi kaum Kiri, ideologi Kiri memainkan sebuah peran psikologis jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang dimainkan oleh agama pada para pengikutnya. Kaum Kiri PERLU meyakini ideologi Kiri; hal tersebut memainkan sebuah peranan yang sangat penting dalam ekonomi psikologisnya. Keyakinannya tak akan mudah termodifikasi oleh logika ataupun fakta. Ia memiliki sebuah pendirian yang mendalam bahwa ideologi Kiri secara moral adalah sesuatu yang Benar dengan B huruf besar, dan ia bukan saja merasa memiliki hak, melainkan juga kewajiban untuk menerapkan moralitas Kiri tersebut pada setiap orang. (Tetapi bagaimanapun juga, banyak orang yang kami golongkan sebagai “kaum Kiri” tidak merasa diri mereka Kiri dan tak akan mendeskripsikan sistem yang mereka yakini sebagai ideologi Kiri. Kami menggunakan terminologi “ideologi Kiri” karena kami tidak tahu apa kata yang lebih tepat untuk menggambarkan berbagai keyakinan yang saling berhubungan tersebut, termasuk di dalamnya kaum feminis, pendukung hak bagi kaum homoseks, kaum political-correct, dsb., juga gerakan-gerakannya, dan juga karena gerakan-gerakan tersebut memiliki kaitan yang kuat dengan ideologi Kiri lama).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ideologi Kiri adalah kekuasaan totaliter. Di manapun juga ideologi Kiri berkuasa, ia cenderung akan menginvasi setiap sudut privat dan memaksakan setiap pikiran ke dalam sebuah cetakan Kiri. Di satu sisi hal ini terjadi karena karakter agama palsu dalam ideologi Kiri; setiap hal yang berbeda dengan keyakinan kaum Kiri adalah sesuatu yang dianggap sebagai Dosa. Lebih pentingnya lagi, ideologi Kiri adalah sebuah kekuasaan totaliter karena dorongan-dorongan kaum Kiri atas kekuasaan. Seorang Kiri berusaha memenuhi kebutuhannya akan kekuasaan melalui pengidentifikasiannya dengan sebuah gerakan sosial dan mereka berusaha untuk melalui proses penguasaannya dengan menolong gerakan di mana ia terlibat untuk meraih dan mendapatkan tujuan-tujuannya. Tetapi tak peduli seberapa jauh gerakan tersebut melangkah dalam meraih tujuan-tujuannya, seorang Kiri tak akan pernah terpuaskan, karena aktifismenya adalah aktifitas sampingan. Dengan demikian, motif sesungguhnya seorang Kiri bukanlah tujuan-tujuan ideologi Kiri yang baginya adalah kepalsuan; kenyataannya ia lebih termotifasi oleh sensasi kekuasaan yang ia dapatkan dalam perjuangan dan saat meraih sebuah tujuan sosial. Konsekuensinya, seorang Kiri tak akan pernah terpuaskan dengan tujuan-tujuan yang telah tercapai; kebutuhannya akan proses penguasaan mengarahkan dirinya untuk selalu mencapai tujuan-tujuan baru. Seorang Kiri mengingnkan kesempatan yang sama bagi kaum minoritas. Saat hal ini tercapai ia menuntut agar kaum minoritas juga meraih pencapaian yang secara statistik sama. Dan selama setiap orang di sudut pikirannya memiliki sebuah pandangan negatif terhadap beberapa minoritas, seorang Kiri akan berusaha melakukan pendidikan atasnya. Dan kaum etnis minoritas saja tidak cukup; tak seorangpun akan diijinkan untuk memiliki pandangan negatif terhadap homoseksual, orang cacat, orang gemuk, orang tua, orang jelek, dan lain-lainnya. Sekedar memberi informasi pada publik tentang bahayanya merokok; sebuah peringatan juga akan ditempelkan di setiap kemasan rokok. Maka iklan rokok akan dibatasi apabila tidak dilarang sama sekali. Para aktifis tak akan pernah merasa puas sampai seluruh tembakau dianggap barang terlarang, dan bahkan setelahnya alkohol, kemudian makanan cepat saji, dsb. Para aktifis telah memerangi tindak kekerasan terhadap anak, yang tentu memiliki alasan kuat. Tetapi kini mereka tak ingin menghentikan semua bentuk pemukulan. Saat mereka berhasil melakukannya, mereka akan mulai melarang hal lain yang mereka anggap berkaitan, kemudian hal lain lagi dan lainnya lagi. Mereka tak akan pernah terpuaskan hingga mereka memiliki kontrol penuh atas segala macam praktek membesarkan anak. Dan kemudian mereka akan terus bergerak pada hal lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Anggap engkau meminta kaum Kiri untuk membuat daftar SEMUA hal yang salah dengan masyarakat, maka anggap engkau telah membuat SEMUA perubahan sosial yang mereka tuntut. Bisa dikatakan bahwa dalam waktu beberapa tahun mayoritas dari mereka akan menemukan sebuah hal baru untuk dikeluhkan, beberapa “kejahatan” sosial untuk dibetulkan karena, sekali lagi, seorang Kiri tidak begitu termotifasi oleh tekanan akibat penyakit-penyakit sosial, melainkan oleh kebutuhan pemuasan dorongan kekuasaannya yang dilakukan dengan cara mengajukan berbagai solusi bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Karena beberapa aturan telah ditempatkan dalam pikiran dan kebiasaan mereka melalui sosialisasi tingkat tinggi mereka, banyak kaum Kiri dari tipe yang telah tersosialisasi secara berlebihan, tak dapat meraih kekuasaan sebagaimana yang dilakukan oleh orang lainnya. Bagi mereka, dorongan atas kekuasaan hanya memiliki satu penyaluran yang dapat diterima secara moral, dan hal tersebut yaitu perjuangan untuk menerapkan moralitas mereka pada setiap orang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kaum Kiri, khususnya mereka dari tipe yang telah tersosialisasi secara berlebihan, adalah True Believers (mereka yang benar-benar yakin—Ed.) seperti artian dalam buku Eric Hoffer, “The True Believers”. Tetapi tidak semua True Believer memiliki tipe psikologis yang sama dengan kaum Kiri. Ambil contoh seorang Nazi yang berkeyakinan penuh, jelas ia secara psikologis sangat berbeda dengan seorang Kiri yang berkeyakinan penuh. Karena kapasitas mereka untuk merengkuh sebuah tujuan secara sepihak, para True Believer menjadi unsur yang sangat berguna, bahkan mungkin sangat penting, bagi sebuah gerakan revolusioner. Hal ini menghadirkan sebuah masalah yang mana kami harus nyatakan bahwa kami tak tahu bagaimana cara berurusan dengan hal tersebut. Kami tidak yakin bagaimana memanfaatkan energi-energi yang dimiliki para True Believer tersebut dalam sebuah revolusi melawan teknologi. Saat ini kami hanya dapat berkata bahwa tak ada True Believer yang akan mampu direkrut ke dalam revolusi kecuali komitmen utamanya secara ekslusif adalah penghancuran teknologi. Apabila ia juga berkomitmen pada ideal-ideal lain, ia mungkin akan menggunakan teknologi sebagai alat pencapai ideal lainnya tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa pembaca mungkin akan berkata, “Tulisan mengenai ideologi Kiri ini adalah sampah. Aku tahu John dan Jane yang termasuk ke dalam tipe Kiri dan mereka tidak memiliki seluruh kecenderungan totalitarian tersebut.” Memang benar apabila banyak kaum Kiri, bahkan mungkin sejumlah besarnya, adalah merupakan orang-orang yang jujur yang benar-benar percaya dalam mentoleransi nilai-nilai orang lain (dalam beberapa poin) dan tak akan menggunakan metoda-metoda diktatorial dalam meraih tujuan resmi mereka. Kata-kata kami mengenai ideologi Kiri tidak berarti lantas dapat diterapkan pada setiap individual seorang Kiri melainkan untuk mendeskripsikan karakter umum ideologi Kiri sebagai sebuah gerakan. Dan karekter umum atas sebuah gerakan tidak selalu berarti ditentukan oleh sejumlah proporsi dari berbagai jenis orang yang terlibat dalam gerakan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Orang-orang yang bangkit meraih berbagai posisi kekuasaan dalam gerakan-gerakan Kiri cenderung menjadi orang-orang Kiri dari tipe-tipe yang paling haus kekuasaan karena orang yang haus akan kekuasaan adalah mereka yang berjuang paling keras untuk mendapatkan berbagai posisi kekuasaan. Sekali saja tipe-tipe yang haus kekuasaan tersebut mendapatkan kontrol atas gerakan, akan banyak kaum Kiri yang terlahir dengan lebih baik yang terang-terangan tidak menyetujui banyak aksi yang dilakukan oleh para pemimpinnya, tetapi tak dapat menghadirkan diri mereka sebagai lawan bagi para pemimpin tersebut. Mereka MEMBUTUHKAN kepercayaan mereka atas gerakan, dan karena mereka tak dapat meninggalkan kepercayaannya maka mereka akan terus berjalan bersama para pemimpin mereka tersebut. Memang benar bahwa BEBERAPA orang Kiri memiliki keberanian untuk melawan kecenderungan-kecenderungan totalitarian yang muncul, tetapi umumnya mereka kalah, karena tipe-tipe yang haus kekuasaan terorganisir dengan lebih baik, lebih tak memiliki rasa kasihan dan Machiavellian serta harus berhati-hati dalam membangun basis kekuasaan yang kuat bagi diri mereka sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Fenomena-fenomena tersebut tampak dengan jelas di Russia dan beberapa negara yang berhasil diambil alih oleh kaum Kiri. Kemiripannya, sebelum runtuhnya komunisme di Republik Uni Soviet, berbagai tipe kaum Kiri di Barat jarang mengkritisi negara tersebut. Apabila terdesak mereka akan menyatakan bahwa memang Republik Uni Soviet melakukan banyak kesalahan, tetapi mereka juga akan berusaha untuk menemukan berbagai alasan bagi para komunis tersebut dan mulai berbicara mengenai kesalahan-kesalahan di Barat. Mereka selalu menentang perlawanan militer Barat terhadap agresi komunis. Berbagai tipe kaum Kiri di seluruh dunia dengan luar biasa keras, memprotes aksi militer Amerika di Vietnam, tetapi saat Republik uni Soviet menginvasi Afghanistan mereka tak melakukan apapun. Bukan karena menyetujui aksi-aksi Uni Soviet tersebut; melainkan karena kepercayaan Kiri mereka, mereka sekedar tak berani memposisikan diri mereka untuk beroposisi dengan komunisme. Dewasa ini, di universitas-universitas di mana “political correct” menjadi dominan, mungkin akan banyak tipe kaum Kiri yang secara pribadi tidak menyetujui diberlakukannya penindasan atas kebebasan akademik, tetapi mereka tetap membiarkannya terus berjalan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dengan demikian fakta bahwa banyak individual-individual kaum Kiri yang secara personal tenang dan merupakan orang yang sangat toleran berarti akan menghindarkan ideologi Kiri yang secara keseluruhan memiliki kecenderungan totalitarian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Diskusi kami mengenai ideologi Kiri memiliki sebuah kelemahan serius. Masih jauh dari jelas apa yang kami maksud dengan kata “orang Kiri”. Tak banyak yang dapat kami lakukan dalam hal ini. Dewasa ini ideologi Kiri telah terpecah ke dalam sebuah spektrum besar gerakan-gerakan aktifis. Memang tidak semua aktifis gerakan tersebut adalah orang Kiri, dan beberapa aktifis gerakan (environmentalis radikal misalnya) tampaknya merengkuh kedua kepribadian baik dari tipe Kiri maupun kepribadian dari tipe yang sama sekali tidak Kiri, yang sebaiknya dikenali dengan lebih baik dibandingkan harus berkolaborasi dengan para kaum Kiri. Berbagai macam kaum Kiri secara berangsur-angsur melenyap ke dalam berbagai macam kaum non-Kiri dan kami sendiri akan sering terpaksa untuk memutuskan apakah seorang individual yang ditunjuk adalah seorang Kiri atau bukan. Atas apa yang telah kami definisikan secara keseluruhannya, konsepsi kami mengenai ideologi Kiri didefinisikan melalui diskusi-diskusi mengenainya, yang telah kami paparkan dalam artikel ini, dan kami hanya dapat menyarankan para pembaca agar memutuskan sendiri siapa yang termasuk orang Kiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tetapi akan sangat membantu apabila dibuat daftar beberapa kriteria dalam mendiagnosa ideologi Kiri. Kriteria-kriteria tersebut tak dapat diaplikasikan langsung begitu saja. Beberapa individual mungkin akan cocok dengan beberapa kriteria yang bukan Kiri, sementara beberapa orang Kiri mungkin akan sama sekali tak cocok dengan kriteria apapun. Lagi, engkau harus menentukan sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seorang Kiri memiliki orientasi menuju kolektifisme skala besar. Ia menekankan kewajiban individual dalam melayani kepentingan masyarakat dan kewajiban masyarakat untuk mengurus individual tersebut. Ia memiliki pandangan negatif terhadap individualisme. Ia seringkali mengambil sebuah alasan yang bernada moralistik. Ia cenderung mendukung kontrol senjata, pendidikan seks dan beberapa metoda pendidikan “yang mencerahkan” secara psikologis, untuk merencanakan, untuk melakukan aksi yang telah disepakati bersama, untuk multikulturalisme. Ia cenderung mengidentifikasikan dirinya dengan para korban. Ia cenderung menentang kompetisi dan kekerasan, tetapi seringkali ia menemukan alasan-alasan atas beberapa orang Kiri yang melakukan kekerasan. Ia juga gemar menggunakan frasa-frasa yang umum digunakan kaum Kiri seperti “rasisme”, “seksisme”, “homofobia”, “kapitalisme”, “imperialisme”, “neokolonialisme”, “genosida”, “perubahan sosial”, “keadilan sosial”, “tanggung jawab sosial”. Mungkin cara mendiagnosa ciri pembawaan orang Kiri adalah dengan melihat kecenderungannya dalam bersimpati terhadap beberapa gerakan berikut: feminisme, hak-hak bagi kaum homoseksual, hak-hak bagi kelompok etnis, hak-hak bagi penyandang cacat, hak-hak binatang, political-correct. Setiap orang yang dengan sangat kuat bersimpati dengan SELURUH gerakan tersebut dapat dipastikan sebagai seorang Kiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Orang-orang Kiri yang lebih berbahaya yaitu mereka yang paling haus kekuasaan, yang seringkali berkarakter arogan atau yang memiliki pendekatan yang dogmatik terhadap ideologi. Bagaimanapun juga, orang-orang Kiri yang paling berbahaya di atas semuanya mungkin adalah tipe-tipe yang telah tersosialisasi paling banyak yang menghindari menunjukkan agresifitas yang berlebihan ataupun mengulang-ulang mengiklankan ideologi Kiri mereka, tetapi mereka bekerja diam-diam dan tak menonjol dalam mempromosikan nilai-nilai kolektifis, teknik-teknik psikologis “yang mencerahkan” dalam mensosialisasikan anak-anak, individual yang sangat tergantung pada sistem, dan begitu selanjutnya. Orang-orang Kiri yang memiliki agenda tersembunyi tersebut (crypto-leftist) dalam aksi-aksi praksis yang sejauh ini telah mereka lakukan, kurang lebih sama dengan beberapa tipe borjuis, tetapi berbeda dengan mereka dalam tataran psikologis, ideologi dan motivasi. Borjuis biasa berusaha untuk merangkul orang-orang ke bawah kontrol sistem dalam upayanya untuk melindungi gaya hidupnya, atau ia sekedar melakukannya dikarenakan perilakunya yang memang konvensional. Sementara orang-orang Kiri yang memiliki agenda tersembunyi tersebut berusaha untuk merangkul orang-orang ke bawah kontrol sistem karena ia adalah seorang True Believer dalam ideologi kolektifis. Seorang Kiri tipe ini berbeda dari orang-orang Kiri kebanyakan yang berasal dari tipe yang telah terlalu banyak tersosialisasi, dalam fakta bahwa impuls pemberontakannya lebih lemah dan ia juga jauh lebih tersosialisasikan lagi. Ia berbeda dengan seorang borjuis kebanyakan dalam fakta bahwa ada sebuah kekurangan yang mendalam dalam dirinya yang membuat dirinya merasa perlu untuk mendedikasikan dirinya pada sebuah nilai perjuangan dan membenamkan dirinya sendiri dalam sebuah kolektifitas. Dan mungkin dorongan kekuasaan dalam dirinya (yang telah tersublimasi) yang telah begitu membatu dibandingkan rata-rata kaum borjuis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;(tulisan ini adalah sebuah bab yang dicuplik dari Manifesto Unabomber, ditulis oleh FC dan Ted Kacyinzky)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-8032063572021929778?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/8032063572021929778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/8032063572021929778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/8032063572021929778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title='Berbahayanya Ideologi Kiri'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gsmSCugfCMU/TZtSqhPvGQI/AAAAAAAAAEE/7HOKUkXZ1jY/s72-c/P1230847lenin.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-54470111056330277</id><published>2011-04-05T10:27:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T10:45:04.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uncivilized'/><title type='text'>The Rebel Dark Laughter</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-6YUe0lqkrfA/TZtRUbYg5wI/AAAAAAAAAD8/gdwV4_CX--0/s1600/Laughter_by_ByLaauraa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6YUe0lqkrfA/TZtRUbYg5wI/AAAAAAAAAD8/gdwV4_CX--0/s400/Laughter_by_ByLaauraa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592152773700413186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;Ya, sayangku. Aku telah melakukan kejahatan, sebuah kejahatan yang akan membuatmu ngeri. Aku mengaku padamu dengan semua sinisme yang merupakan ciri khasku, sinisme yang para kanibal nyatakan sebagai karakteristik para penjahat.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dengar! Malam lainnya aku masih bertugas. Duduk di sebuah kursi, melamun memandangi dinding barak, yang dengan janggalnya disinari lampu redup. Aku memikirkanmu. Aku menatap kenangan air yang biru kehijauan dan mendesah dalam lamunan. Aku mengambil fotomu dari dompetku dan mulai memandanginya, bercerita padamu tentang semua hal yang menyenangkan dalam pikiran dengan kedua mataku. Aku memanggilmu saat itu, dan pasti, bila kau datang, kejahatan itu tidak akan terjadi. Tapi, engkau tidak datang. Aku menyudahi perenungan ini, mendengar suara dengkur pecah dari barak, irama jejak kaki orang yang berpatroli di jalan, dan semua ini seperti percikan es di air yang menggenang. Aku menyalakan rokok dan tiba-tiba, tanpa alasan, aku merasakan kebencian yang hebat, kebencian yang kejam, kepadamu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Rangkaian keburukan, pikiran permusuhan mengikuti ledakan yang sebenarnya. Aku merokok dengan gugupnya, tanpa ampun aku hancurkan semua bangunan menyenangkan dalam mimpi kita. Ugh! pondok yang bersih! Seorang istri mungil yang setia menunggumu di sore hari! Betapa membosankan, betapa borjuisnya! Lalu, setia! Betapa menyenangkannya kata itu! Siapa yang akan setia hari-hari seperti ini ? Seseorang yang tau bahwa para suster itu salah. Mereka mengatakan kecemburuan itu pantas, tetapi ketika dia hampir menjatuhkan dirinya di kakiku, menangis, memohon dengan sangat padaku untuk mempercayainya.. dan sampai akhirnya dia menyebutkan nama-nama itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Meski demikian, dengan bodohnya aku akan mengusirnya, dan berkata, ” Jangan memainkan Lydia Borelli denganku!”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lalu, fashion!! Selalu menceritakan itu padaku, menceritakan padaku tentang topi, tutup kepala, pita… kebosanan macam apa itu. Itu sudah jelas tanda yang akan selalu berubah-ubah. Apakah dia akan tetap mencintaiku pada akhirnya ? Dapatkan seseorang dengan yakin mengatakan wanita pernah mencintai? Mungkin itu lebih kepada sebuah ambisi, supaya bisa bercerita pada temannya : ” Kamu tahu orang ini dan itu, yang terkenal, dan lainnya.”–” Ya, dan…?”–” Dia mencintaiku!”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Fenomena umum yang terjadi di antara wanita. Tidakkah aku melihatnya beberapa kali? Lalu, kasih sayang yang berlebihan, kekaguman yang mengelilingiku, mungkin semuanya itu hanyalah sandiwara. Bayangkan dia bertanya padaku apakah aku menginginkan dia mati! Lelucon macam apa itu! Apakah dia mengira aku begitu lemah hati hingga aku terharu dengan kata-kata melodramatisnya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Api rokok membakar jariku, aku membuangnya dengan marah dan beranjak pergi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ya, ya.. tanpa keraguan lagi, akan lebih baik untuk mengakhirinya, untuk hidup sendiri tanpa perempuan di bawah kakiku… Bebas, bebas, Aku bosan pikiranku diperbudak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Aku menyalakan korek dan membakar foto itu. Lalu, aku melihatnya perlahan mulai habis dan menjadi abu. Aku menginjaknya dan tertawa. Tertawa terbahak-bahak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Barak-barak mendengkur. Seseorang berteriak dalam mimpinya: ” Hei, penjaga, mana minumanku?”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-54470111056330277?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/54470111056330277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/rebel-dark-laughter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/54470111056330277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/54470111056330277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/rebel-dark-laughter.html' title='The Rebel Dark Laughter'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-6YUe0lqkrfA/TZtRUbYg5wI/AAAAAAAAAD8/gdwV4_CX--0/s72-c/Laughter_by_ByLaauraa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-8177165331783643749</id><published>2011-04-05T10:21:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T10:44:27.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uncivilized'/><title type='text'>Kapalnya Orang-orang Bodoh!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-GvNQnRqVaBg/TZtQibrTAkI/AAAAAAAAAD0/pSgAtn3Krt0/s1600/Witkin_BushsShipOfFools_07.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 260px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-GvNQnRqVaBg/TZtQibrTAkI/AAAAAAAAAD0/pSgAtn3Krt0/s400/Witkin_BushsShipOfFools_07.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592151914785735234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ted Kaczynski (1999)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, seorang kapten dan para perwira dari sebuah kapal merasa yakin atas perjalanan mereka mengarungi lautan, penuh percaya diri dan bangga dengan diri mereka sendiri, sehingga mereka menjadi gila. Mereka membelokkan kapal mereka ke utara dan berlayar hingga mereka berpapasan dengan gunung-gunung es dan gumpalan-gumpalan es terapung yang berbahaya, dan mereka tetap berlayar ke utara menuju perairan yang semakin berbahaya, semata-mata demi memberikan kesempatan pada diri mereka sendiri untuk melakukan perbuatan-perbuatan pelayaran yang jauh lebih brilian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kapal tersebut mencapai garis lintang yang semakin tinggi, para penumpang dan awak kapal semakin merasa tak nyaman. Mereka mulai berselisih di antara mereka sendiri dan mengeluhkan kondisi-kondisi hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku menggigil,” ujar seorang jurumudi, “Seakan inilah pelayaran terburuk yang pernah aku lakukan. Dek penuh dengan es; saat aku melongok keluar, angin menusukku seperti pisau menembus jaketku; setiap saat aku menghindari karang aku harus menggerakkan seluruh jemariku yang membeku; dan untuk semua itu aku hanya mendapatkan lima shilling per bulan yang menyedihkan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau pikir apa yang kamu terima itu buruk!” ujar seorang penumpang perempuan, “Aku tidak bisa tidur di malam hari karena dingin. Para perempuan di kapal ini tidak mendapatkan selimut sebanyak yang didapatkan para lelaki. Hal ini tidak adil!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kelasi Meksiko menimpali, “¡Chingado! Aku hanya mendapatkan setengah dari upah para pelaut Anglo. Kami membutuhkan banyak makanan agar menjaga tubuh kami agar tetap hangat di tengah iklim seperti ini, dan aku tidak mendapatkan jatahku; para Anglo mendapatkan lebih banyak. Dan yang paling buruk dari semua hal tersebut adalah bahwa mereka selalu memberi perintah padaku dalam bahasa Inggris, bukannya Spanyol.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku memiliki lebih banyak alasan untuk mengeluh dibanding siapapun juga,” ujar seorang kelasi Indian Amerika, “Apabila para muka pucat tidak merampok tanah-tanah leluhurku, aku tak akan berada di atas kapal ini, di sini di antara gunung es dan angin Arctic. Aku akan hanya mendayung kano di sebuah danau yang indah dan tenang. Aku layak diberi kompensasi. Dan pada akhirnya, sang kapten harus membiarkanku ikut bermain judi agar aku bisa mendapatkan uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang homoseks turut berkata, “Kemarin seorang perwira pertama menghinaku karena aku melakukan oral seks. Aku berhak melakukan oral seks tanpa harus mendapatkan penghinaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan hanya manusia yang diperlakukan tak adil di atas kapal ini,” seling seorang penyayang binatang yang berada di antara para penumpang, suaranya gemetar penuh kemarahan, “Kenapa, minggu lalu aku melihat perwira kedua menendang anjing kapal ini dua kali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari para penumpang adalah seorang profesor universitas. Dengan meremas-remas tangannya, ia menyatakan, “Semua ini mengerikan! Tak bermoral! Rasisme, seksisme, homofobia dan pengeksploitasian kelas pekerja! Ini adalah diskriminasi! Kita harus memiliki keadilan sosial: upah yang setara bagi kelasi Meksiko, upah lebih tinggi bagi semua kelasi, kompensasi bagi Indian, jumlah selimut yang sama bagi para perempuan, sebuah hak yang dijamin untuk melakukan oral seks, dan tak ada lagi tendangan terhadap anjing.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, ya!” seru para penumpang. “Aye-aye!” seru para awak kapal. “Ini semua adalah diskriminasi! Kita harus menuntut hak-hak kita!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang awak kabin berdehem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm. Kalian semua memiliki alasan-alasan yang bagus untuk dikeluhkan. Tetapi bagiku tampaknya apa yang harus kita lakukan adalah memutar kapal ini dan berlayar kembali menuju selatan, karena apabila kita terus berlayar ke utara sudah pasti cepat atau lambat kita akan tenggelam, dan kemudian, upah kalian, selimut kalian, hak kalian untuk melakukan oral seks, tak akan berguna lagi, karena kita semua tenggelam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tak seorangpun yang memperhatikan dirinya, karena ia hanyalah seorang awak kabin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kapten dan para perwira, dari stasiun mereka di atas dek buritan, telah melihat dan mendengarkan. Kini mereka tersenyum dan berkedip pada sesamanya, dan dengan satu gerakan saja dari sang kapten, seorang perwira ketiga turun dari atas dek buritan, melangkah menuju ke tempat di mana para penumpang dan awak kapal berkumpul, sambil menembus kerumunan. Ia memasang mimik muka serius di wajahnya dan lantas berkata, “Kami para perwira menyatakan bahwa beberapa hal yang tak termaafkan sedang terjadi di kapal ini. Kami tidak menyadari seberapa buruk situasinya hingga kami mendengar keluhan-keluhan kalian. Kami adalah orang-orang yang beritikad baik dan ingin melakukan tindakan-tindakan yang benar bagi kalian. Tetapi, yah, sang kapten cenderung konservatif dan melakukan caranya sendiri, dan mungkin harus sedikit didorong dulu sebelum ia membuat beberapa perubahan-perubahan yang substansial. Menurut pendapatku pribadi, apabila kalian memprotes dengan giat-tetapi dengan tetap damai dan tanpa melanggar aturan-aturan di atas kapal ini-kalian akan menggoyangkan sang kapten dari kebekuannya dan memaksanya agar mengurusi masalah-masalah yang baru saja kalian keluhkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengatakan hal tersebut, perwira ketiga tersebut kembali ke atas dek buritan. Sebagaimana ia pergi, para penumpang dan awak kapal berseru kepadanya, “Moderat! Reformis! Liberal yang sok baik! Kakitangan kapten!” Tetapi mereka melakukan juga apa yang diucapkan sang perwira. Mereka berkumpul di sebuah sisi kapal di hadapan dek buritan, meneriakkan hinaan-hinaan terhadap para perwira dan mengajukan tuntutan untuk hak-hak mereka, “Aku ingin upah lebih tinggi dan kondisi-kondisi kerja yang lebih baik,” seru jurumudi. “Jumlah selimut yang sama bagi perempuan,” seru sang penumpang perempuan. “Aku ingin menerima perintah dalam bahasa Spanyol,” seru sang kelasi Meksiko. “Aku ingin mendapatkan hak untuk mengikuti permainan judi,” seru sang kelasi Indian. “Aku tidak ingin dihina,” seru sang homoseks. “Tak ada lagi yang menendang anjing,” seru sang penyayang binatang. “Revolusi sekarang juga,” seru sang profesor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kapten dan para perwira berkumpul dan melakukan rapat selama beberapa menit, saling berkedip, mendengus dan tersenyum beberapa saat antara satu sama lain. Kemudian sang kapten melangkah ke depan dek buritan dan, dengan memperlihatkan itikad baiknya, menyatakan bahwa upah sang kelasi yang cakap akan dinaikkan sebanyak enam shilling per bulan; upah kelasi Meksiko akan dinaikkan sebanyak dua pertiga dari kelasi Anglo, dan perintah untuk menjalankan kapal akan diucapkan dalam bahasa Spanyol; para penumpang perempuan akan menerima tambahan satu selimut; kelasi Indian akan diperbolehkan untuk bermain judi setiap Sabtu malam; sang homoseks tak akan dihina selama ia tetap melakukan oral seks di tempat yang tertutup; dan anjing tak akan ditendang kecuali anjing tersebut melakukan tindakan yang benar-benar nakal, seperti mencuri makanan dari dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penumpang dan awak kapal merayakan keputusan-keputusan tersebut sebagai sebuah kemenangan besar, tetapi keesokan harinya mereka kembali merasa tak puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enam shilling per bulan itu terlalu sedikit, dan jari-jariku masih membeku saat aku menjalankan kapal,” umpat sang juru mudi. “Aku masih tidak mendapatkan upah yang sama dengan para kelasi Anglo, ataupun makanan yang cukup untuk iklim yang seperti ini,” ujar sang kelasi Meksiko. “Kami perempuan masih tidak mendapat cukup selimut untuk membuat badan kami hangat,” ujar sang penumpang perempuan. Para kelasi dan penumpang lain menyuarakan keluhan-keluhan yang serupa, dan sang profesor mengambil kesimpulan dari semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka semua telah selesai berbicara, sang awak kabin berkata-kali ini dengan suara lebih keras sehingga yang lain tak akan lagi tak memperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang sangat buruk apabila anjng tersebut ditendang hanya karena mencuri sedikit roti dari dapur, dan apabila para perempuan tidak mendapatkan jumlah selimut yang setara, dan sang jurumudi membeku jemarinya, dan aku juga tidak melihat alasan mengapa homoseks tidak boleh melakukan oral seks kapanpun ia mau. Tetapi perhatikan seberapa tebal gunung-gunung es sekarang, dan bagaimana hembusan angin semakin kencang dan semakin kencang! Kita harus mengubah arah kapal ini kembali ke selatan, karena apabila kita tetap meluncur ke utara kita akan menabrak dan tenggelam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ya,” ujar sang homoseks, “Bukankah mengerikan apabila kita terus berlayar ke utara. Tetapi mengapa aku harus melakukan orang seks di tempat tertutup? Mengapa aku harus mendapat penghinaan? Bukankah aku setara dengan orang lainnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berlayar menuju utara memang mengerikan,” ujar sang penumpang perempuan, “Tetapi tidakkah kau lihat? Itu alasannya mengapa perempuan membutuhkan lebih banyak selimut agar tetap hangat. Aku menuntut jumlah selimut yang setara bagi perempuan, sekarang juga!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cukup benar,” ujar sang profesor, “Bahwa berlayar ke utara memberikan kesulitan-kesulitan pelayaran yang lebih besar bagi kita semua. Tetapi mengubah arah haluan ke selatan jelas tidak realistis. Engkau tak dapat mengembalikan waktu. Kita harus bersikap dewasa dalam berurusan dengan situasi seperti ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat,” ujar sang awak kabin, “Apabila kita membiarkan empat orang gila di dek buritan itu menjalankan apa yang mereka mau, kita semua akan tenggelam. Apabila kita dapat membawa kapal ini keluar dari bahaya, maka barulah kita bisa mulai khawatir tentang kondisi-kondisi kerja, selimut bagi para perempuan, hak untuk melakukan oral seks. Tetapi pertama-tama kita harus membuat kapal ini berbalik arah. Apabila beberapa dari kita bekerjasama, membuat rencana dan memperlihatkan sedikit keberanian, kita dapat menyelamatkan diri kita semua. Tidak perlu terlalu banyak-enam atau delapan orang saja cukup. Kita dapat mengambil alih buritan, menyingkirkan mereka dari posisinya, dan membelokkan kapal ke arah selatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang profesor mendenguskan hidungnya dan bersuara keras, “Aku tidak percaya pada kekerasan. Itu tak bermoral.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sangat tidak etis untuk menggunakan kekerasan,” ujar sang homoseks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku takut pada kekerasan,” ujar sang penumpang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kapten dan para perwira telah melihat dan mendengarkan selama beberapa saat. Dengan sebuah sinyal dari sang kapten, perwira ketiga melangkah turun ke dek utama. Ia melangkah menuju ke arah para penumpang dan awak kapal, berkata pada mereka bahwa masih juga banyak masalah di atas kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita telah membuat beberapa kemajuan,” ujarnya, “Tetapi masih banyak yang harus dilakukan. Kondisi-kondisi kerja bagi jurumudi masih sulit, kelasi Meksiko masih mendapat upah yang tak setara dengan kelasi Anglo, para perempuan masih juga tidak mendapatkan selimut yang sama banyak dengan para lelaki, permainan judi Sabtu malam bagi sang Indian juga masih berupa kompensasi yang jauh dari cukup atas tanahnya yang hilang, sama sekali tak adil bagi homoseks apabila ia hanya boleh melakukan oral seks di tempat tertutup, dan anjing itu masih juga ditendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pikir sang kapten harus didorong lagi. Akan sangat membantu apabila kalian menyelenggarakan protes lagi-selama tidak dengan kekerasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sang perwira ketiga berjalan kembali ke buritan, para penumpang dan awak kapal mengeluarkan hinaan-hinaan padanya, tetapi mereka juga tetap menjalankan apa yang sang perwira katakan dan berkumpul di depan buritan untuk melakukan protes lagi. Mereka berseru dan mengoceh serta mengacungkan kepalan tangan mereka, dan bahkan mereka juga melemparkan sebuah telur busuk pada sang kapten (yang mana dengan lihai dielakkannya) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengarkan keluhan-keluhan mereka, sang kapten dan perwira berkumpul dan melakukan sebuah rapat, yang mana selama rapat mereka saling berkedip dan meringis dengan sesamanya. Kemudian sang kapten melangkah ke depan dek buritan dan menyatakan bahwa sang jurumudi akan diberi sarung tangan agar jemarinya tetap hangat, kelasi Meksiko akan menerima upah yang setara dengan tiga per empat upah kelasi Anglo, para perempuan akan mendapatkan tambahan selimut, kelasi Indian diperbolehkan berjudi pada Sabtu malam dan Minggu malam, sang homoseks diperbolehkan melakukan oral seks di manapun setelah hari gelap, dan tak ada seorangpun yang boleh menendang anjing tanpa seijin kapten kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penumpang dan awak kapal bergembira atas kemenangan revolusioner besar ini, tetapi keesokan harinya mereka kembali merasa tak puas dan mulai menggerutu atas kesulitan-kesulitan yang sama dalam pelayaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini sang awak kabin menjadi marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian tolol!” teriaknya, “Tidakkah kalian lihat apa yang sang kapten dan para perwiranya lakukan? Mereka terus membuat kalian berpikir pada kesialan-kesialan tak penting seperti selimut dan upah dan anjing yang ditendang sehingga kalian tidak akan berpikir tentang apa yang sebenarnya salah dengan kapal ini-bahwa kapal ini terus berlayar semakin dan semakin jauh ke utara dan kita semua akan tenggelam. Apabila saja beberapa dari kalian sadar, bekerjasama, dan mengambil alih buritan, kita dapat memutar arah kapal ini dan menyelamatkan kita semua. Tapi semua yang kalian lakukan hanyalah mengeluhkan isu-isu remeh seperti kondisi-kondisi kerja dan permainan judi dan hak untuk melakukan oral seks.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penumpang dan awak kapal mulai naik darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menyedihkan!” seru sang Meksiko, “Apakah pikirmu memang wajar kalau aku hanya mendapatkan tiga per empat upah seorang kelasi Anglo? Bukankah itu menyedihkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana bisa engkau menyebut kesialanku ini tidak penting?” seru sang homoseks, “Tidakkah engkau tahu bahwa dihina itu sangat menyakitkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menendang anjing itu bukanlah sebuah isu yang remeh!” seru sang penyayang binatang, “Hal tersebut tak berperasaan, kejam dan brutal!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah kalau begitu,” jawab sang awak kabin, “Isu-isu tersebut tidak remen dan penting. Menendang anjing adalah tindakan yang kejam dan brutal, serta sangat menyakitkan kalau dihina. Tetapi dibandingkan dengan masalah utama kita-dibandingkan pada fakta bahwa kapal kita masih mengarah ke utara-kesialan- kesialan kalian menjadi sesuatu yang remeh dan tak penting, karena apabila kita tidak sesegera mungkin mengubah arah kapal ini, kita semua akan tenggelam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fasis!” ujar sang profesor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kontra-revolusioner !” ujar sang penumpang perempuan. Dan seluruh penumpang serta awak kapal saling berbicara di antara mereka sendiri, menyebut sang awak kabin sebagai seorang fasis dan kontra-revolusioner . Mereka mendorong sang awak kabin ke pinggir dan kembali menggerutu tentang upah, tentang selimut bagi para perempuan, dan tentang hak untuk melakukan oral seks, dan juga tentang bagaimana anjing harus diperlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal tersebut tetap berlayar ke arah utara, dan setelah beberapa saat, kapal tersebut terjepit hingga hancur di antara dua buah gunung es dan semua orang tenggelam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-8177165331783643749?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/8177165331783643749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/kapalnya-orang-orang-bodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/8177165331783643749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/8177165331783643749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/04/kapalnya-orang-orang-bodoh.html' title='Kapalnya Orang-orang Bodoh!'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GvNQnRqVaBg/TZtQibrTAkI/AAAAAAAAAD0/pSgAtn3Krt0/s72-c/Witkin_BushsShipOfFools_07.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-588656182458760252</id><published>2011-03-28T03:50:00.001-07:00</published><updated>2011-04-05T10:46:51.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Own'/><title type='text'>Sepatuku yang sumpah mati luar biasa keren;p</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-dzDQVW1c_Sk/TZBpckfF3hI/AAAAAAAAAC4/eZshk8ojxlo/s1600/Cool%2BCollapses%2Btinjabersayap.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 539px; height: 362px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-dzDQVW1c_Sk/TZBpckfF3hI/AAAAAAAAAC4/eZshk8ojxlo/s400/Cool%2BCollapses%2Btinjabersayap.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589083077118123538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;CONSERVE ALL ARTS!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-588656182458760252?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/588656182458760252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/03/sepatuku-yang-sumpah-mati-luar-biasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/588656182458760252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/588656182458760252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/03/sepatuku-yang-sumpah-mati-luar-biasa.html' title='Sepatuku yang sumpah mati luar biasa keren;p'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dzDQVW1c_Sk/TZBpckfF3hI/AAAAAAAAAC4/eZshk8ojxlo/s72-c/Cool%2BCollapses%2Btinjabersayap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-8632196608042680117</id><published>2011-03-28T03:42:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T10:44:27.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Die Hard Translator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uncivilized'/><title type='text'>Teknologi dan Pertentangan Kelas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fJzesQ7cCbY/TZBsirRy1mI/AAAAAAAAADA/nuIgYfYfudQ/s1600/Risky%2Bprovocation.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 313px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fJzesQ7cCbY/TZBsirRy1mI/AAAAAAAAADA/nuIgYfYfudQ/s400/Risky%2Bprovocation.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589086480555497058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;-Wolfi Landstreicher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi enam tahun terakhir—industri nuklir, sibernitika dan teknik-teknik informasi terkait, bioteknologi dan rekayasa genetika—telah memberikan perubahan mendasar dalam ruang lingkup sosial. Metode eksploitasi dan dominasi telah berubah, dan untuk alasan inilah ide lama tentang sifat dasar dan perjuangan kelas tidak cukup untuk bisa memahami situasi sekarang ini. 'Pekerja'isme  para marxis dan sindikalis tidak lagi menawarkan sesuatu yang berguna dalam mengembangkan praktek revolusioner. Akan tetapi, penolakan konsep kelas bukan pula merupakan jawaban yang berguna untuk situasi saat ini, karena hal semacam ini [tersebut] akan menghilangkan sarana untuk memahami realitas kekinian dan bagaimana cara menyerangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksploitasi tidak hanya berlanjut begitu saja, tetapi telah berkembang secara tajam sejak lahirnya teknologi. Sibernetika telah membuka desentralisasi produksi, penyebaran unit-unit kecil produksi dalam lingkup sosial. Secara drastis, otomasi secara drastis telah mengurangi jumlah produksi pekerja yang dibutuhkan dalam tiap proses manufakur . Sibernetika telah meciptakan metode perolehan keuntungan yang instant tanpa memproduksi sesuatu yang nyata, yang kemudian membantu modal\kapital berkembang sendiri dengan ongkos buruh yang minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, teknologi baru menuntut  spesialisasi pengetahuan yang memang tidak tersedia untuk kebanykan orang. Pengetahuan ini menjadi harta yang berharga dari kelas yang berkuasa [ruling class] pada masa sekarang. Di bawah sistem industri yang lama, seseorang dapat melihat perjuangan kelas sebagai perjuangan antara pekerja dan pemilik alat produksi. Ini menjadi sesuatu yang masuk akal. Setelah perkembangan teknologi, orang-orang yang tereksploitasi telah mendapati diri mereka mengarah pada posisi yang sulit. Pada masa industri saat ini posisi pekerja yang sepanjang harinya bekerja di dalam pabrik tergantikan oleh pekerja harian, layanan sektor jasa, kerja paruh waktu, pengangguran, pasar ilegal, ilegalitas, tuna wisma dan penjara. keadaan seperti ini menjamin bahwa tembok pemisah yang diciptakan oleh teknlogi  baru di antara pengeksploitasi dan yang tereksploitasi menyisakan sesuatu yang tak terobohkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sifat alamiah teknologi itu sendiri melampaui jangkauan mereka yang tereksploitasi. Awal perkembangan industrial mengambil fokus utamanya dalam penemuan teknik standarisasi pembiayaan rendah dengan profit/keuntungan yang tinggi dalam pabrikasi massal. teknologi yang berkembang kini tidaklah terlalu memfokuskan diri pada produksi barang-barang dalam artian teknologi yang kini berkembang, memfokuskan diri pada penyebaran secara luas kontrol sosial  serta sedapat mungkin mengurangi keuntungan dari produksinya. Industri nuklir tidak hanya membutuhkan spesialisasi pengetahuan, namun juga tingkat pengamanan yang tinggi yang menempatkannya benar-benar dibawah kontrol negara dan memerlukan struktur militer yang sesuai dengan penggunaannya yang ekstrim dalam militer. Teknologi sibernetik memiliki kemampuan memproses, merekam, mengumpulkan dan mengirim informasi sesuai kebutuhan negara untuk dokumentasi dan memantau warganya yang juga merupakan pengurangan kebutuhan akan pengetahuan bagi mereka yang diatur dengan berbit-bit informasi—data—harapan, hal ini mereduksi kemampuan yang sesungguhnya/nyata dalam memahami mereka yang tereksploitasi. Bioteknologi memberi kontrol  negara dan kapital terhadap sebagian besar proses-proses kehidupan yang paling fundamental itu sendiri—membiarkan mereka (negara dan kapital)menentukan jenis tetumbuhan, hewan—dan bahkan manusia yang bisa eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu teknologi-teknologi ini memerlukan spesialisasi pengetahuan dan dikembangkan untuk kepentingan peningkatan kontrol negara dan kapital terhadap seluruh kehidupan manusia bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari, kelas yang tereksploitasi sekarang dapat dipahami sebagai kelas-kelas yang terabaikan dari spesialisasi pengetahuan ini dan dari partisipasi yang nyata dalam pemungsian kekuasaan. Kelas pemodal/borjuis yang dimaksud dalam pengertian kini adalah golongan yang berpartisipasi dalam fungsi kekuasaan dan penggunaan dari spesialisasi pengetahuan  teknologikal dalam artian yang sebenarnya . Tentu saja ada proses-proses dalamnya, dan batas antara kelas penguasa dan kelas pekerja, dalam beberapa kasus dua kelas ini,menjadi sulit untuk dipahami karena peningkatan jumlah penduduk yang terproletarisasi—kehilangan kemampuan/kebebasan untuk membuat keputusan atas kondisi eksistensi mereka yang mungkin telah mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk diketahui meskipun teknologi-teknologi baru ini dimaksudkan untuk memberikan kontrol kepada negara atas kelas yang terabaikan dan segala kekayaan hasil bumi, justru mesin-mesin itu sendiri melampaui/tak dapat di kontrol oleh manusia. Keleluasan dan spesialisasi yang mereka perlukan berkombinasi dengan bahan-bahan material yang tak terprediksikan —atom dan sub partikel-partikel atom, gelombang cahaya, gen dan kromosom, dan lain-lain—hal ini untuk menjamin bahwa tidak ada seorang manusia pun yang bisa memahami sepenuhnya bagaimana semua itu bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek teknologikal ini tentunya  yang telah menambah penderitaan kita akibat krisis ekonomi yang berlangsung. Meskipun demikian, ancaman bencana teknologi ini diluar kontrol siapapun juga yang memberi kuasa dalam mengontrol kelas yang tereksploitasi—ketakutan akan Chernobyl-chernobil lainnya, monster bermesin genetis yang lolos dari laboratorium—menciptakan penyakit dan kenyamanan, menggerakkan orang untuk menerima aturan para ahli yang telah membutikan batas-batas mereka secara terus menerus. Lebih jauh lagi, negara—yang bertanggung jawab kepada setiap orang atas perkembangan teknologi ini melalui militernya-mampu menghadirkan dirinya sebagai pengawas dalam melawan penyalahgunaan teknologi oleh korporasi-korporasi yang merajalela kini. Sehingga, kedahsyatan serta nafsu yang tak terkendali ini melayani pihak yang mengeksploitasi dengan baik dalam mempertahankan kontrol mereka terhadap seluruh populasi yang tersisa. Dan  apakah mereka(kelas borjuis) perlu memikirkan mengenai kemungkinan musibah-musibah yang akan terjadi pada seluruh umat manusia di bumi ketika kekayaan dan kekuasaan mereka menyediakan rencana darurat yang hanya untuk melindungi mereka, bukan untuk kita  ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, pengecualian  teknologi baru dan kondisi baru serta bahaya yang dipaksakan pada kelas yang tereksploitasi akan meruntuhkan cita-cita usang tentang pengambilalihan sarana produksi. Teknologi ini-yang terkontrol maupun yang tak terkontrol-tak dapat memberikan tujuan manusia yang sebenarnya dan tidak ada tempat dalam perkembangan dunia bagi kebebasan individu untuk menentukan hidup mereka sesuai yang mereka inginkan. Jadi ilusi utopia para sindikalis dan marxis tak lagi dapat digunakan dalam dunia kita pada masa sekarang ini. Tetapi apakah pernah digunakan sebelumnya? Perkembangan teknologi baru secara spesifik berorientasi pada pengontrolan, tetapi semua perkembangan industri telah mengambil perlunya keseriusan dalam pengontrolan terhadap kelas non-eksploitator. Pabrik diciptakan untuk membawa produsen ke bawah naungan satu atap guna mengatur kegiatan-kegiatan mereka dengan lebih baik; garis produksi memekanisasi peraturan ini; setiap teknologi baru mempercepat pekerjaan pabrik, sehingga setiap waktu serta gerak-gerik pekerja lebih lanjut berada di bawah pengontrolan. Oleh karena itu, ide yang menyatakan bahwa pekerja dapat membebaskan diri mereka dengan mengambil alih sarana produksi masih selalu menjadi angan-angan. Ini adalah angan-angan yang tak dapat dipahami ketika proses teknologikal mengambil manufaktur sebagai tujuan utama mereka. Sekarang ketika tujuan utama mereka begitu jelas sebagai kontrol sosial, sifat nyata perjuangan kita harus jelas pula: menghancurkan segala sistem kontrol-(negara), modal dan sistem teknologi mereka, mengakhiri kondisi proletarianisasi kita dan penciptaan diri kita sebagai individu bebas yang mampu menentukan bagaimana kita hidup sesuai keinginan kita sendiri. Untuk melawan teknologi, senjata terbaik adalah senjata yang digunakan kelas yang dieksploitasi sejak awal era industri: sabotase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manually Tanslated_konspirasi tinjabersayap [disarm civilization, arms your desire] 12/03/2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-8632196608042680117?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/8632196608042680117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/03/teknologi-dan-pertentangan-kelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/8632196608042680117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/8632196608042680117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/03/teknologi-dan-pertentangan-kelas.html' title='Teknologi dan Pertentangan Kelas'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fJzesQ7cCbY/TZBsirRy1mI/AAAAAAAAADA/nuIgYfYfudQ/s72-c/Risky%2Bprovocation.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-7257815918230351809</id><published>2011-03-28T03:32:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T10:46:51.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Own'/><title type='text'>Mempetisi hari!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-OeCRdqyCLHY/TZBtXNT7ZWI/AAAAAAAAADI/CpYawSegsfM/s1600/neon%2Bdiscussion%2B_02.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 173px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-OeCRdqyCLHY/TZBtXNT7ZWI/AAAAAAAAADI/CpYawSegsfM/s400/neon%2Bdiscussion%2B_02.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589087383044449634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9 mei 2009/sabtu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semestinya tulisan ini adalah report hasil pertemuan perdana Lingkar Taman pasca evaluasi mayday tahun ini. Tetapi pertemuannya gagal dan hasilnya pasti nihil!&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuatku yakin begitu saja bahwa pertemuan kota lingkar taman ini akan benar2 berlangsung? Entahlah. Padahal telah berulang kali janji pertemuan jejaring affinity kota makassar untuk membahas sesuatu, apapun itu, kebanykan berlalu begitu saja. Pfuah!! Langkah pertama menuju pete-pete saya telah merasa aroma tak beres sebentar lagi mulai tercium. Perayaan kemalasan pada mayday seminggu lalu di dominasi oleh punk meski ada juga terdapat banyak mahasiswa. Selanjutnya janjian untuk membuat jadwal pertemuan rutin antar kelompok yang tersebar di segala penjuru kota makassar, kesepakatannya seminggu sekali. Tiap sabtu pukul 4 sore di taman macan. Semua sepakat datang sendiri-sendiri tanpa perlu instruksi dan konfirmasi atau apapun. Pokoknya datang saja ke taman macan tiap sabtu sore demi mengatur rima kordinasi antar kelompok yang carut marut. Tak ada aturan tertentu yang mengharuskan semua yang terlibat untuk hadir secara rutin. Pula tak ada agenda pembahasan tertentu. Hanya janji ketemuan lantaran setelah ngobrol sana-sini setelah pesta mayday usai semua yang terlibat merasa mayday tahun ini tak memberi tiap-tiap individu sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang menghentak. Jauh lebih buruk dari mayday tahun lalu yang dirancang dalam bentuk karnaval. Katanya yang penyebab ketidakkerenan mayday tahun ini lantaran kordinasi antar kelompok yang sangat langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deru knalpot pete-pete yang kutumpangi berpacu di antara kepulan debu yang begitu lihai memaksa kita mengerjapkan mata. Satu keunggulan naik pete-pete daripada motor roda dua di hari sesore yang belum terlampau serius menenggelamkan mentari. Tak pernah sekali pun saya menikmati perjalanan menyusuri kota Makassar jika menumpang pete-pete. Rasa kantuk lebih kuat mendera. Belum lagi tas serupa lemari yang menggelantung di pundak dengan laptop yang juga ikut numpang pada tas yang tak begitu lapang menampung semua barang, kantuk dan lelah betul-betul mengalahkanku. Eka butuh laptop yang notabene juga adalah kepunyaannya, meski kami berdua telah lama sepakat membangun hubungan personal yang sangat dekat tapi bukan berarti serta merta saya bebas begitu saja menggunakan barang miliknya. Telah hampir seminggu saya meminjamnya guna menyelesaikan proyek layout buku tahunan LPMP (dari YoeFals), harusnya saya tahu diri untuk mengembalikannya segera Sekarang ia sedang berada di benteng Somba Opu menjalankan tugas sebagai anggota badan pekerja kongres senat mahasiswa sastra. Harusnya saya juga berada di sana yang juga masih tercatat sebagai mahasiswa sastra semester enam, namun seperti biasa saya tak pernah suka menghadiri suatu pertemuan, rapat atau apapun yang terlampau serius dan bagiku lebih banyak membicarakan sesuatu yang tak begitu berguna; ad-art lah, tatib kongres, atau apapun itu. Tetapi Benteng bukanlah jarak yang sekelebat mata untuk ditempuh dari kampus, dan sama sekali tak ada jalur trayek pete-pete yang menuju ke sana. Mau tak mau apabila ia benar-benar membutuhkan laptop maka kami hanya bisa ketemu di taman kota. Mustahil saya ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 4 sekian menit pete-pete telah memasuki area Botlem(???) Saya pun terbangun dengan sendirinya. Butuh waktu sekitar 5 menit jarak tempuh jalan kaki untuk sampai ke taman macan dari depan hotel Singgasana tempatku mengakhiri menumpang pete-pete. Hari ini juga sedang berlangsung acara Makale Bersatu, gigs tahunan anak punk Tana Toraja. Katanya ada 20 band bawah tanah kota Makassar yang ikut pamer lagu di sana, bayangkan, ada 3 mobil bis yang datang menjemput mereka. Nah, peluang kegagalan pertemuan Lingkar Taman sore ini sangatlah besar. Bukankah orang-orang yang terlibat dalam lingkar jejaring ini didominasi oleh punk? Hal itu berarti tak akan ada yang datang ke pertemuan hari ini. Tapi saya juga terlanjur berjanji untuk hadir meski tanpa konfirmasi dengan siapa-siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh, ketakutanku terbukti. Saat kakiku menjejak rumput taman yang terlihat dari kejauhan di bangku taman hanya ada Waly, Mady, Himas dan Ridho. Anjing!!! Saya tak perlu jauh-jauh datang kemari jika hanya 4 orang ini yang akan ketemuan, semuanya juga adalah partisipan IdeFix, bangsaaaatttt!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya minta teh botol salah satu dari mereka dan langsung menaruh tas pada ujung bangku besi taman kemudian berbaring dan memikirkan sesuatu yang entah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponselku bergetar tanpa dering dengan irama tanda pengingat pesan. Sms dari Eka. Ia juga batal ke taman kota, katanya laptopnya batal dijemput. Sungguh hari yang melelahkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan isya menggema. Kami berlima pun membubarkan diri. Saya dan Waly lebih dahulu beranjak cari tumpangan yang juga berarti harus berjalan kaki beberapa puluh meter menuju jalur trayek pete-pete kampus. Akh, kayaknya pundakku akan terasa pegal tengah malam nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua sepakat untuk datangg lagi sabtu depannya. Mudah-mudahan!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-7257815918230351809?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/7257815918230351809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/03/mempetisi-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/7257815918230351809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/7257815918230351809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2011/03/mempetisi-hari.html' title='Mempetisi hari!'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-OeCRdqyCLHY/TZBtXNT7ZWI/AAAAAAAAADI/CpYawSegsfM/s72-c/neon%2Bdiscussion%2B_02.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-2023373087412879646</id><published>2010-09-14T04:44:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T10:46:51.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Own'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/TI9hCoPGluI/AAAAAAAAACg/L7bfHWT9ep0/s1600/Poster+Tinja2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 309px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/TI9hCoPGluI/AAAAAAAAACg/L7bfHWT9ep0/s400/Poster+Tinja2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516734766340544226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-2023373087412879646?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/2023373087412879646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2010/09/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/2023373087412879646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/2023373087412879646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2010/09/blog-post.html' title=''/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/TI9hCoPGluI/AAAAAAAAACg/L7bfHWT9ep0/s72-c/Poster+Tinja2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-5356505724658020783</id><published>2009-03-26T13:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T10:44:27.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Die Hard Translator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uncivilized'/><title type='text'>Tujuh Dusta Tentang Peradaban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SwL3Ug318UI/AAAAAAAAABg/XyRj5kWn_dg/s1600/bingoda450.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SwL3Ug318UI/AAAAAAAAABg/XyRj5kWn_dg/s320/bingoda450.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405154434591617346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ryan Prieur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1. Kemajuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kebohongan tentang “kemajuan” tidak hanya bahwa hal itu bagus, atau yang tak terelakkan, tapi agar ia eksis, dimana hal tersebut senantiasa kita alami layaknya seperti sebuah garis lurus, dengan satu arahan yang sama, tak berbatas, dengan segala perubahan nilai positif yang tekandung di dalamnya. Kekuatan berpikir kita merasa, karena “kemajuan” adalah pusat kebohongan kebudayaan kita dan di situ ilusi-ilusi serta fantasi-fantasi mengenai itu yang berada di mana-mana:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Ada sebuah sistem yang dipelajari, dimana kita berangkat dari derajat yang “rendah” ke “derajat” yang tinggi – tetapi kenaikan ini tidaklah nyata, hanya cerita yang mereka ceritakan, dan perubahan itu hanya membuat kita tetap baik dalam dominasi sistem, sebagaimana kita menjual pengalaman untuk cerita yang kaku, naluri untuk intelek, perbedaan atas keseragaman, kebebasan atas kepatuhan, dan spontanitas atas kemungkinan. Kemudian terdapat sistem upah tenaga kerja, dimana kita seharusnya memulai dari posisi “rendah” ke posisi “tinggi”, tetapi beberapa dari yang kita lakukan, dan bagaimana pun “tinggi” hanya berarti dominasi sistem mempunyai sebuah pegangan yang ketat pada perhatian kita, penilaian kita, jiwa kita. Kemudian, sejarah teknologi, dimana perubahan mengumumkan “kebajikan” ketika pengaruh mereka malah membangkitkan kekuatan transformatif kita atas dunia, sementara itu secara bersamaan juga meningkatkan jarak emosional kita atau membuat kita lebih tergantung pada para spesialis, atau melingkupi manusia lebih dan lebih dengan segala hal yang diciptakan oleh manusia itu sendiri, sebuah proses oleh Jerry Mander yang diidentifikasi sebagai sesuatu yang terbentuk dari dalam secara fisik. tempat terdalam yang masih membentuk kita dari dalam adalah dunia permainan komputer, sebuah permainan yang hampir tanpa pengecualian terbentuk di dalam pada mitos mengenai kemajuan, melatih kita untuk mampu mengatur sendiri dopamin bagi visi yang berkaitan dengan kekuasaan pernah meningkatkan kekuasaan, dan kemudian membiarkan kita memeroleh "kemenangan" begitu saja bukannya memerlihatkan kepada kita bagaimana cerita semacam ini benar-benar berakhir. Dalam kenyataan, tak ada satu pun yang mutlak "lebih baik" namun hanya merubahnya dalam relasinya sendiri, dan perubahan dalam relasi tersebut menukarkan kepekaan dan bentuk kolaborasi bagi diskoneksi dan dominasi tidaklah berubah namun hanya tidak dapat dicegah lagi, bukanlah sebuah proses yang tak terbatas namun bentuk pembatasan diri, bukan pula suatu hal yang positif melainkan destuktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2. Evolusi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam hal ini tak ada perselisihan mengenai catatan fosil, yang mana dalam bentuk kehidupan di dunia telah mengubah banyak zaman. Ada suatu kebohongan terkait dengan proyek mitos mengenai “kemajuan” yang tekandung dalam perubahan tersebut, untuk mendeklarasikan bahwa mereka sedang menuju pada satu arahan yang sederhana, searah, dan senantiasa menjadi “lebih baik”. Hal ini adalah suatu argumen yang berputar-putar (sirkuler), dimana kegilaan secara kolektif (gangguan jiwa) tersebut kemudian merusak kedoknya sendiri secara biologis untuk kemudian menjadi sebuah bentuk pembenaran diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam kenyataannya perubahan biologis tersebut tidaklah sama dengan dusta tentang ‘kemajuan’-mereka menuju ke segala arah, seiring dengan kenaikan dan penurunan populasi, organisme menjadi lebih besar dan lebih kecil, dan bergerak dari dalam air ke daratan dan kembali ke air. Dan tak ada yang menjadi lebih 'baik" kecuali spesis yang mampu beradaptasi dengan lingkungan mereka, dan dalam absennya bencana, totalitas kehidupan menjadi lebih beraneka ragam dan jauh lebih kompleks.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tetapi dalam dua jalan tersebut, manusia beradab justru melakukan hal yang sebaliknya! Kita justru tidak beradaptasi terhadap dunia luas tapi malah memutarbalikkan kenyataan tersebut agar sesuai dengan keinginan kita sendiri, bahkan memutarbalikkan semuanya agar bersesuaian dengan fantasi kultural kita yang dangkal. Dan kita malah tidak mengalami peningkatan atau pun penurunan dalam segi keberagaman serta kompleksitas secara keseluruhan, dengan membawa spesies menuju pada kepunahan dan kemusnahan atau mengasimilasikan masyarakat manusia dalam satu keseragaman monokultur global. Jadi dengan apapun kau menyebut sejarah biologis dunia, peradaban bukanlah sebuah perpanjangan dari hal tersebut tetapi sebuah penolakan terhadapnya, sebuah malapetaka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3. Segala sesuatu adalah alamiah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dengan bahagia sebagian besar masyarakat mengakui hal ini sebagai sebuah gangguan filosofi-palsu (pseudo-philosophical) yang teramat bodoh, tetapi bagaimanapun juga saya tetap akan menjatuhkannya. Argumen yang tersisa pada wilayah semantik yang terdistorsi, sebuah redefenisi terhadap yang “alamiah” guna dapat menampung segala sesuatunya, karena aku (manusia) berkata demikian. Peradaban itu alamiah karena manusia adalah binatang, pembuangan limbah beracun adalah hal yang alamiah karena segala hal tersebut berasal dari bumi, dan demikian seterusnya........ bla bla bla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Masyarakat yang sebenarnya tidak menggunakan kata “alamiah” pada jalan ini. Mungkin adalah suatu hal yang "alamiah“ jika aku mengambil tongkat dan menghantamkannya di kepalamu, tapi kamu akan lebih suka jika saya tidak melakukannya, maka kamu pun mulai memberi defenisi terhadap kata-kata seperti “membunuh/merusak” untuk mengungkapkan dan mempertahankan hal yang kamu sukai. dalam cara yang sama, masyarakat mendefenisikan yang “alamiah” guna mengekspresikan dan mempertahankan pilihan yang mereka sukai atas hidup berbagai pepohonan yang digantikan dengan pohon-pohon plastik, padang rumput berganti menjadi lahan parkir, sungai-sungai yang airnya dapat diminum menjadi sungai-sungai yang mengandung dioxin. Inilah apa yang saat ini dimaksudkan yang "alamiah", dan apabila kita tak ingin mati karena kanker dan menjadikan bumi menjadi gurun pasir beracun, kita punya sebuah tanggung jawab untuk membahasakan keterpisahan yang alamiah dari yang tidak alamiah dan memilih yang alamiah dalam artian yang sebenarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Jika kamu menginginkan sebuah defenisi yang spesifik, kekayaan alamiah pada dasarnya berasal dari pola simbiosisnya dengan alam, dan alami bersumber dari pola simbiosis kehidupan di bumi secara keseluruhan, sementara pola simbiotik berarti hubungan yang secara mutual saling menguntungkan satu sama lain, dimana sifat yang saling menguntungkan lebih diutamakan. Mendefenisikan "saling menguntungkan" mendorong segala batasan dari keterbatasan bahasa kita, namun dalam hal ini saya lebih sepakat untuk menyebutnya sebagai cara untuk membangkitkan kehidupan yang otonom serta keberagaman bentuk kehidupan. Namun apabila kamu masih belum memahami makna kehidupan sebenarnya, maka berusahalalah untuk mencarinya lebih giat lagi...bodoh!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;4. Teknologi itu netral.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam segala kebohongan tentang peradaban, yang satu ini adalah yang paling tersembunyi dan membahayakan, paling menantang untuk membuktikan kesalahan yang terkandung di dalamnya, satu yang sangat timpang dalam pemahaman masyarakat yang justru sangat dikenali dengan lebih baik oleh masyarakat itu sendiri. Kebohongan besar semacam itu sangat sulit untuk dipahami. Sebuah poin referensial tersendiri dan sangat sulit untuk keluar/melepaskan diri darinya. Untuk melepaskan diri dari hal tersebut bukanlah mengenai masalah belajar menyederhanakan argumen namun ini berkaitan dengan bagaimana belajar untuk mengenali segala perbedaan secara keseluruhan serta cara berpikir yang jauh lebih kompleks lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kebohongan tersebut memiliki dua bentuk yang justru mengaburkan keduanya. Salah satu dari kedua bentuk tersebut mengatakan bahwa teknologi sebagai satu bagian dari keseluruhan adalah "netral", dimana "teknologi" mungkin saja secara samar-samar didefinisikan sebagai teknologi industri modern. Bentuk yang lain mengungkapkan bahwa tiap bagian teknologi adalah netral. Strategi saya untuk menyerang bentuk yang kedua dan membuat bentuk yang pertama terlihat menyedihkan adalah dengan menyatakan bahwa tak ada bagian dari teknologi yang netral, bahwa tiap tehnik, teknologi, dan mesin memilki motif dan hubungan-hubungan tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pertama, saya ingin mengungkapkan "keanehan" kebohongan yang berkaitan dengan defenisi yang "netral" secara internal. Sesuatu disebut netral jika kamu dapat menceritakan bagaimana hal tersebut membawa kebaikan dan keburukan. Kapan kita pernah pernah menggunakan defenisi ini dalam kehidupan yang sesungguhnya? Apakah kita bisa mengatakan bahwa pembunuhan berantai seorang pria adalah netral karena pembunuhan tersebut memerkosa dan membunuh wanita hanya disebabkan oleh wanita tersebut adalah seorang penagih utang dan pada lain hal pria tersebut memiliki perangai yang bersahabat pada orang disekelilingnya? Jika kamu bekerja dalam suatu pabrik tiap harinya untuk belajar bagaimana menyabotase pada malam hari, apakah kamu berada di pihak yang netral pada pabrik tersebut karena pada saat yang sama kamu menolong sekaligus menyerangnya? Tentu tidak! Akan tetapi pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah hal yang sama dengan argumen menyedihkan yang digunakan orang-orang untuk mendeklarasikan kenetralan teknologi: televisi itu netral karena tv tidak hanya membuat kita sebagai konsumen pasif dari subjek keseragaman budaya yang berada di bawah satu pusat kontrol, namun hal ini dapat memancarkan informasi yang berguna. Bendungan itu netral karena sementara mereka menenggelamkan ekosistem dan membuat ikan-ikan tidak bisa kemana-mana, mereka juga menghasilkan listrik lewat bendungan. Bahkan bom atom sekalipun adalah netral jika kita bisa membayangkan suatu cerita cockamamie tentang betapa baiknya cerita tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Penipuan/kebohongan pada level selanjutnya adalah mengatakan bahwa "cara kita menggunakan" teknologi adalah hal yang penting. Sebagai misal, mobil itu netral karena kamu bisa menggunakannya berpindah dari satu tempat ketempat yang lain, atau dengan sengaja membawa lari seseorang. Namun sebagaimana yang dinyatakan oleh Jaques Ellu, bahwa pernyataan terakhir yang disebut bukanlah mengenai masalah kegunaan--namun hal ini adalah suatu kejahatan. Menyebutnya sebagai sesuatu yang berguna dapat menjerumuskan pandangan kita kedalam ruang artifisial antara penggunaan mobil secara normal dan kejahatan, dan bukannya mengembalikannya pada inti permasalahan yang sebenarnya --berada tepat di tengah-tengah bias yang ekstrim dalam penggunaan mobil secara umum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Bahkan jika kita mengabaikan eksploitasi dari "resources," pergeseran atau pembunuhan masyarakat adat, dan pembuangan racun yang menjadi keharusan pabrik manufaktur dan bahan bakar mobil, bahkan jika kita mengabaikan jutaan benturan yang mematikan serta menimbulkan kebocoran yang beracun, dan kita hanya melihat mobil sebagai alat-alat masyarakat konsumsi, maka kita masih bisa melihat dampak buruk yang bisa terjadi lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dengan memindahkan kita dari atau tempat ke tempat lainnya dengan begitu cepat, mobil memberi jarak dalam lingkungan kita secara fisik, dan ruang dalam jarak ini akan diisi dengan jalan dan lahan parkir yang menampung semua mobil. Jalan beraspal yang tidak ramah lingkungan, kehidupan masyarakat urban yang semrawut, dan mal-mal yang pada prakteknya tidak dapat dipisahkan dalam teknologi automobil. Dan juga, untuk alasan yang kompleks, kecepatan melampaui batas terendah yang menjadi ketetapan sebenarnya semakin meningkatkan mobilitas. Juga, sekali jarak ini telah dimasukkan, kamu membutuhkan mobil untuk melakukan segala hal. Untuk memperluas pandangan Ivan Illich, "jika kau tinggal di Los Angeles kau tak perlu menggunakan kakimu sundal."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kendarai mobilmu, dan kita tak perlu berjalan kaki untuk menempuh jarak 40 mil dalam sehari melalui jalur bebas -- bergerak cepat melalui jalan aspal dan membentuk komunitas kita secara fisik jadi itulah segala hal yang kita butuhkan dalam menempuh jarak-jarak tersebut. Kita menghemat waktu dalam mobilitas, kita mencurahkan segala waktu dan energi yang kita tempatkan di dalam mobil-mobil, dan kita memeroleh kembali otonomi melalui kesempatan yang kita dapatkan untuk menggunakan kaki kita sendiri. Dan kita juga memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Karena mobil menggerakkan kita untuk meninggalkan segala hal dengan begitu cepatnya, membuat kita lebih tertutup antara satu sama lain, mereka mengisolasi kita dari realita yang berada di sekitar kita, dari orang lain dan alam, dan mereka memungkinkan kita untuk mengganti hubungan erat dengan jarak yang sangat singkat. Tanpa mereka kita terhubung secara langsung dan berkaitan dengan apa yang ada dihadapan kita; kita mengenali tetangga-tetangga kita dan lingkungan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Saya dapat membuat argumen yang sama berkaitan dengan komputer, televisi, serta listrik, atau bahkan bahasa yang telah tertulis. Akan tetapi poinnya disini adalah tidaklah sekedar/sesederhana sebagai bentuk penolakan keseluruhan kategori yang berkaitan dengan dengan teknologi, namun lebih pada bagaimana kita belajar untuk memandang kesatuan serta berbagai motif yang terbentuk dalam teknologi itu sendiri tanpa memperdulikan segala hal yang berkaitan dengan penggunaannya, dan termasuk praktek di dalamnya atau pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menolak segala teknologi tersebut yang mendasari pemahaman ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Defenisi umum dari nilai "guna" itu sendiri merupakan trik bahasa yang secara tidak sadar membatasi apa yang masih dapat ternegosiasikan. Perlu dicatat di sini bahwa hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan para konsumer serta para ahli mesin, yang secara samar-samar telah memberikan ijin untuk menggunakan apa pun dengan segala cara. Apakah automobile adalah teknologi, ataukah penggunaan dari mesin pembakarannya yang merupakan teknologi? Apakah teknologi pembakaran secara internal yang merupakan teknologi ataukah penggunaan api/pengapiannya yang merupakan teknologi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Beberapa masyarakat purba menggunakan teknologi dari roda hanya dalam pembuatan tembikar saja. Ayo mari buat yang seperti itu....!! "tidak, tidak, mobil adalah teknologi, kegunaannya bergantung pada kemana saya akan membawanya. Itulah satu-satunya hal yang kalian ijinkan untuk dipertanyakan."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jika kalian tetap menginginkan diskusi ini tetap berlanjut, cepat atau lambat kalian akan mendengar sesuatu, misalnya "mobil dapat berfungsi dengan tenaga listrik bukannya dari hasil pembakaran bensin" atau "kita dapat menggunakan solar atau pun tenaga angin dan bukannya nuklir." Kemudian kalian dapat mengatakan bahwa mereka memilih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk menggunakan satu diantara teknologi lainnya untuk kegunaan yang pada dasarnya sama. Jadi dengan semua ini mereka akan mengetahui segalanya bahwa teknologi tidaklah netral.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;5. Kita tak bisa kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seperti di atas, hal ini adalah murni sebagai doktrin agamis--tetapi yang satu ini sangat jelas sangat menipu dengan runtuhnya peradaban lampau di seluruh dunia dari tiap orang yang ingin "kembali", dan dengan keberuntungan atau oleh individu-individu yang cukup beruntung atau mendapat pengecualian sepanjang sejarah yang dihempaskan keluar oleh sistem dan memiliki kedekatan dengan alam. Dalam satu hal, bagaimanapun, hal ini benar: masyarakat yang eksploitatif tidak bisa kembali lagi dan hanya dapat terus menanjak hingga mereka hancur berkeping-keping. Untuk menghindari berpikir lebih jernih mengenai hal ini, kita dapat mengatakan pada diri kita sendiri hal sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;". . . masyarakat mendefenisikan "alami" untuk mengekspresikan dan memertahankan apa yang mereka sukai berkaitan dengan kehidupan pepohonan yang diganti dengan pohon-pohon plastik, padang rumput berganti menjadi lahan parkir, sungai-sungai yang airnya dapat diminum menjadi sungai-sungai yang mengandung dioxin. Inilah apa yang saat ini dimaksudkan yang "alamiah", dan apabila kita tak ingin mati karena kanker dan menjadikan bumi menjadi gurun pasir beracun, kita punya sebuah tanggung jawab untuk membahasakan keterpisahan yang alamiah dari yang tidak alamiah dan memilih yang alamiah dalam artian yang sebenarnya. . ."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;6. Segalanya-atau-masa depan hampa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut cerita ini hanya ada dua kemungkinan: melanjutkan peradaban indutrial, ataukah mengakhiri secara total kehidupan di dunia. Melanjutkan peradaban secara umum berarti melanjutkan penggunaan mesin untuk mentransformasikan relasi sosial ke dalam pelegalan dominasi dan penghisapan atas diri kita sendiri. Bagi teknopilia ini bisa berarti menambang di planet-planet yang lain, atau realitas virtual yang lebih mendalam, bagi kaum liberal itu berarti memeroleh versi kehidupan kelas menengah keatas yang teridealisasikan dalam negara-negara kaya pada akhir abad 20-an, memperpanjang hal tersebut ke seluruh dunia, dan tetap terdefenisikan melalui pusat kontrol mekanis. Dan sekiranya peradaban kita runtuh -- jangan pernah menoleh! Tak ada apapun di sana, yang ada hanyalah amnesia absolut yang mengerikan di mana kita dapat berbicara hanya mengenai terma apa yang "harus" kita lakukan untuk mencegahnya. Manusia mengekspresikan hal ini dengan berbagai pengumuman-pengumuman menjengkelkan yang justru menyamarkan hal seperti "jika kita tidak mereduksi emisi rumah kaca sebanyak 50% dalam sepuluh tahun, maka hal itu akan sangatlah terlambat."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Terlambat untuk apa suntala'? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tentu saja realitas adalah reforma yang dianjurkan secara politis adalah sesuatu yang tidak mungkin dan tidaklah cukup, bahwa peradaban kita adalah kereta yang sedang melaju dan akan tak akan pernah melamban hingga ia keluar dari jalurnya, dan masa depan yang ada akan larut dalam daerah terlarang untuk dilihat. Kepunahan dari 95% spesis termasuk manusia bukanlah suatu hal menyeramkan yang tak dapat terpikirkan namun adalah sebuah kemungkinan spesifik yang dapat kita pikir secara teliti. Kemungkinan yang lebih "lunak" adalah skenario perjalanan para pejuang dimana beberapa manusia bertahan di bumi yang tengah sekarat. Kelunakan tersebut masih dapat menjadi desentralisasi secara politis dan penyembuhan ekologi seperti yang mereka sebut dengan jaman "kegelapan" di Eropa setelah kejatuhan Roma. Poin saya adalah, kita mampu menyebarluaskan hal ini! Segala mimpi-mimpi dan aksi yang dapat memengaruhi dunia yang sedang kita cita-citakan, namun selama ini mereka berpikir kita tidak mampu memeliharanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Ada suatu masa di mana letupan ini akan menyebabkan kalian berhenti mencoba untuk menyelamatkan keseluruhan apa yang telah kau bangun dan menggantinya dengan menyelamatkan apa yang kau bisa selamatkan. Maksud dari "segalanya-atau-kebohongan hampa adalah untuk membendung perubahan mental ini, untuk menjaga perhatian kita agar tetap terhubung pada salah satu pilihan yang tersedia; Apakah menyelamatkan dunia sebagaimana yang kita ketahui selama ini, ataukah menyerah begitu saja. Bila kita melihat perbedaan dunia secara radikal adalah mungkin dan beberapa di antaranya akan segera terjadi, jika kita mulai mengimajinasikan dan giat membangun persaingan terhadap peradaban industrial, kita harus menyerang sistem "ekonomi" dan terlebih lagi menyakiti perasaan orang-orang yang telah menginvestasikan ego-ego mereka dalam kultur dominan saat ini. Cara lain mereka dalam melindungi egonya adalah dengan menciptakan kebohongan berikutnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;7. Peradaban hanya terjadi sekali saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ide-ide khas ini memiliki kesamaan dengan ide-ide di atas, tetapi kekurangan tersebut yang terjadi bukanlah sesuatu yang lain dari sistem yang diperadabkan, tetapi merupakan peradaban yang lain. dan versi anti-peradaban mengatakan bahwa jika kita mampu menjatuhkan peradaban saat ini, maka hal-hal buruk ini takkan pernah terjadi lagi. Saya sama sekali tidak tahu dari manakah orang-orang memperoleh ide-ide semacam itu, sekalipun mereka mengetahui sesuatu yang tidak saya tahu mengenai era baru transformasi dari kesadaran manusia. Pelajaran yang keras dari sejarah adalah bahwa setiap bagian dari peradaban sedang mengalami kejatuhan dan bersamaan dengan itu peradaban secara luas tetap saja mengeluarkan letupan-letupan kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Saya mendefenisikan peradaban secara umum sebagai persekutuan antara kesadaran yang mendominasi dan eksploitasi yang memungkinkan secara teknis, menciptakan masyarakat yang secara sistemik mengambil lebih dari apa sepantasnya. Ya... minyak saat ini telah makin menyusut, akan tetapi peradaban sebelumnya telah mengalami jatuh-bangun ribuan tahun yang lampau tanpa minyak, dan saya melihat tak ada alasan sama sekali bagi mereka untuk melakukannya lagi. Pola umum tetap dapat berfungsi dengan baik, jika perlu, hanya bergantung kekuatan otot dari para budak dan hewan yang telah terdomestikasi. Dan ketika kalian bergantung pada segala logam serta peralatan berat yang senantiasa berbohong, dan kebiasaan yang masih terpelihara hingga kini, serta segala pengetahuan teknis yang masih`tetap terpelihara, semua hal tersebut sangat meyakinkan kita bahwa kita akan dilingkupi oleh peradaban-untuk bermain atau pun menentang-hingga kita menuju pada kemusnahan atau berubah menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda dari sebelumnya ana'&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;sundala..........!!!!!!!!!!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;BECAUSE WE ARE ALL ANIMAL!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manually Tanslated_konspirasi tinjabersayap [disarm civilization, arms your desire]&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-5356505724658020783?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/5356505724658020783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2009/03/tujuh-dusta-tentang-peradaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/5356505724658020783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/5356505724658020783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2009/03/tujuh-dusta-tentang-peradaban.html' title='Tujuh Dusta Tentang Peradaban'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SwL3Ug318UI/AAAAAAAAABg/XyRj5kWn_dg/s72-c/bingoda450.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-4742149669337949839</id><published>2009-03-23T11:41:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T10:46:51.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Own'/><title type='text'>"We Are All Bourgeois Now"</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manic Street Preachers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There's something wrong somewhere here&lt;br /&gt;So through unclean streets I made my way&lt;br /&gt;With holes in my shoes and my children asleep at my feet&lt;br /&gt;I paid my way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In every town on the way&lt;br /&gt;The people looked grey the buildings looked healthy&lt;br /&gt;But one day I met a man&lt;br /&gt;With money to spare&lt;br /&gt;He said he would tell me how it is&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The State he began&lt;br /&gt;Has been propping up people to long&lt;br /&gt;For far to long&lt;br /&gt;We all got lazy and couldn't be bothered&lt;br /&gt;To make our way through the world&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But we are all bourgeois now&lt;br /&gt;Once there was class war&lt;br /&gt;But not any longer&lt;br /&gt;Because baby we are all bourgeois now&lt;br /&gt;So go out and make your way in the world&lt;br /&gt;We're free to choose&lt;br /&gt;We're all free to choose&lt;br /&gt;We're all free to choose&lt;br /&gt;We're free to choose&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Booming Britain we all work together&lt;br /&gt;To raise ourselves in the world&lt;br /&gt;Each of us knows someone&lt;br /&gt;Who has done well for themselves&lt;br /&gt;So well for themselves&lt;br /&gt;"Thank you," I said as I left&lt;br /&gt;I'll be on my way, I see how it is&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are all bourgeois now&lt;br /&gt;And somehow I'll raise myself through the world&lt;br /&gt;I'm free to choose&lt;br /&gt;We're all free to choose&lt;br /&gt;We're all free to choose&lt;br /&gt;I'm free to choose&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We're all bourgeois now&lt;br /&gt;We're all bourgeois now&lt;br /&gt;We're bourgeois now&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-4742149669337949839?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/4742149669337949839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2009/03/we-are-all-bourgeois-now.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/4742149669337949839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/4742149669337949839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2009/03/we-are-all-bourgeois-now.html' title='&quot;We Are All Bourgeois Now&quot;'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-1330497130823212578</id><published>2009-03-23T11:39:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T10:46:51.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Own'/><title type='text'>11 maret 2009/rabu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari kelahiran. Seperti hari2 biasa, tak ada reperesentasi hal menarik yang layak dituliskan pada hari sialan ini. Padahal hari ini usiaku genap 22, biasanya beberapa tahun yang lalu tepat 11 maret layaknya hari ini sedari tadi saya sudah persiapkan diri agar tak terkapar apabila lambung tak lagi mampu menampung genangan alkohol. ritual basi pemuda kampung kala hari lahir tiba; dapat traktiran minum dari teman hingga semua orang yang kau pandang serasa menggandeng kloningan masing-masing. Sampai-sampai engkau tak lagi fasih menghitung acungan jari yang tepat di depan hidungmu. Muntahlah yang jadi pertanda ritual akan segera diakhiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh, itu dulu. 3-4 tahun lampau. Saat kampus terkutuk ini belum memodifikasi diriku sebagai peserta magang calon pekerja masa depan. Jauh sebelum kepalaku dijejali beragam ilusi tentang bagaimana merubah dunia dengan melabeli diri sebagai mahasiswa. Tipu daya sebagai agen of change, ukh! Padahal hanya bohong semata, nyatanya malah memperkokoh separasi, ppfffuuaahhh!!!. Lagipula saat ini saya tak mampu lagi melacak keberadaan mereka yang setia berbagi cerita denganku, bahkan keringat, darah, rasa penat dan jus lontar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini? Tak ada lagi ritual basi. Tapi saya juga enggan menghidupi benteng kokoh ilusi mahasiswa yang begitu miskin imajinasi. Sudahlah, lebih baik saya mengurusi notebook seorang teman yang sedang KKN yang ia titip kepadaku. Sudah 2 hari terjangkiti virus yang mengganas, sementara proyek translate-tan tak sekalimat pun kelar. Bangsat. Dasar teknologi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-1330497130823212578?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/1330497130823212578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2009/03/11-maret-2009rabu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/1330497130823212578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/1330497130823212578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2009/03/11-maret-2009rabu.html' title='11 maret 2009/rabu'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589234711084101344.post-8482597525925677168</id><published>2009-03-13T12:21:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T10:46:51.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Own'/><title type='text'>4 maret 2009/rabu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini tak begitu banyak hal yang berarti. Segalanya berlalu begitu saja. Rasa kantuk yang teramat menandakan obat yang ku konsumsi bekerja dengan baik. Sejak terkapar kemarin saya tak bisa lagi berbuat apa2, tidur lah yang bisa menghilangkan sedikit rasa sakit di kepala dan serbuan rasa dingin yang mendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hal yang begitu menjengkelkan apabila di saat kamu sedang merencanakan proyeksi kerja2 kecil2an dengan beberapa temanmu dan pada waktu yang bersamaan kamu pun harus melupakan segalanya lantaran kondisi kesehatan yang tak mendukung alias kamu tiba2 saja jatuh sakit. Brengsek kan??? Hampir separuh hidupku dalam dua hari ini diisi dengan tidur……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589234711084101344-8482597525925677168?l=tongkareppex.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tongkareppex.blogspot.com/feeds/8482597525925677168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2009/03/4-maret-2009rabu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/8482597525925677168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3589234711084101344/posts/default/8482597525925677168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tongkareppex.blogspot.com/2009/03/4-maret-2009rabu.html' title='4 maret 2009/rabu'/><author><name>]agen konspirasi tinjabersayap[</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03058154003444918725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mca3AsqfgWM/SbxvMM3udZI/AAAAAAAAAAU/WXtGtQIVnhI/S220/lyxzen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
